alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Sayangkan Pemborosan Uang Negara, Obat Kedaluwarsa Capai Rp 7 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Dinas Kesehatan Jember bakal memusnahkan berbagai jenis obat-obatan dan bahan medis yang telah kedaluwarsa. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai total Rp 7 miliar lebih.

BACA JUGA: Demi Kota Pesantren Aman dan Kondusif, Konser Langit Digagalkan!

Hal itu diketahui setelah DPRD melalui Komisi D melakukan inspeksi ke gudang farmasi Dinkes Jember, Jalan Ciliwung 41, Jember, belum lama ini. Serta mendapati dokumen Dinkes Jember tertanggal 21 Juni 2022, yang tertuang mengenai rencana pemusnahan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam dokumen tersebut terurai, selama tahun 2016 hingga 31 Desember 2021, terdapat obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang rusak dan telah kedaluwarsa, yang melekat di UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Jember. Perincian peruntukannya, instalasi farmasi kabupaten senilai Rp 3,71 miliar, lalu puskesmas dan Labkesda Kabupaten Jember senilai Rp 2,54 miliar, dan untuk puskesmas anggaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) senilai Rp832 juta. Totalnya mencapai Rp 7,08 miliar lebih.

Rencana pemusnahan yang disebut-sebut pemborosan uang rakyat itu juga mencuat dan dipaparkan salah satu fraksi, saat penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar LPP APBD Bupati Jember Tahun 2021, di gedung dewan (19/7).

Fraksi Nasdem saat itu menyayangkan, mengapa ada dana sebegitu besar yang peruntukannya penyediaan obat-obatan, namun justru tidak digunakan. “Nilai Rp 7 miliar lebih ini sangat besar. Ini adalah sesuatu yang mubazir,” kata Ketua Fraksi Nasdem Gembong Konsul Alam, kemarin.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Dinas Kesehatan Jember bakal memusnahkan berbagai jenis obat-obatan dan bahan medis yang telah kedaluwarsa. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai total Rp 7 miliar lebih.

BACA JUGA: Demi Kota Pesantren Aman dan Kondusif, Konser Langit Digagalkan!

Hal itu diketahui setelah DPRD melalui Komisi D melakukan inspeksi ke gudang farmasi Dinkes Jember, Jalan Ciliwung 41, Jember, belum lama ini. Serta mendapati dokumen Dinkes Jember tertanggal 21 Juni 2022, yang tertuang mengenai rencana pemusnahan tersebut.

Dalam dokumen tersebut terurai, selama tahun 2016 hingga 31 Desember 2021, terdapat obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang rusak dan telah kedaluwarsa, yang melekat di UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Jember. Perincian peruntukannya, instalasi farmasi kabupaten senilai Rp 3,71 miliar, lalu puskesmas dan Labkesda Kabupaten Jember senilai Rp 2,54 miliar, dan untuk puskesmas anggaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) senilai Rp832 juta. Totalnya mencapai Rp 7,08 miliar lebih.

Rencana pemusnahan yang disebut-sebut pemborosan uang rakyat itu juga mencuat dan dipaparkan salah satu fraksi, saat penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar LPP APBD Bupati Jember Tahun 2021, di gedung dewan (19/7).

Fraksi Nasdem saat itu menyayangkan, mengapa ada dana sebegitu besar yang peruntukannya penyediaan obat-obatan, namun justru tidak digunakan. “Nilai Rp 7 miliar lebih ini sangat besar. Ini adalah sesuatu yang mubazir,” kata Ketua Fraksi Nasdem Gembong Konsul Alam, kemarin.

SUMBERSARI, Radar Jember – Dinas Kesehatan Jember bakal memusnahkan berbagai jenis obat-obatan dan bahan medis yang telah kedaluwarsa. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai total Rp 7 miliar lebih.

BACA JUGA: Demi Kota Pesantren Aman dan Kondusif, Konser Langit Digagalkan!

Hal itu diketahui setelah DPRD melalui Komisi D melakukan inspeksi ke gudang farmasi Dinkes Jember, Jalan Ciliwung 41, Jember, belum lama ini. Serta mendapati dokumen Dinkes Jember tertanggal 21 Juni 2022, yang tertuang mengenai rencana pemusnahan tersebut.

Dalam dokumen tersebut terurai, selama tahun 2016 hingga 31 Desember 2021, terdapat obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang rusak dan telah kedaluwarsa, yang melekat di UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Jember. Perincian peruntukannya, instalasi farmasi kabupaten senilai Rp 3,71 miliar, lalu puskesmas dan Labkesda Kabupaten Jember senilai Rp 2,54 miliar, dan untuk puskesmas anggaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) senilai Rp832 juta. Totalnya mencapai Rp 7,08 miliar lebih.

Rencana pemusnahan yang disebut-sebut pemborosan uang rakyat itu juga mencuat dan dipaparkan salah satu fraksi, saat penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar LPP APBD Bupati Jember Tahun 2021, di gedung dewan (19/7).

Fraksi Nasdem saat itu menyayangkan, mengapa ada dana sebegitu besar yang peruntukannya penyediaan obat-obatan, namun justru tidak digunakan. “Nilai Rp 7 miliar lebih ini sangat besar. Ini adalah sesuatu yang mubazir,” kata Ketua Fraksi Nasdem Gembong Konsul Alam, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/