alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Sembuh dari Covid-19, Bisakah Ikut Puasa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada individu sehat, berpuasa tidak hanya memiliki nilai religi, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh selama dilakukan dengan tepat. Namun bagaimana dengan penyintas Covid-19?

Dokter spesialis penyakit dalam RS Bina Sehat Jember dr Frida Lorita Hafidasari Pitoyo SpPD menjelaskan, saat berpuasa, terjadi proses yang disebut autophagy. Yakni proses sel tubuh membersihkan jaringan yang rusak dan diganti dengan sel atau jaringan baru (regenerasi sel) yang lebih sehat.

Namun, lanjut dia, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa kondisi penyakit, baik akut maupun kronis, tertentu yang tidak dianjurkan untuk berpuasa karena dapat memperberat penyakitnya. “Biasanya dokter yang biasa merawat bisa menilai apakah puasa dapat dilakukan dengan aman atau tidak. Oleh sebab itu, pasien perlu melakukan konsultasi beberapa saat menjelang Ramadan. Terlebih di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, di mana beberapa individu terinfeksi virus mematikan tersebut,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

dr Frida melanjutkan, penyintas Covid-19 memiliki spektrum yang bervariasi. Mulai dari tanpa gejala, bergejala ringan, sedang, hingga berat yang mengancam jiwa. Saat ini, berpuasa hanya direkomendasikan pada penyintas Covid-19 tanpa gejala karena belum didapatkan bukti bahwa berpuasa dapat memperberat infeksi.

Namun, pada penyintas Covid-19 yang bergejala, terutama sedang hingga berat, atau pasien yang mengalami demam, tidak dianjurkan berpuasa hingga mengalami periode bebas gejala karena adanya risiko dehidrasi yang berpengaruh buruk terhadap perkembangan penyakitnya. “Demikian juga berpuasa tidak direkomendasikan bagi penyintas Covid-19 dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, liver, atau yang rutin mengonsumsi obat penekan daya tahan tubuh,” katanya.

Proses pemulihan dari infeksi Covid-19 juga bervariasi pada tiap individu, tergantung pada usia, penyakit penyerta, dan keparahan infeksi. Terdapat beberapa kiat agar penyintas Covid-19 cepat pulih dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman. Pertama, pastikan minum air putih atau jus buah dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada individu sehat, berpuasa tidak hanya memiliki nilai religi, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh selama dilakukan dengan tepat. Namun bagaimana dengan penyintas Covid-19?

Dokter spesialis penyakit dalam RS Bina Sehat Jember dr Frida Lorita Hafidasari Pitoyo SpPD menjelaskan, saat berpuasa, terjadi proses yang disebut autophagy. Yakni proses sel tubuh membersihkan jaringan yang rusak dan diganti dengan sel atau jaringan baru (regenerasi sel) yang lebih sehat.

Namun, lanjut dia, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa kondisi penyakit, baik akut maupun kronis, tertentu yang tidak dianjurkan untuk berpuasa karena dapat memperberat penyakitnya. “Biasanya dokter yang biasa merawat bisa menilai apakah puasa dapat dilakukan dengan aman atau tidak. Oleh sebab itu, pasien perlu melakukan konsultasi beberapa saat menjelang Ramadan. Terlebih di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, di mana beberapa individu terinfeksi virus mematikan tersebut,” jelasnya.

dr Frida melanjutkan, penyintas Covid-19 memiliki spektrum yang bervariasi. Mulai dari tanpa gejala, bergejala ringan, sedang, hingga berat yang mengancam jiwa. Saat ini, berpuasa hanya direkomendasikan pada penyintas Covid-19 tanpa gejala karena belum didapatkan bukti bahwa berpuasa dapat memperberat infeksi.

Namun, pada penyintas Covid-19 yang bergejala, terutama sedang hingga berat, atau pasien yang mengalami demam, tidak dianjurkan berpuasa hingga mengalami periode bebas gejala karena adanya risiko dehidrasi yang berpengaruh buruk terhadap perkembangan penyakitnya. “Demikian juga berpuasa tidak direkomendasikan bagi penyintas Covid-19 dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, liver, atau yang rutin mengonsumsi obat penekan daya tahan tubuh,” katanya.

Proses pemulihan dari infeksi Covid-19 juga bervariasi pada tiap individu, tergantung pada usia, penyakit penyerta, dan keparahan infeksi. Terdapat beberapa kiat agar penyintas Covid-19 cepat pulih dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman. Pertama, pastikan minum air putih atau jus buah dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada individu sehat, berpuasa tidak hanya memiliki nilai religi, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh selama dilakukan dengan tepat. Namun bagaimana dengan penyintas Covid-19?

Dokter spesialis penyakit dalam RS Bina Sehat Jember dr Frida Lorita Hafidasari Pitoyo SpPD menjelaskan, saat berpuasa, terjadi proses yang disebut autophagy. Yakni proses sel tubuh membersihkan jaringan yang rusak dan diganti dengan sel atau jaringan baru (regenerasi sel) yang lebih sehat.

Namun, lanjut dia, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa kondisi penyakit, baik akut maupun kronis, tertentu yang tidak dianjurkan untuk berpuasa karena dapat memperberat penyakitnya. “Biasanya dokter yang biasa merawat bisa menilai apakah puasa dapat dilakukan dengan aman atau tidak. Oleh sebab itu, pasien perlu melakukan konsultasi beberapa saat menjelang Ramadan. Terlebih di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, di mana beberapa individu terinfeksi virus mematikan tersebut,” jelasnya.

dr Frida melanjutkan, penyintas Covid-19 memiliki spektrum yang bervariasi. Mulai dari tanpa gejala, bergejala ringan, sedang, hingga berat yang mengancam jiwa. Saat ini, berpuasa hanya direkomendasikan pada penyintas Covid-19 tanpa gejala karena belum didapatkan bukti bahwa berpuasa dapat memperberat infeksi.

Namun, pada penyintas Covid-19 yang bergejala, terutama sedang hingga berat, atau pasien yang mengalami demam, tidak dianjurkan berpuasa hingga mengalami periode bebas gejala karena adanya risiko dehidrasi yang berpengaruh buruk terhadap perkembangan penyakitnya. “Demikian juga berpuasa tidak direkomendasikan bagi penyintas Covid-19 dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, liver, atau yang rutin mengonsumsi obat penekan daya tahan tubuh,” katanya.

Proses pemulihan dari infeksi Covid-19 juga bervariasi pada tiap individu, tergantung pada usia, penyakit penyerta, dan keparahan infeksi. Terdapat beberapa kiat agar penyintas Covid-19 cepat pulih dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman. Pertama, pastikan minum air putih atau jus buah dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/