Pemkab – TNI Kunjungi Pasien Bibir Sumbing

Beri Semangat: Bersama beberapa pasien bibir sumbing yang menunggu giliran dioperasi di RSBS

RADARJEMBER.ID- Sabtu (18/8) pekan lalu, sebanyak 11 pasien bibir sumbing mendapatkan giliran operasi di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember. Untuk memberikan semangat dan motivasi, Pemkab Jember dan Kodim 0824 secara khusus datang mengunjungi para pasien yang mayoritas anak-anak.

IKLAN

Hadi Mulyono, Asisten I Pemkab Jember mengatakan, pihaknya turut bersyukur atas adanya program aksi kemanusiaan operasi gratis bagi duafa yang selama ini dilaksanakan oleh RSBS. karena banyak masyarakat yang tidak mampu dapat terbantu.

“Mereka yang menderita bibir sumbing, kepercayaan dirinya pasti akan terganggu. Setelah dioperasi mudah-mudahan mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mayor Infanteri Sampak HS, kepala Staf Kodim 0824. Para pasien yang menderita bibir sumbing ini adalah orang-orang pilihan. Sebab, kondisi yang tidak sempurna itu dapat disebut juga sebagai ujian dan cobaan, tidak hanya bagi diri sendiri namun juga lingkungan keluarganya.

“Belum tentu semua orang bisa menghadapi ujian seperti ini. Tetapi kalau saya lihat, insyaallah mereka sudah tidak sabar untuk melihat senyuman yang baru,” ujarnya. Usai berkunjung, TNI sebagai bagian dari masyarakat juga siap untuk membantu dan mengakomodir apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan dalam hal kesehatan.

Sementara itu, Pgs Direktur drg Yunita Puspita Sari Pakpahan MKes menjelaskan, pasien yang dioperasi adalah yang sebelumnya sudah menjalani screening. Dari 11 pasien yang dioperasi 10 di antaranya dilakukan dengan general anestesi, dan 1 orang dengan lokal anestesi. Selanjutnya, pasien akan dijadwalkan kontrol tahap pertama pada Selasa (21/8).

“Pada saat kontrol nanti akan dilihat bagaimana hasil operasinya. Peran keluarga dalam merawat pasien pasca operasi juga sangat berpengaruh. Sebab, pasien bibir sumbing yang sudah dioperasi memerlukan perlakuan khusus, semisal minum dengan sendok (tidak ngedot pada bayi),” ungkapnya.

Rasa bahagia terlihat dari wajah Yuli, 43, orang tua dari Bobby, salah satu pasien bibir sumbing. Diceritakan, dirinya sempat tidak mengetahui jika sedang hamil. Namun perasaan bahagia bercampur sedih akhirnya muncul saat mengetahui kondisi putra keduanya itu.

“Begitu lahir, rasanya ya campur aduk. Ya seneng ya sedih. Dikasih anak lagi tapi kondisinya sumbing. Tapi alhamdulillah ternyata Allah kasih rezeki lagi, anak saya bisa dioperasi gratis,” tuturnya bahagia

Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :