30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Komitmen Sediakan Pelayanan Kesehatan Gratis dengan Prima

Bupati Pastikan Program J-Pasti Kueren Akan Terus Digeber

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP atau lebih dikenal dengan program J-Pasti Kueren terus berlangsung hingga saat ini. Adanya program ini membantu para masyarakat untuk bisa berobat tanpa perlu menyiapkan persyaratan surat-surat lainnya.

Beri Percontohan Desa Sadar PHBS

Bupati Jember Hendy Siswanto terus memberikan arahan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember terkait pelaksanaan program ini. Arahan yang diberikan ini dimaksudkan agar program ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan awalnya yakni mendorong agar masyarakat mendapatkan Universal Health Coverage (UHC). UHC ini yakni sistem penjaminan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan. “Jadi harus dipastikan bahwa semua warga sudah ter-cover jaminan kesehatannya,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia juga memberikan apresiasi terhadap Dinkes terhadap kinerja yang dilakukan selama ini menjadi garda terdepan bagi masyarakat. “Salah satunya melalui program J-Pasti Kueren dengan memberikan perawatan gratis kelas tiga di RSD dr Soebandi, RSD Kalisat, dan RSD Balung,” jelas Bupati Hendy.

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak dari adanya program J-Pasti Kueren ini. Namun masih banyak pula masyarakat yang belum menerima haknya. Hal ini,lanjutnya, karena belum tersebarnya informasi secara meluas. “Saya meminta teman-teman untuk memaksimalkan program J-Pasti Kueren,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat fungsional, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (18/11) lalu.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Jember Lilik Lailiyah mengatakan jika program J-Pasti Kueren ini dipergunakan untuk seterusnya. Selain itu pelayanan kesehatan yang diberikan di sini yakni pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau. “Sehingga di sini melindungi masyarakat yang belum terlindungi asuransi kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, berbagai macam asuransi kesehatan sangat beragam. Ada yang mandiri dan ada yang diwajibkan seperti kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). “Untuk yang tidak terlindungi inilah, kita biayai menggunakan J-Pasti Kueren,” ungkap Lilik.

Karena syarat dari penggunaan program ini adalah KTP. Maka warga harus memiliki KTP untuk bisa mendapatkan program ini. Tetapi jika dalam kasus ada warga yang tidak memiliki KTP, rumah sakit akan tetap melayani pasien yang sakit tersebut. Hanya saja, RS bekerjasama dengan Tim Rujukan Sosial (TRS) yang berada di masing-masing RS untuk mengkonfirmasi dan membantu pasien agar memiliki KTP.

Tak hanya membantu masyarakat untuk memiliki KTP, TRS akan melakukan validasi-validasi apakah pasien ini mampu atau tidak. Karena ini akan berkaitan dengan penggunaan kartu BPJS. Jika dalam proses validasi warga dianggap mampu untuk membayar mandiri BPJS, maka akan didorong untuk memiliki BPJS mandiri. Tetapi jika masyarakat dirasa memang benar-benar tidak mampu, maka akan didaftarkan untuk mendapatkan BPJS dengan program bantuan pemerintah. “Jadi validasi-validasi yang dilakukan harus benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (mg3/mau/nur)

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP atau lebih dikenal dengan program J-Pasti Kueren terus berlangsung hingga saat ini. Adanya program ini membantu para masyarakat untuk bisa berobat tanpa perlu menyiapkan persyaratan surat-surat lainnya.

Beri Percontohan Desa Sadar PHBS

Bupati Jember Hendy Siswanto terus memberikan arahan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember terkait pelaksanaan program ini. Arahan yang diberikan ini dimaksudkan agar program ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan awalnya yakni mendorong agar masyarakat mendapatkan Universal Health Coverage (UHC). UHC ini yakni sistem penjaminan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan. “Jadi harus dipastikan bahwa semua warga sudah ter-cover jaminan kesehatannya,” ucapnya.

Selain itu, dia juga memberikan apresiasi terhadap Dinkes terhadap kinerja yang dilakukan selama ini menjadi garda terdepan bagi masyarakat. “Salah satunya melalui program J-Pasti Kueren dengan memberikan perawatan gratis kelas tiga di RSD dr Soebandi, RSD Kalisat, dan RSD Balung,” jelas Bupati Hendy.

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak dari adanya program J-Pasti Kueren ini. Namun masih banyak pula masyarakat yang belum menerima haknya. Hal ini,lanjutnya, karena belum tersebarnya informasi secara meluas. “Saya meminta teman-teman untuk memaksimalkan program J-Pasti Kueren,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat fungsional, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (18/11) lalu.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Jember Lilik Lailiyah mengatakan jika program J-Pasti Kueren ini dipergunakan untuk seterusnya. Selain itu pelayanan kesehatan yang diberikan di sini yakni pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau. “Sehingga di sini melindungi masyarakat yang belum terlindungi asuransi kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, berbagai macam asuransi kesehatan sangat beragam. Ada yang mandiri dan ada yang diwajibkan seperti kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). “Untuk yang tidak terlindungi inilah, kita biayai menggunakan J-Pasti Kueren,” ungkap Lilik.

Karena syarat dari penggunaan program ini adalah KTP. Maka warga harus memiliki KTP untuk bisa mendapatkan program ini. Tetapi jika dalam kasus ada warga yang tidak memiliki KTP, rumah sakit akan tetap melayani pasien yang sakit tersebut. Hanya saja, RS bekerjasama dengan Tim Rujukan Sosial (TRS) yang berada di masing-masing RS untuk mengkonfirmasi dan membantu pasien agar memiliki KTP.

Tak hanya membantu masyarakat untuk memiliki KTP, TRS akan melakukan validasi-validasi apakah pasien ini mampu atau tidak. Karena ini akan berkaitan dengan penggunaan kartu BPJS. Jika dalam proses validasi warga dianggap mampu untuk membayar mandiri BPJS, maka akan didorong untuk memiliki BPJS mandiri. Tetapi jika masyarakat dirasa memang benar-benar tidak mampu, maka akan didaftarkan untuk mendapatkan BPJS dengan program bantuan pemerintah. “Jadi validasi-validasi yang dilakukan harus benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (mg3/mau/nur)

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP atau lebih dikenal dengan program J-Pasti Kueren terus berlangsung hingga saat ini. Adanya program ini membantu para masyarakat untuk bisa berobat tanpa perlu menyiapkan persyaratan surat-surat lainnya.

Beri Percontohan Desa Sadar PHBS

Bupati Jember Hendy Siswanto terus memberikan arahan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember terkait pelaksanaan program ini. Arahan yang diberikan ini dimaksudkan agar program ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan awalnya yakni mendorong agar masyarakat mendapatkan Universal Health Coverage (UHC). UHC ini yakni sistem penjaminan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan. “Jadi harus dipastikan bahwa semua warga sudah ter-cover jaminan kesehatannya,” ucapnya.

Selain itu, dia juga memberikan apresiasi terhadap Dinkes terhadap kinerja yang dilakukan selama ini menjadi garda terdepan bagi masyarakat. “Salah satunya melalui program J-Pasti Kueren dengan memberikan perawatan gratis kelas tiga di RSD dr Soebandi, RSD Kalisat, dan RSD Balung,” jelas Bupati Hendy.

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak dari adanya program J-Pasti Kueren ini. Namun masih banyak pula masyarakat yang belum menerima haknya. Hal ini,lanjutnya, karena belum tersebarnya informasi secara meluas. “Saya meminta teman-teman untuk memaksimalkan program J-Pasti Kueren,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat fungsional, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (18/11) lalu.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Jember Lilik Lailiyah mengatakan jika program J-Pasti Kueren ini dipergunakan untuk seterusnya. Selain itu pelayanan kesehatan yang diberikan di sini yakni pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau. “Sehingga di sini melindungi masyarakat yang belum terlindungi asuransi kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, berbagai macam asuransi kesehatan sangat beragam. Ada yang mandiri dan ada yang diwajibkan seperti kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). “Untuk yang tidak terlindungi inilah, kita biayai menggunakan J-Pasti Kueren,” ungkap Lilik.

Karena syarat dari penggunaan program ini adalah KTP. Maka warga harus memiliki KTP untuk bisa mendapatkan program ini. Tetapi jika dalam kasus ada warga yang tidak memiliki KTP, rumah sakit akan tetap melayani pasien yang sakit tersebut. Hanya saja, RS bekerjasama dengan Tim Rujukan Sosial (TRS) yang berada di masing-masing RS untuk mengkonfirmasi dan membantu pasien agar memiliki KTP.

Tak hanya membantu masyarakat untuk memiliki KTP, TRS akan melakukan validasi-validasi apakah pasien ini mampu atau tidak. Karena ini akan berkaitan dengan penggunaan kartu BPJS. Jika dalam proses validasi warga dianggap mampu untuk membayar mandiri BPJS, maka akan didorong untuk memiliki BPJS mandiri. Tetapi jika masyarakat dirasa memang benar-benar tidak mampu, maka akan didaftarkan untuk mendapatkan BPJS dengan program bantuan pemerintah. “Jadi validasi-validasi yang dilakukan harus benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (mg3/mau/nur)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/