alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Lampaui Ambang Batas Stunting WHO

Mobile_AP_Rectangle 1

PACITAN,RADARJEMBER.ID- Pacitan masih sulit terbebas dari stunting. Hingga kemarin (16/6), angka stunting di Pacitan mencapai 22,77 persen. Angka tersebut melampaui ambang batas sebesar 20 persen seoerti ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA: Sewa Kos Per Jam Jadi Tempat Mesum

Kasus stunting di Pacitan masih terbilang tinggi, hal itu seperti dikatakan olehJayuk Susilaningtyas, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Pacitan

Mobile_AP_Rectangle 2

Di Pacitan stunting terdapat di 15 desa. Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, memuncaki daftar dengan jumlah risiko stunting mencapai 1.433 kasus. Disusul Desa/Kecamatan Bandar sebanyak 1.280 kasus. Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, menempati peringkat ketiga 1.120 kasus.

Menurut Jayuk, pangkal masalah stunting adalah minimnya asupan gizi pada anak. Banyak faktor menyebabkan kasus stunting cukup tinggi di Pacitan. Misalnya, pola asuh yang salah dari orang tua. Selain itu, kemiskinan menjadi biang tingginya stunting.

‘’Beberapa kasus yang kami jumpai di Bandar, Nawangan, Tulakan, atau Tegalombo, banyak warga yang masih di bawah umur namun sudah menikah,’’ ujarnya. ‘’Ini memengaruhi tingginya stunting di Pacitan,’’ imbuh Jayuk.

- Advertisement -

PACITAN,RADARJEMBER.ID- Pacitan masih sulit terbebas dari stunting. Hingga kemarin (16/6), angka stunting di Pacitan mencapai 22,77 persen. Angka tersebut melampaui ambang batas sebesar 20 persen seoerti ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA: Sewa Kos Per Jam Jadi Tempat Mesum

Kasus stunting di Pacitan masih terbilang tinggi, hal itu seperti dikatakan olehJayuk Susilaningtyas, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Pacitan

Di Pacitan stunting terdapat di 15 desa. Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, memuncaki daftar dengan jumlah risiko stunting mencapai 1.433 kasus. Disusul Desa/Kecamatan Bandar sebanyak 1.280 kasus. Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, menempati peringkat ketiga 1.120 kasus.

Menurut Jayuk, pangkal masalah stunting adalah minimnya asupan gizi pada anak. Banyak faktor menyebabkan kasus stunting cukup tinggi di Pacitan. Misalnya, pola asuh yang salah dari orang tua. Selain itu, kemiskinan menjadi biang tingginya stunting.

‘’Beberapa kasus yang kami jumpai di Bandar, Nawangan, Tulakan, atau Tegalombo, banyak warga yang masih di bawah umur namun sudah menikah,’’ ujarnya. ‘’Ini memengaruhi tingginya stunting di Pacitan,’’ imbuh Jayuk.

PACITAN,RADARJEMBER.ID- Pacitan masih sulit terbebas dari stunting. Hingga kemarin (16/6), angka stunting di Pacitan mencapai 22,77 persen. Angka tersebut melampaui ambang batas sebesar 20 persen seoerti ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA: Sewa Kos Per Jam Jadi Tempat Mesum

Kasus stunting di Pacitan masih terbilang tinggi, hal itu seperti dikatakan olehJayuk Susilaningtyas, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Pacitan

Di Pacitan stunting terdapat di 15 desa. Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, memuncaki daftar dengan jumlah risiko stunting mencapai 1.433 kasus. Disusul Desa/Kecamatan Bandar sebanyak 1.280 kasus. Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, menempati peringkat ketiga 1.120 kasus.

Menurut Jayuk, pangkal masalah stunting adalah minimnya asupan gizi pada anak. Banyak faktor menyebabkan kasus stunting cukup tinggi di Pacitan. Misalnya, pola asuh yang salah dari orang tua. Selain itu, kemiskinan menjadi biang tingginya stunting.

‘’Beberapa kasus yang kami jumpai di Bandar, Nawangan, Tulakan, atau Tegalombo, banyak warga yang masih di bawah umur namun sudah menikah,’’ ujarnya. ‘’Ini memengaruhi tingginya stunting di Pacitan,’’ imbuh Jayuk.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/