alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Muncul Wacana Perpanjangan Kerja Pansus Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa kerja Pansus Covid-19 DPRD Jember berakhir per hari ini. Selasa (22/6) siang ini pun rencananya akan digelar paripurna. Belakangan, wacana perpanjangan kerja pansus justru berkembang di parlemen.

Selama kerja, Pansus Covid-19 ini menemukan sejumlah program yang dinilai tidak terencana dengan baik. Seperti temuan sejumlah orang meninggal tetap menjadi sasaran bantuan Covid-19, adanya sembako yang tidak terdistribusi hingga rusak, bantuan tenda untuk UMKM yang ngendon lama, dan pengerjaan wastafel yang dinilai tidak memberikan banyak manfaat.

Ketua Pansus Covid-19 David Handoko Seto mengaku, semua temuan pansus akan dilaporkan dalam sidang paripurna. “Temuan-temuan itu sudah kami catat seluruhnya untuk laporan pansus ke pimpinan dewan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Temuan-temuan pansus, menurut dia, banyak mencium program yang tidak direncanakan dengan baik. “Alhasil, pelaksanaan program tidak tepat sasaran. Lihat saja, satgas menganggarkan Rp 479 miliar, tetapi program penanganan tidak jelas. Kalau perencanaannya baik, serapan anggaran pasti maksimal,” ucap politisi Partai NasDem itu.

Kaitan dengan penggunaan refocusing anggaran dana korona itu menjadi salah satu penyebab mencuatnya wacana perpanjangan pansus. “Selain banyak temuan kegiatan di lapangan, masalah anggaran juga menjadi temuan BPK. Jadi, wacana itu muncul karena penggunaan anggaran diduga banyak yang bermasalah,” jelas David.

Anggota Pansus Covid-19 lainnya, Mufid, membenarkan adanya wacana perpanjangan masa kerja pansus tersebut. “Salah satu yang menjadi pertimbangan usulan perpanjangan adalah temuan BPK,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa kerja Pansus Covid-19 DPRD Jember berakhir per hari ini. Selasa (22/6) siang ini pun rencananya akan digelar paripurna. Belakangan, wacana perpanjangan kerja pansus justru berkembang di parlemen.

Selama kerja, Pansus Covid-19 ini menemukan sejumlah program yang dinilai tidak terencana dengan baik. Seperti temuan sejumlah orang meninggal tetap menjadi sasaran bantuan Covid-19, adanya sembako yang tidak terdistribusi hingga rusak, bantuan tenda untuk UMKM yang ngendon lama, dan pengerjaan wastafel yang dinilai tidak memberikan banyak manfaat.

Ketua Pansus Covid-19 David Handoko Seto mengaku, semua temuan pansus akan dilaporkan dalam sidang paripurna. “Temuan-temuan itu sudah kami catat seluruhnya untuk laporan pansus ke pimpinan dewan,” katanya.

Temuan-temuan pansus, menurut dia, banyak mencium program yang tidak direncanakan dengan baik. “Alhasil, pelaksanaan program tidak tepat sasaran. Lihat saja, satgas menganggarkan Rp 479 miliar, tetapi program penanganan tidak jelas. Kalau perencanaannya baik, serapan anggaran pasti maksimal,” ucap politisi Partai NasDem itu.

Kaitan dengan penggunaan refocusing anggaran dana korona itu menjadi salah satu penyebab mencuatnya wacana perpanjangan pansus. “Selain banyak temuan kegiatan di lapangan, masalah anggaran juga menjadi temuan BPK. Jadi, wacana itu muncul karena penggunaan anggaran diduga banyak yang bermasalah,” jelas David.

Anggota Pansus Covid-19 lainnya, Mufid, membenarkan adanya wacana perpanjangan masa kerja pansus tersebut. “Salah satu yang menjadi pertimbangan usulan perpanjangan adalah temuan BPK,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa kerja Pansus Covid-19 DPRD Jember berakhir per hari ini. Selasa (22/6) siang ini pun rencananya akan digelar paripurna. Belakangan, wacana perpanjangan kerja pansus justru berkembang di parlemen.

Selama kerja, Pansus Covid-19 ini menemukan sejumlah program yang dinilai tidak terencana dengan baik. Seperti temuan sejumlah orang meninggal tetap menjadi sasaran bantuan Covid-19, adanya sembako yang tidak terdistribusi hingga rusak, bantuan tenda untuk UMKM yang ngendon lama, dan pengerjaan wastafel yang dinilai tidak memberikan banyak manfaat.

Ketua Pansus Covid-19 David Handoko Seto mengaku, semua temuan pansus akan dilaporkan dalam sidang paripurna. “Temuan-temuan itu sudah kami catat seluruhnya untuk laporan pansus ke pimpinan dewan,” katanya.

Temuan-temuan pansus, menurut dia, banyak mencium program yang tidak direncanakan dengan baik. “Alhasil, pelaksanaan program tidak tepat sasaran. Lihat saja, satgas menganggarkan Rp 479 miliar, tetapi program penanganan tidak jelas. Kalau perencanaannya baik, serapan anggaran pasti maksimal,” ucap politisi Partai NasDem itu.

Kaitan dengan penggunaan refocusing anggaran dana korona itu menjadi salah satu penyebab mencuatnya wacana perpanjangan pansus. “Selain banyak temuan kegiatan di lapangan, masalah anggaran juga menjadi temuan BPK. Jadi, wacana itu muncul karena penggunaan anggaran diduga banyak yang bermasalah,” jelas David.

Anggota Pansus Covid-19 lainnya, Mufid, membenarkan adanya wacana perpanjangan masa kerja pansus tersebut. “Salah satu yang menjadi pertimbangan usulan perpanjangan adalah temuan BPK,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/