alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jember Tanpa Zona Merah, Akankah Bertahan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember seolah tak ada habisnya. Setiap hari selalu ada penambahan. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 6.361 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 20 Februari lalu. Dari total tersebut, ada sebanyak 111 pasien yang masih menjalani perawatan. Sementara itu, 398 pasien dinyatakan meninggal dan 5.825 pasien berhasil sembuh.

Dalam waktu sepekan ini, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 159 orang. Sementara itu, total kematian mencapai 18 jiwa, mulai 14 Februari hingga 20 Februari. Untuk sementara ini, kecamatan kota menjadi pemegang rekor kasus terkonfirmasi tertinggi se-Jember. Yakni Kecamatan Sumbersari (1.119 kasus), Kecamatan Kaliwates (1.033 kasus), dan Kecamatan Patrang (591 kasus).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada perkembangan dalam kasus Covid-19 per kecamatan. “Ada penurunan kasus sehingga membuat warna zona beralih dari merah menjadi oranye. Ada juga yang sudah menjadi kuning,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejak 18 Februari hingga 20 Februari, lanjutnya, tercatat tak ada kecamatan berzona merah. “Sedangkan sebelumnya, ada enam kecamatan dalam zona merah,” paparnya. Yakni Kecamatan Kalisat mulai 6-12 Februari, Kecamatan Ledokombo mulai 8-9 Februari, Kecamatan Sukowono mulai 9-14 Februari, Kecamatan Arjasa 10-15 Februari, Kecamatan Silo pada 13 Februari, dan Kecamatan Jombang pada 11-17 Februari.

“Adanya penurunan dari zona merah ke oranye dipengaruhi adanya penurunan kasus positif Covid-19 di daerah tersebut, sedangkan turunnya ke zona hijau dipengaruhi juga oleh menurunnya kasus positif plus tak adanya suspect dalam tujuh hari terakhir,” papar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jember itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember seolah tak ada habisnya. Setiap hari selalu ada penambahan. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 6.361 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 20 Februari lalu. Dari total tersebut, ada sebanyak 111 pasien yang masih menjalani perawatan. Sementara itu, 398 pasien dinyatakan meninggal dan 5.825 pasien berhasil sembuh.

Dalam waktu sepekan ini, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 159 orang. Sementara itu, total kematian mencapai 18 jiwa, mulai 14 Februari hingga 20 Februari. Untuk sementara ini, kecamatan kota menjadi pemegang rekor kasus terkonfirmasi tertinggi se-Jember. Yakni Kecamatan Sumbersari (1.119 kasus), Kecamatan Kaliwates (1.033 kasus), dan Kecamatan Patrang (591 kasus).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada perkembangan dalam kasus Covid-19 per kecamatan. “Ada penurunan kasus sehingga membuat warna zona beralih dari merah menjadi oranye. Ada juga yang sudah menjadi kuning,” ungkapnya.

Sejak 18 Februari hingga 20 Februari, lanjutnya, tercatat tak ada kecamatan berzona merah. “Sedangkan sebelumnya, ada enam kecamatan dalam zona merah,” paparnya. Yakni Kecamatan Kalisat mulai 6-12 Februari, Kecamatan Ledokombo mulai 8-9 Februari, Kecamatan Sukowono mulai 9-14 Februari, Kecamatan Arjasa 10-15 Februari, Kecamatan Silo pada 13 Februari, dan Kecamatan Jombang pada 11-17 Februari.

“Adanya penurunan dari zona merah ke oranye dipengaruhi adanya penurunan kasus positif Covid-19 di daerah tersebut, sedangkan turunnya ke zona hijau dipengaruhi juga oleh menurunnya kasus positif plus tak adanya suspect dalam tujuh hari terakhir,” papar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jember itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember seolah tak ada habisnya. Setiap hari selalu ada penambahan. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 6.361 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 20 Februari lalu. Dari total tersebut, ada sebanyak 111 pasien yang masih menjalani perawatan. Sementara itu, 398 pasien dinyatakan meninggal dan 5.825 pasien berhasil sembuh.

Dalam waktu sepekan ini, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 159 orang. Sementara itu, total kematian mencapai 18 jiwa, mulai 14 Februari hingga 20 Februari. Untuk sementara ini, kecamatan kota menjadi pemegang rekor kasus terkonfirmasi tertinggi se-Jember. Yakni Kecamatan Sumbersari (1.119 kasus), Kecamatan Kaliwates (1.033 kasus), dan Kecamatan Patrang (591 kasus).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada perkembangan dalam kasus Covid-19 per kecamatan. “Ada penurunan kasus sehingga membuat warna zona beralih dari merah menjadi oranye. Ada juga yang sudah menjadi kuning,” ungkapnya.

Sejak 18 Februari hingga 20 Februari, lanjutnya, tercatat tak ada kecamatan berzona merah. “Sedangkan sebelumnya, ada enam kecamatan dalam zona merah,” paparnya. Yakni Kecamatan Kalisat mulai 6-12 Februari, Kecamatan Ledokombo mulai 8-9 Februari, Kecamatan Sukowono mulai 9-14 Februari, Kecamatan Arjasa 10-15 Februari, Kecamatan Silo pada 13 Februari, dan Kecamatan Jombang pada 11-17 Februari.

“Adanya penurunan dari zona merah ke oranye dipengaruhi adanya penurunan kasus positif Covid-19 di daerah tersebut, sedangkan turunnya ke zona hijau dipengaruhi juga oleh menurunnya kasus positif plus tak adanya suspect dalam tujuh hari terakhir,” papar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jember itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/