alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Perawat Diharapkan Menyatu dengan Pasien

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengadakan agenda untuk peningkatan kualitas di bidang kesehatan. Bahkan, berharap perawat tidak hanya bekerja secara profesional, tapi juga lebih menyatu dengan pasien.

Baca Juga : Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Hendy menjelaskan, demi kepuasan dan dapat menangani pasien secara maksimal saat melakukan perawatan secara darurat atau melalui Instansi Gawat Darurat (IGD), para tenaga kesehatan (nakes), khususnya perawat, diharapkan agar lebih andal dalam menangani pasien yang datang. “Jadi, jika ada pasien yang kali pertama datang ke IGD, maka bisa dilayani dengan baik,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengapa demikian? Orang nomor satu di Kota Tembakau itu menegaskan, penanganan dasar pertama merupakan yang paling penting. Oleh karenanya, jika mereka semakin profesional, maka tidak tertutup kemungkinan orang yang sakit akan segera pulih. “Apalagi ketika kali pertama masuk rumah sakit, setiap pasien pasti berpikiran yang bermacam-macam. Mulai takut dengan keselamatan masing-masing hingga biaya rumah sakit. Maka, jadilah perawat itu seperti keluarga, sahabat pasien itu sendiri,” terangnya.

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan basic trauma cardiac life support (BTCLS), kata Hendy, setiap perawat diharapkan bisa menyatu dengan setiap pasien yang mereka rawat. Artinya, dapat memahami setiap pasien. Terutama bagi perawat di setiap puskesmas yang merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan di tiap-tiap kecamatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengadakan agenda untuk peningkatan kualitas di bidang kesehatan. Bahkan, berharap perawat tidak hanya bekerja secara profesional, tapi juga lebih menyatu dengan pasien.

Baca Juga : Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Hendy menjelaskan, demi kepuasan dan dapat menangani pasien secara maksimal saat melakukan perawatan secara darurat atau melalui Instansi Gawat Darurat (IGD), para tenaga kesehatan (nakes), khususnya perawat, diharapkan agar lebih andal dalam menangani pasien yang datang. “Jadi, jika ada pasien yang kali pertama datang ke IGD, maka bisa dilayani dengan baik,” katanya.

Mengapa demikian? Orang nomor satu di Kota Tembakau itu menegaskan, penanganan dasar pertama merupakan yang paling penting. Oleh karenanya, jika mereka semakin profesional, maka tidak tertutup kemungkinan orang yang sakit akan segera pulih. “Apalagi ketika kali pertama masuk rumah sakit, setiap pasien pasti berpikiran yang bermacam-macam. Mulai takut dengan keselamatan masing-masing hingga biaya rumah sakit. Maka, jadilah perawat itu seperti keluarga, sahabat pasien itu sendiri,” terangnya.

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan basic trauma cardiac life support (BTCLS), kata Hendy, setiap perawat diharapkan bisa menyatu dengan setiap pasien yang mereka rawat. Artinya, dapat memahami setiap pasien. Terutama bagi perawat di setiap puskesmas yang merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan di tiap-tiap kecamatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengadakan agenda untuk peningkatan kualitas di bidang kesehatan. Bahkan, berharap perawat tidak hanya bekerja secara profesional, tapi juga lebih menyatu dengan pasien.

Baca Juga : Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Hendy menjelaskan, demi kepuasan dan dapat menangani pasien secara maksimal saat melakukan perawatan secara darurat atau melalui Instansi Gawat Darurat (IGD), para tenaga kesehatan (nakes), khususnya perawat, diharapkan agar lebih andal dalam menangani pasien yang datang. “Jadi, jika ada pasien yang kali pertama datang ke IGD, maka bisa dilayani dengan baik,” katanya.

Mengapa demikian? Orang nomor satu di Kota Tembakau itu menegaskan, penanganan dasar pertama merupakan yang paling penting. Oleh karenanya, jika mereka semakin profesional, maka tidak tertutup kemungkinan orang yang sakit akan segera pulih. “Apalagi ketika kali pertama masuk rumah sakit, setiap pasien pasti berpikiran yang bermacam-macam. Mulai takut dengan keselamatan masing-masing hingga biaya rumah sakit. Maka, jadilah perawat itu seperti keluarga, sahabat pasien itu sendiri,” terangnya.

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan basic trauma cardiac life support (BTCLS), kata Hendy, setiap perawat diharapkan bisa menyatu dengan setiap pasien yang mereka rawat. Artinya, dapat memahami setiap pasien. Terutama bagi perawat di setiap puskesmas yang merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan di tiap-tiap kecamatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/