alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Risiko Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Dibandingkan Rokok

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Cara mengonsumsi tembakau ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya. Hal itu dijelaskan Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita “Problem utama dari rokok adalah cara mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar yang menimbulkan banyak risiko bagi penggunanya. Hal ini patut diperhatikan bahwa tembakau hanyalah sebuah tanaman. Jadi kembali lagi kepada penggunaannya,” katanya.

BACA JUGA : Delapan Bulan Laporkan Pencemaran Nama Baik, Belum Ada Kejelasan

Dengan perkembangan teknologi dan inovasi, Garin melanjutkan, kini hadir produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin yang berdasarkan beberapa kajian di berbagai negara memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap, ini perlu dipahami oleh banyak pihak,” ujarnya. Produk tembakau alternatif memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dari rokok karena menerapkan sistem pemanasan dalam penggunaannya, seperti pada rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Garin menjelaskan hasil dari sistem pemanasan berupa uap, bukan asap seperti pada rokok.

“Pengujian di luar negeri sudah dilakukan di dalam ruangan tertutup dan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif lebih rendah risiko daripada rokok,” katanya.

Selain memiliki risiko yang lebih rendah bagi penggunanya, produk tembakau alternatif juga tidak menciptakan second maupun third hand-smoke. Hal ini tidak terjadi karena hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif adalah uap, sehingga tidak menghasilkan abu, asap, dan bau yang menempel.
Dengan fakta-fakta tersebut, Garin berpendapat bahwa produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya. Produk itu merupakan cara yang dapat meminimalisasi risiko bagi perokok dewasa yang masih ingin mendapatkan nikotin.

“Pilihan terbaik adalah dengan berhenti merokok. Namun bagi yang kesulitan berhenti, produk tembakau alternatif adalah salah satu cara yang paling efektif saat ini untuk mengurangi risiko merokok, sebuah substitusi yang ampuh, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan,” ujarnya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Cara mengonsumsi tembakau ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya. Hal itu dijelaskan Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita “Problem utama dari rokok adalah cara mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar yang menimbulkan banyak risiko bagi penggunanya. Hal ini patut diperhatikan bahwa tembakau hanyalah sebuah tanaman. Jadi kembali lagi kepada penggunaannya,” katanya.

BACA JUGA : Delapan Bulan Laporkan Pencemaran Nama Baik, Belum Ada Kejelasan

Dengan perkembangan teknologi dan inovasi, Garin melanjutkan, kini hadir produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin yang berdasarkan beberapa kajian di berbagai negara memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok.

“Produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap, ini perlu dipahami oleh banyak pihak,” ujarnya. Produk tembakau alternatif memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dari rokok karena menerapkan sistem pemanasan dalam penggunaannya, seperti pada rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Garin menjelaskan hasil dari sistem pemanasan berupa uap, bukan asap seperti pada rokok.

“Pengujian di luar negeri sudah dilakukan di dalam ruangan tertutup dan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif lebih rendah risiko daripada rokok,” katanya.

Selain memiliki risiko yang lebih rendah bagi penggunanya, produk tembakau alternatif juga tidak menciptakan second maupun third hand-smoke. Hal ini tidak terjadi karena hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif adalah uap, sehingga tidak menghasilkan abu, asap, dan bau yang menempel.
Dengan fakta-fakta tersebut, Garin berpendapat bahwa produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya. Produk itu merupakan cara yang dapat meminimalisasi risiko bagi perokok dewasa yang masih ingin mendapatkan nikotin.

“Pilihan terbaik adalah dengan berhenti merokok. Namun bagi yang kesulitan berhenti, produk tembakau alternatif adalah salah satu cara yang paling efektif saat ini untuk mengurangi risiko merokok, sebuah substitusi yang ampuh, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan,” ujarnya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Cara mengonsumsi tembakau ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya. Hal itu dijelaskan Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita “Problem utama dari rokok adalah cara mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar yang menimbulkan banyak risiko bagi penggunanya. Hal ini patut diperhatikan bahwa tembakau hanyalah sebuah tanaman. Jadi kembali lagi kepada penggunaannya,” katanya.

BACA JUGA : Delapan Bulan Laporkan Pencemaran Nama Baik, Belum Ada Kejelasan

Dengan perkembangan teknologi dan inovasi, Garin melanjutkan, kini hadir produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin yang berdasarkan beberapa kajian di berbagai negara memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok.

“Produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap, ini perlu dipahami oleh banyak pihak,” ujarnya. Produk tembakau alternatif memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dari rokok karena menerapkan sistem pemanasan dalam penggunaannya, seperti pada rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Garin menjelaskan hasil dari sistem pemanasan berupa uap, bukan asap seperti pada rokok.

“Pengujian di luar negeri sudah dilakukan di dalam ruangan tertutup dan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif lebih rendah risiko daripada rokok,” katanya.

Selain memiliki risiko yang lebih rendah bagi penggunanya, produk tembakau alternatif juga tidak menciptakan second maupun third hand-smoke. Hal ini tidak terjadi karena hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif adalah uap, sehingga tidak menghasilkan abu, asap, dan bau yang menempel.
Dengan fakta-fakta tersebut, Garin berpendapat bahwa produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya. Produk itu merupakan cara yang dapat meminimalisasi risiko bagi perokok dewasa yang masih ingin mendapatkan nikotin.

“Pilihan terbaik adalah dengan berhenti merokok. Namun bagi yang kesulitan berhenti, produk tembakau alternatif adalah salah satu cara yang paling efektif saat ini untuk mengurangi risiko merokok, sebuah substitusi yang ampuh, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/