RSBS Lepas Perawat ke Arab Saudi

SIAP BERANGKAT: Perawat yang terlatih siap membangun mind, body, & soul di Rumah Sakit Arab Saudi.

RADAR JEMBER.ID – Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS) melepas perawat terlatih bekerja di luar negeri. Tahun ini, perawat yang telah terlatih di Bina Sehat Training Center (BSTC) berkesempatan bekerja di Atba Al Asr General Medical Complex, Arab Saudi. Suasana haru nan bahagia pun terlihat saat seremonial berlangsung, (19/8) kemarin.

IKLAN

Direktur RSBS, drg Yunita Puspita Sari P. MKes mengatakan, pemberangkatan tahun 2019 sebanyak tujuh perawat alumni BSTC. Dua orang perawat yaitu Livia Baransyah, SKep Ners dan Aliefi Masari SKep Ners yang selama ini bekerja Di RSBS. Rencananya, dua perawat tersebut akan bergabung dengan lima perawat lainnya yang bekerja di RS Al Huda Genteng Banyuwangi.

Yunita menambahkan, ketujuh perawat tersebut telah lulus dalam serangkaian tes seleksi. Termasuk lulus pemberkasan dan kesiapan dokumen. “Tidak lama lagi, keberangkatan mereka ke Arab Saudi akan diikuti perawat lain yang masih menunggu proses pemberkasan. Mereka sudah menandatangani kontrak dengan masa kerja selama 2 tahun,” terangnya.

Ditegaskannya, perawat-perawat yang bekerja di Arab Saudi ini akan menjadi duta Indonesia dengan menjadi perawat profesional. Mereka siap bersaing dengan perawat negara lain yang sekarang didominasi perawat dari India dan Filipina. “Perawat ini sudah punya pengalaman kerja dan sudah mengikuti pelatihan di Bina Sehat Training Center (BSTC),” tambahnya.

Lebih lanjut, Yunita menjelaskan, pengiriman tenaga perawat ke luar negeri ini adalah amanah dari dr Musytahar Umar Thalib, ayahanda dr Hj Faida MMR. Beliau berharap agar para perawat dapat memenuhi mind, body, & soul. “Ini menjadi misi khusus. Setidaknya, mereka dapat menambah pengetahuan bagi dirinya maupun rekan sejawat, taraf ekonomi keluarga juga meningkat, sekaligus dapat menunaikan umrah dan haji,” paparnya.

Terpenting, imbuh dia, adalah dukungan dan motivasi dari pihak keluarga yang sangat diperlukan. Harapannya, mereka yang telah bekerja di Arab Saudi mendapatkan international experience, baik keterampilan maupun pengetahuan. Apalagi, sejak tahun 2006 hingga 2019, tercatat sebanyak 150 perawat yang dikirim. Ada yang sudah kembali ke Indonesia ada pula yang masih bekerja di sana.

Sementara itu, H. Ahmad Muhaimin, orang tua dari Aliefi Masari SKep Ners mengungkapkan jika dia tak menduga putri sulungnya akan bekerja di luar negeri. Dia berharap yang terbaik bagi anaknya. “Sejujurnya, sebagian kecil perasaan saya berat untuk melepaskan Aliefi. Tapi sebagian besar lainnya ada kebanggaan tersendiri. Apalagi melihat tekadnya sudah bulat untuk berangkat, Insyaallah saya rida. Sebab, tak hanya membawa nama keluarga dan RSBS, tetapi juga negara Indonesia,” terangnya.

Livia Baransyah, perawat RSBS lulusan S-1 Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya ini mengungkapkan, segala persiapan sudah dilakukan. Keberangkatannya itu pun mendapat restu dari suami dan orang tua. “Ini adalah bentuk komitmen dan pengabdian saya. Jika dibayangkan memang berat, karena harus jauh dari keluarga. Tapi, saya sudah siap. Apalagi ini adalah kesempatan emas. Semoga mendapatkan keberkahan dan kelancaran,” pungkasnya. (*)

Reporter :

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi