30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Beri Percontohan Desa Sadar PHBS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terciptanya masyarakat Jember sehat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari, menjadi salah satu keinginan yang terus diwujudkan Bupati Jember Hendy Siswanto. Salah satunya dengan membuat penduduk terbebas dari membuang air besar di sungai. Bupati Hendy akan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang tidak lagi melakukannya.

Komitmen Sediakan Pelayanan Kesehatan Gratis dengan Prima

Membuang hajat di sungai atau di tempat selain jamban dianggap menyalahi konsep hidup sehat. Sebab bisa menjadi media bakteri menjadi penyakit yang bisa menyebar ke manusia yang lain. Kemudian akan banyak masalah yang menyertainya. Selain menurunkan kesehatan, daya tahan tubuh, juga membuat pemicu lingkungan yang tidak nyaman. Hendy menegaskan kepada masyarakat agar menerapkan PHBS sehari-hari. “Dengan menerapkan itu, lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arahan itu dilakukan dengan tidak membuang air besar di sembarang tempat. Seperti yang masih kebanyakan masyarakat Jember lakukan. Dia berharap masing-masing rumah memiliki jamban sendiri. Jika masih belum bisa, setidaknya dalam satu desa ada jamban umum yang bisa dimanfaatkan seluruh warga. “Stop buang air besar sembarangan, ini penting bagi kita semua. Hilangkan tradisi yang dulu itu. Kalau buang air besar di toilet atau jamban,” pintanya.

Apalagi pada musim hujan saat ini, banyak hal yang harus dipastikan kebersihannya. Mulai urusan genangan air di sekitar rumah hingga soal kebersihan sungai. “Saat ini memasuki musim hujan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi penting. Selokan, irigasi, aliran air harap dibersihkan, pastikan tidak ada hambatan sehingga ketika hujan tidak meluap,” jelas Bupati Hendy.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Hendy menyerahkan sertifikat kepada dua desa di Jember. Yang menyatakan bahwa desa tersebut telah terbebas dari masyarakat yang membuang air besar di sungai. Dia berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi desa lain yang masih dalam upaya untuk mewujudkan hal serupa. (sil/mau)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terciptanya masyarakat Jember sehat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari, menjadi salah satu keinginan yang terus diwujudkan Bupati Jember Hendy Siswanto. Salah satunya dengan membuat penduduk terbebas dari membuang air besar di sungai. Bupati Hendy akan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang tidak lagi melakukannya.

Komitmen Sediakan Pelayanan Kesehatan Gratis dengan Prima

Membuang hajat di sungai atau di tempat selain jamban dianggap menyalahi konsep hidup sehat. Sebab bisa menjadi media bakteri menjadi penyakit yang bisa menyebar ke manusia yang lain. Kemudian akan banyak masalah yang menyertainya. Selain menurunkan kesehatan, daya tahan tubuh, juga membuat pemicu lingkungan yang tidak nyaman. Hendy menegaskan kepada masyarakat agar menerapkan PHBS sehari-hari. “Dengan menerapkan itu, lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Arahan itu dilakukan dengan tidak membuang air besar di sembarang tempat. Seperti yang masih kebanyakan masyarakat Jember lakukan. Dia berharap masing-masing rumah memiliki jamban sendiri. Jika masih belum bisa, setidaknya dalam satu desa ada jamban umum yang bisa dimanfaatkan seluruh warga. “Stop buang air besar sembarangan, ini penting bagi kita semua. Hilangkan tradisi yang dulu itu. Kalau buang air besar di toilet atau jamban,” pintanya.

Apalagi pada musim hujan saat ini, banyak hal yang harus dipastikan kebersihannya. Mulai urusan genangan air di sekitar rumah hingga soal kebersihan sungai. “Saat ini memasuki musim hujan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi penting. Selokan, irigasi, aliran air harap dibersihkan, pastikan tidak ada hambatan sehingga ketika hujan tidak meluap,” jelas Bupati Hendy.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Hendy menyerahkan sertifikat kepada dua desa di Jember. Yang menyatakan bahwa desa tersebut telah terbebas dari masyarakat yang membuang air besar di sungai. Dia berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi desa lain yang masih dalam upaya untuk mewujudkan hal serupa. (sil/mau)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terciptanya masyarakat Jember sehat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari, menjadi salah satu keinginan yang terus diwujudkan Bupati Jember Hendy Siswanto. Salah satunya dengan membuat penduduk terbebas dari membuang air besar di sungai. Bupati Hendy akan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang tidak lagi melakukannya.

Komitmen Sediakan Pelayanan Kesehatan Gratis dengan Prima

Membuang hajat di sungai atau di tempat selain jamban dianggap menyalahi konsep hidup sehat. Sebab bisa menjadi media bakteri menjadi penyakit yang bisa menyebar ke manusia yang lain. Kemudian akan banyak masalah yang menyertainya. Selain menurunkan kesehatan, daya tahan tubuh, juga membuat pemicu lingkungan yang tidak nyaman. Hendy menegaskan kepada masyarakat agar menerapkan PHBS sehari-hari. “Dengan menerapkan itu, lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Arahan itu dilakukan dengan tidak membuang air besar di sembarang tempat. Seperti yang masih kebanyakan masyarakat Jember lakukan. Dia berharap masing-masing rumah memiliki jamban sendiri. Jika masih belum bisa, setidaknya dalam satu desa ada jamban umum yang bisa dimanfaatkan seluruh warga. “Stop buang air besar sembarangan, ini penting bagi kita semua. Hilangkan tradisi yang dulu itu. Kalau buang air besar di toilet atau jamban,” pintanya.

Apalagi pada musim hujan saat ini, banyak hal yang harus dipastikan kebersihannya. Mulai urusan genangan air di sekitar rumah hingga soal kebersihan sungai. “Saat ini memasuki musim hujan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi penting. Selokan, irigasi, aliran air harap dibersihkan, pastikan tidak ada hambatan sehingga ketika hujan tidak meluap,” jelas Bupati Hendy.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Hendy menyerahkan sertifikat kepada dua desa di Jember. Yang menyatakan bahwa desa tersebut telah terbebas dari masyarakat yang membuang air besar di sungai. Dia berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi desa lain yang masih dalam upaya untuk mewujudkan hal serupa. (sil/mau)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/