TAHAN LEBIH LAMA: Hasil uji lab degan jelly positif mengandung formalin dan kandungan zat berbahaya. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

JawaPos.com – Anda penikmat degan jelly? Mulai sekarang ada baiknya lebih berhati-hati mengonsumsi produk usaha kecil menengah (UKM) ini. Belum lama ini, Tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banyuwangi menemukan kandungan berbahaya dalam degan jelly.

IKLAN

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, Labkesda diminta oleh Polres Banyuwangi untuk menguji kandungan yang ada di dalam degan jelly. Hasil dari pemeriksaan Labkesda, produk degan jelly terbukti positif mengandung formalin dan kandungan berbahaya lainnya.

Tim Labkesda, tidak hanya memeriksa sampel degan jelly saja, melainkan juga datang ke tempat industri degan jelly. ”Dari hasil pemeriksaan di lokasi bersama Polres Banyuwangi, hasilnya positif mengandung zat berbahaya,” ungkap dr Widji Lestariono.

Pihaknya masih belum mengecek satu per satu bahan baku atau komposisi yang digunakan dalam bahan degan jelly tersebut. ”Untuk item per item masih belum karena prosesnya masih jalan dan belum selesai,” ujar pejabat yang akrab dipanggil Rio itu.

Karena dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia, maka kasus tersebut saat ini ditangani oleh penyidik Reskrim Polres Banyuwangi. ”Karena sudah masuk ranah hukum, mohon maaf kami tidak berani mengungkapkan lebih jauh,” kata Rio.

Kasatreskrim AKP Panji Pratistha Wijaya membenarkan pada Rabu (16/10) Unit Pidum  mendapatkan informasi ada  home industry produsen degan jelly yang menggunakan bahan berbahaya. Selanjutnya, pihaknya bersama Labkesda Dinkes Banyuwangi langsung mengecek home industry degan jelly tersebut.

Tim juga melakukan uji sampel pemeriksaan uji laboratorium terhadap produk degan jelly. ”Hasil uji laboratorium didapatkan hasil positif mengandung formalin. Selanjutnya dilakukan pengamanan terhadap barang bukti dan terlapor untuk dilakukan proses lebih lanjut,” jelasnya.

Terlapor adalah Nurhadi, 47, warga Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar. Dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengamankan buah freezer yang terdapat produk degan jelly sebanyak 100 buah, satu buah botol berisikan bubuk natrium benzoate, dua buah golok, dua plastik gula pasir, sepuluh buah bubuk jelly sakura, satu botol vanili, satu gulung plastik wrapping, dua buah isolasi, dan satu bendel stiker degan jelly.

Nurhadi kini diamankan di Mapolres Banyuwangi untuk dimintai keterangan. Dia diduga telah melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan yang dibuat dalam negeri atau diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebagaimana dimaksud dalam pasal 142 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

(bw/ddy/aif/als/JPR)