alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Kunci Tetap Sehat, Jaga Asupan Gizi Serta Olahraga

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Qonita Rachmah, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya menjelaskan, kedua hal tersebut saling berkaitan dalam keseimbangan energi. Energi masuk ke tubuh melalui makanan dan keluar melalui aktivitas fisik.

BACA JUGA : Tak Kooperatif, Dirut PT MMM Dijemput Paksa Kejaksaan Agung dari RS

”Asupan harus disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang. Selain itu, perlu juga dilakukan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Sebab, ketiga zat tersebut kerap menjadi sumber berbagai macam penyakit,” ujar Qonita.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Prinsipnya di pembatasan gula, garam, dan lemak. Serta, sesuaikan dengan prinsip gizi seimbang di mana dalam satu piring setiap kali makan usahakan komposisinya ada karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” tambah dia.

Di samping itu, lanjut dia, aktivitas fisik juga menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam seminggu, seseorang perlu melakukan olahraga minimal 150 menit. Durasi ini pun dapat dibagi dan disesuaikan.

”Bisa dibagi 30 menit 5 kali dalam seminggu, atau 50 menit 3 kali seminggu. Jadi kalau ada alasan sibuk sehingga nggak sempat olahraga, tinggal kurangi saja frekuensinya tapi tingkatkan intensitasnya,” jelas Qonita.

Bagi pemula yang baru mau memulai berolahraga, Qonita juga menyarankan untuk memulai dari intensitas yang rendah. Sebab, tubuh akan sulit beradaptasi jika langsung berolahraga dalam intensitas yang tinggi.

Dia menambahkan, aktivitas seperti menyapu, mengepel, dan sebagainya merupakan aktivitas fisik biasa. Aktivitas tersebut memang mengeluarkan energi, tetapi tidak dapat disebut sebagai olahraga.

”Olahraga itu harus ada intensitas dan durasi. Menyapu, ngepel, dan sebagainya, masuk dalam aktivitas fisik, bagus juga, paling nggak otot kita bisa kepake, tapi itu nggak sama dengan olahraga,” terang Qonita. (*)

Ediotor:Winardyasto HariKirono

Foto:Every Day Health

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Qonita Rachmah, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya menjelaskan, kedua hal tersebut saling berkaitan dalam keseimbangan energi. Energi masuk ke tubuh melalui makanan dan keluar melalui aktivitas fisik.

BACA JUGA : Tak Kooperatif, Dirut PT MMM Dijemput Paksa Kejaksaan Agung dari RS

”Asupan harus disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang. Selain itu, perlu juga dilakukan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Sebab, ketiga zat tersebut kerap menjadi sumber berbagai macam penyakit,” ujar Qonita.

”Prinsipnya di pembatasan gula, garam, dan lemak. Serta, sesuaikan dengan prinsip gizi seimbang di mana dalam satu piring setiap kali makan usahakan komposisinya ada karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” tambah dia.

Di samping itu, lanjut dia, aktivitas fisik juga menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam seminggu, seseorang perlu melakukan olahraga minimal 150 menit. Durasi ini pun dapat dibagi dan disesuaikan.

”Bisa dibagi 30 menit 5 kali dalam seminggu, atau 50 menit 3 kali seminggu. Jadi kalau ada alasan sibuk sehingga nggak sempat olahraga, tinggal kurangi saja frekuensinya tapi tingkatkan intensitasnya,” jelas Qonita.

Bagi pemula yang baru mau memulai berolahraga, Qonita juga menyarankan untuk memulai dari intensitas yang rendah. Sebab, tubuh akan sulit beradaptasi jika langsung berolahraga dalam intensitas yang tinggi.

Dia menambahkan, aktivitas seperti menyapu, mengepel, dan sebagainya merupakan aktivitas fisik biasa. Aktivitas tersebut memang mengeluarkan energi, tetapi tidak dapat disebut sebagai olahraga.

”Olahraga itu harus ada intensitas dan durasi. Menyapu, ngepel, dan sebagainya, masuk dalam aktivitas fisik, bagus juga, paling nggak otot kita bisa kepake, tapi itu nggak sama dengan olahraga,” terang Qonita. (*)

Ediotor:Winardyasto HariKirono

Foto:Every Day Health

Sumber Berita:jawapos.com

 

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Qonita Rachmah, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya menjelaskan, kedua hal tersebut saling berkaitan dalam keseimbangan energi. Energi masuk ke tubuh melalui makanan dan keluar melalui aktivitas fisik.

BACA JUGA : Tak Kooperatif, Dirut PT MMM Dijemput Paksa Kejaksaan Agung dari RS

”Asupan harus disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang. Selain itu, perlu juga dilakukan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Sebab, ketiga zat tersebut kerap menjadi sumber berbagai macam penyakit,” ujar Qonita.

”Prinsipnya di pembatasan gula, garam, dan lemak. Serta, sesuaikan dengan prinsip gizi seimbang di mana dalam satu piring setiap kali makan usahakan komposisinya ada karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” tambah dia.

Di samping itu, lanjut dia, aktivitas fisik juga menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam seminggu, seseorang perlu melakukan olahraga minimal 150 menit. Durasi ini pun dapat dibagi dan disesuaikan.

”Bisa dibagi 30 menit 5 kali dalam seminggu, atau 50 menit 3 kali seminggu. Jadi kalau ada alasan sibuk sehingga nggak sempat olahraga, tinggal kurangi saja frekuensinya tapi tingkatkan intensitasnya,” jelas Qonita.

Bagi pemula yang baru mau memulai berolahraga, Qonita juga menyarankan untuk memulai dari intensitas yang rendah. Sebab, tubuh akan sulit beradaptasi jika langsung berolahraga dalam intensitas yang tinggi.

Dia menambahkan, aktivitas seperti menyapu, mengepel, dan sebagainya merupakan aktivitas fisik biasa. Aktivitas tersebut memang mengeluarkan energi, tetapi tidak dapat disebut sebagai olahraga.

”Olahraga itu harus ada intensitas dan durasi. Menyapu, ngepel, dan sebagainya, masuk dalam aktivitas fisik, bagus juga, paling nggak otot kita bisa kepake, tapi itu nggak sama dengan olahraga,” terang Qonita. (*)

Ediotor:Winardyasto HariKirono

Foto:Every Day Health

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/