alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Wabah PMK Merembet Tiga Belas Kecamatan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak semakin masif di Kabupaten Lamongan. Sebelumnya sebaran PMK hanya menyasar enam kecamatan, meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sugio, Modo, dan Solokuro.Kini meluas hingga 13 kecamatan, setelah tiga pekan wabah tersebut menyerang hewan ternak di Kota Soto tersebut.

Tujuh kecamatan tambahan yakni Paciran, Babat, Sarirejo, Turi, Ngimbang, Sambeng, dan Lamongan.Wahyudi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan menuturkan, penyebaran ini sudah diprediksi dari awal. Sebab penularannya melalui udara, sehingga lebih mudah.

“Selain itu banyak populasi yang masih tinggal dalam satu kandang. Akibatnya penularan lebih cepat.Untuk sebaran sebenarnya sudah kita antisipasi, tapi ada keterlambatan karena kemunculan gejalanya memang tidak sama. Sehingga untuk ternak yang sakit segera dipisahkan,” ujar Wahyudi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Wahyudi, dari 566 populasi yang tersebar di 13 kecamatan. Ada 403 ternak sudah tertular. Sebanyak 279 hewan ternak diantaranya masih sakit, 84 sembuh, 32 dijual, enam mati, dan sisanya masih dalam pemantauan.Peternak mulai diberikan edukasi untuk mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan dialami hewan ternak.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak semakin masif di Kabupaten Lamongan. Sebelumnya sebaran PMK hanya menyasar enam kecamatan, meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sugio, Modo, dan Solokuro.Kini meluas hingga 13 kecamatan, setelah tiga pekan wabah tersebut menyerang hewan ternak di Kota Soto tersebut.

Tujuh kecamatan tambahan yakni Paciran, Babat, Sarirejo, Turi, Ngimbang, Sambeng, dan Lamongan.Wahyudi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan menuturkan, penyebaran ini sudah diprediksi dari awal. Sebab penularannya melalui udara, sehingga lebih mudah.

“Selain itu banyak populasi yang masih tinggal dalam satu kandang. Akibatnya penularan lebih cepat.Untuk sebaran sebenarnya sudah kita antisipasi, tapi ada keterlambatan karena kemunculan gejalanya memang tidak sama. Sehingga untuk ternak yang sakit segera dipisahkan,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, dari 566 populasi yang tersebar di 13 kecamatan. Ada 403 ternak sudah tertular. Sebanyak 279 hewan ternak diantaranya masih sakit, 84 sembuh, 32 dijual, enam mati, dan sisanya masih dalam pemantauan.Peternak mulai diberikan edukasi untuk mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan dialami hewan ternak.

RADARJEMBER.ID – Perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak semakin masif di Kabupaten Lamongan. Sebelumnya sebaran PMK hanya menyasar enam kecamatan, meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sugio, Modo, dan Solokuro.Kini meluas hingga 13 kecamatan, setelah tiga pekan wabah tersebut menyerang hewan ternak di Kota Soto tersebut.

Tujuh kecamatan tambahan yakni Paciran, Babat, Sarirejo, Turi, Ngimbang, Sambeng, dan Lamongan.Wahyudi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan menuturkan, penyebaran ini sudah diprediksi dari awal. Sebab penularannya melalui udara, sehingga lebih mudah.

“Selain itu banyak populasi yang masih tinggal dalam satu kandang. Akibatnya penularan lebih cepat.Untuk sebaran sebenarnya sudah kita antisipasi, tapi ada keterlambatan karena kemunculan gejalanya memang tidak sama. Sehingga untuk ternak yang sakit segera dipisahkan,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, dari 566 populasi yang tersebar di 13 kecamatan. Ada 403 ternak sudah tertular. Sebanyak 279 hewan ternak diantaranya masih sakit, 84 sembuh, 32 dijual, enam mati, dan sisanya masih dalam pemantauan.Peternak mulai diberikan edukasi untuk mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan dialami hewan ternak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/