alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Dua Tenda Darurat di RS dr Soebandi dibongkar, Ini Alasannya

Pasien Menurun, Tenda Darurat Dibongkar

Mobile_AP_Rectangle 1

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada Kamis, 19 Agustus, pukul 16.39, sebanyak 63 persen ruang ICU Covid-19 kosong. Sementara, untuk ruang isolasi Covid-19 tercatat 64 persen juga kosong. Sehingga, dari total 115 bed, yang terisi hanya 42 dan yang kosong 73 ranjang perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi menyebut, keberadaan tenda di RS Soebandi tidak lain untuk membantu antrean UGD di rumah sakit. Setelah angka pasien yang masuk ke rumah sakit menurun, maka antrean tidak seperti dulu lagi. “PPKM tetap, karena belum dicabut. Jadi, tetap waspada,” jelasnya.

Reporter : Dwi Siswanto dan Nur Hariri

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada Kamis, 19 Agustus, pukul 16.39, sebanyak 63 persen ruang ICU Covid-19 kosong. Sementara, untuk ruang isolasi Covid-19 tercatat 64 persen juga kosong. Sehingga, dari total 115 bed, yang terisi hanya 42 dan yang kosong 73 ranjang perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi menyebut, keberadaan tenda di RS Soebandi tidak lain untuk membantu antrean UGD di rumah sakit. Setelah angka pasien yang masuk ke rumah sakit menurun, maka antrean tidak seperti dulu lagi. “PPKM tetap, karena belum dicabut. Jadi, tetap waspada,” jelasnya.

Reporter : Dwi Siswanto dan Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pada Kamis, 19 Agustus, pukul 16.39, sebanyak 63 persen ruang ICU Covid-19 kosong. Sementara, untuk ruang isolasi Covid-19 tercatat 64 persen juga kosong. Sehingga, dari total 115 bed, yang terisi hanya 42 dan yang kosong 73 ranjang perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi menyebut, keberadaan tenda di RS Soebandi tidak lain untuk membantu antrean UGD di rumah sakit. Setelah angka pasien yang masuk ke rumah sakit menurun, maka antrean tidak seperti dulu lagi. “PPKM tetap, karena belum dicabut. Jadi, tetap waspada,” jelasnya.

Reporter : Dwi Siswanto dan Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/