alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Separuh Nakes Puskesmas Silo Terpapar Korona

Satu Meninggal, Sebagian Isoman, Lainnya Sembuh

Mobile_AP_Rectangle 1

Dampak dari banyaknya nakes Puskesmas Silo Jember terpapar Covid-19 membuat beberapa pelayanan terganggu. Salah satunya yaitu rawat inap. Jika biasanya bisa dilakukan, namun untuk sementara waktu ditiadakan. “Sepertinya rawat inap tidak bisa dijalankan,” imbuhnya.

Dikatakannya, tidak semua nakes di Puskesmas Silo terpapar korona. Jumlah 26 itu sekitar separuh dari total pegawai di sana. “Total pegawai Puskesmas Silo sekitar 50 orang,” jelas dr Alfi. Warga Silo maupun masyarakat di Jember diharapkan tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Reporter : Nur Hariri
otografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dampak dari banyaknya nakes Puskesmas Silo Jember terpapar Covid-19 membuat beberapa pelayanan terganggu. Salah satunya yaitu rawat inap. Jika biasanya bisa dilakukan, namun untuk sementara waktu ditiadakan. “Sepertinya rawat inap tidak bisa dijalankan,” imbuhnya.

Dikatakannya, tidak semua nakes di Puskesmas Silo terpapar korona. Jumlah 26 itu sekitar separuh dari total pegawai di sana. “Total pegawai Puskesmas Silo sekitar 50 orang,” jelas dr Alfi. Warga Silo maupun masyarakat di Jember diharapkan tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Reporter : Nur Hariri
otografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

Dampak dari banyaknya nakes Puskesmas Silo Jember terpapar Covid-19 membuat beberapa pelayanan terganggu. Salah satunya yaitu rawat inap. Jika biasanya bisa dilakukan, namun untuk sementara waktu ditiadakan. “Sepertinya rawat inap tidak bisa dijalankan,” imbuhnya.

Dikatakannya, tidak semua nakes di Puskesmas Silo terpapar korona. Jumlah 26 itu sekitar separuh dari total pegawai di sana. “Total pegawai Puskesmas Silo sekitar 50 orang,” jelas dr Alfi. Warga Silo maupun masyarakat di Jember diharapkan tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Reporter : Nur Hariri
otografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/