alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Hewan Piaraan Berisiko Ganggu Kesehatan Bumil

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kematian bayi dalam kandungan yang dialami salah seorang warga Kecamatan Tempurejo, belum lama ini, menimbulkan banyak spekulasi di lingkungan sekitarnya. Ada anggapan bahwa memelihara kucing saat hamil dapat membahayakan kehamilan.

Adi (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, dirinya kerap membawa sang istri melakukan pemeriksaan USG secara rutin. “Bahkan, sebanyak 14 kali dalam 9 bulan,” tutur warga Kecamatan Tempurejo tersebut.

Berdasar pemantauan dokter selama pemeriksaan, tak ada tanda-tanda yang menjurus pada kondisi berbahaya. Menurut pria 25 tahun itu, kondisi calon bayinya dalam keadaan sehat walafiat. Nahas, dia dikejutkan dengan kabar kematian bayi dalam kandungan sehari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). “Tanpa diketahui penyebabnya, anak saya lahir dalam keadaan meninggal dan cacat,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adi menuturkan, banyak yang beranggapan hal itu diakibatkan kedekatan sang istri dengan hewan peliharaan (kucing, Red). “Soalnya, tetangga ada yang pernah mengalami hal ini. Setelah kehamilan kedua, tanpa adanya interaksi dengan kucing, anaknya lahir dengan sehat,” lanjutnya. Bagaimana kebenarannya?

Dokter spesialis kandungan, dr Zaki Afif SpOG, membenarkan adanya penyebab kematian bayi diakibatkan kucing atau hewan peliharaan lain. “Sebenarnya tidak masalah bagi ibu hamil untuk berada di dekat kucing atau hewan peliharaan lain. Asalkan hewan tersebut sehat, terawat, dan terjaga kebersihannya,” terangnya.

Namun, bila ibu hamil sering berada di dekat hewan yang tidak terawat seperti hewan liar, hal tersebut tentu dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu hamil dan kondisi janin dalam kandungan. Warga di Perumahan Bernady Land Blok D 11, Kelurahan Salwu, Kecamatan Patrang, tersebut menyatakan, bila bumil memelihara kucing di rumah, berhati-hatilah saat membersihkan kandang atau kotorannya.

Sebab, lanjutnya, tinja kucing atau benda yang berisiko terkena kotoran kucing seperti tanah atau pasir tempat kucing membuang kotoran, dapat membuat ibu hamil berisiko terpapar parasit Toxoplasmosis gondii (T. Gondii).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kematian bayi dalam kandungan yang dialami salah seorang warga Kecamatan Tempurejo, belum lama ini, menimbulkan banyak spekulasi di lingkungan sekitarnya. Ada anggapan bahwa memelihara kucing saat hamil dapat membahayakan kehamilan.

Adi (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, dirinya kerap membawa sang istri melakukan pemeriksaan USG secara rutin. “Bahkan, sebanyak 14 kali dalam 9 bulan,” tutur warga Kecamatan Tempurejo tersebut.

Berdasar pemantauan dokter selama pemeriksaan, tak ada tanda-tanda yang menjurus pada kondisi berbahaya. Menurut pria 25 tahun itu, kondisi calon bayinya dalam keadaan sehat walafiat. Nahas, dia dikejutkan dengan kabar kematian bayi dalam kandungan sehari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). “Tanpa diketahui penyebabnya, anak saya lahir dalam keadaan meninggal dan cacat,” tuturnya.

Adi menuturkan, banyak yang beranggapan hal itu diakibatkan kedekatan sang istri dengan hewan peliharaan (kucing, Red). “Soalnya, tetangga ada yang pernah mengalami hal ini. Setelah kehamilan kedua, tanpa adanya interaksi dengan kucing, anaknya lahir dengan sehat,” lanjutnya. Bagaimana kebenarannya?

Dokter spesialis kandungan, dr Zaki Afif SpOG, membenarkan adanya penyebab kematian bayi diakibatkan kucing atau hewan peliharaan lain. “Sebenarnya tidak masalah bagi ibu hamil untuk berada di dekat kucing atau hewan peliharaan lain. Asalkan hewan tersebut sehat, terawat, dan terjaga kebersihannya,” terangnya.

Namun, bila ibu hamil sering berada di dekat hewan yang tidak terawat seperti hewan liar, hal tersebut tentu dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu hamil dan kondisi janin dalam kandungan. Warga di Perumahan Bernady Land Blok D 11, Kelurahan Salwu, Kecamatan Patrang, tersebut menyatakan, bila bumil memelihara kucing di rumah, berhati-hatilah saat membersihkan kandang atau kotorannya.

Sebab, lanjutnya, tinja kucing atau benda yang berisiko terkena kotoran kucing seperti tanah atau pasir tempat kucing membuang kotoran, dapat membuat ibu hamil berisiko terpapar parasit Toxoplasmosis gondii (T. Gondii).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kematian bayi dalam kandungan yang dialami salah seorang warga Kecamatan Tempurejo, belum lama ini, menimbulkan banyak spekulasi di lingkungan sekitarnya. Ada anggapan bahwa memelihara kucing saat hamil dapat membahayakan kehamilan.

Adi (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, dirinya kerap membawa sang istri melakukan pemeriksaan USG secara rutin. “Bahkan, sebanyak 14 kali dalam 9 bulan,” tutur warga Kecamatan Tempurejo tersebut.

Berdasar pemantauan dokter selama pemeriksaan, tak ada tanda-tanda yang menjurus pada kondisi berbahaya. Menurut pria 25 tahun itu, kondisi calon bayinya dalam keadaan sehat walafiat. Nahas, dia dikejutkan dengan kabar kematian bayi dalam kandungan sehari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). “Tanpa diketahui penyebabnya, anak saya lahir dalam keadaan meninggal dan cacat,” tuturnya.

Adi menuturkan, banyak yang beranggapan hal itu diakibatkan kedekatan sang istri dengan hewan peliharaan (kucing, Red). “Soalnya, tetangga ada yang pernah mengalami hal ini. Setelah kehamilan kedua, tanpa adanya interaksi dengan kucing, anaknya lahir dengan sehat,” lanjutnya. Bagaimana kebenarannya?

Dokter spesialis kandungan, dr Zaki Afif SpOG, membenarkan adanya penyebab kematian bayi diakibatkan kucing atau hewan peliharaan lain. “Sebenarnya tidak masalah bagi ibu hamil untuk berada di dekat kucing atau hewan peliharaan lain. Asalkan hewan tersebut sehat, terawat, dan terjaga kebersihannya,” terangnya.

Namun, bila ibu hamil sering berada di dekat hewan yang tidak terawat seperti hewan liar, hal tersebut tentu dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu hamil dan kondisi janin dalam kandungan. Warga di Perumahan Bernady Land Blok D 11, Kelurahan Salwu, Kecamatan Patrang, tersebut menyatakan, bila bumil memelihara kucing di rumah, berhati-hatilah saat membersihkan kandang atau kotorannya.

Sebab, lanjutnya, tinja kucing atau benda yang berisiko terkena kotoran kucing seperti tanah atau pasir tempat kucing membuang kotoran, dapat membuat ibu hamil berisiko terpapar parasit Toxoplasmosis gondii (T. Gondii).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/