alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Jangan Sepelekan Serangan Asma, Bisa Beresiko Kematian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Penyakit asma bukanlah penyakit yang dapat dianggap remeh. Jika penyakit ini tidak terkontrol, maka penderita dapat kehilangan nyawanya.

BACA JUGA: Kasus Pasien Terpapar Virus Corona di Babel Bertambah Sembilan Orang

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran udara di paru-paru dengan gejala sesak napas, batuk, dan menggigil. Menurut dokter spesialis paru di RS Paru Jember, dr Devi Ambar Sp P, jenis asma itu beragam. Ada yang ringan, berat, hingga mengancam jiwa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk asma dengan kategori mengancam jiwa memang bisa menyebabkan kematian. Jika tidak cepat ditangani, maka penderita akan mengalami sesak berat, gelisah sekali, dan kesadaran menurun. “Oleh karena itu, perlu segera langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Asma yang demikian karena orang tersebut telah memiliki asma, tapi tidak kontrol rutin. Asma yang tidak terkontrol otomatis jika terjadi serangan akan lebih berat dari sebelumnya. Bahkan sampai mengancam jiwa.

Pertolongan pertama bila terjadi sesak napas, yakni dengan memberikan obat-obatan. “Biasanya penderita asma ini memiliki obat yang dibawa atau di rumah,” terangnya. Kemudian, gunakan uap jika memiliki. Jika pasien mempunyai pengalaman pernah opname, dan pernah serangan asma hebat, serta ketika sudah minum obat tapi tidak membaik, maka segera harus dibawa ke RS.

Pasien yang tidak tertolong hingga meninggal dunia, menurut Devi, biasanya karena penanganannya terlambat. “Karena terlambat penanganan dan sampai RS saturasi oksigennya sudah turun, maka itu sangat mengancam sekali,” ucapnya.

Dia menuturkan, saturasi oksigen adalah oksigen yang dikandung oleh darah. “Kalau ini sudah menurun, sangat bahaya sekali. Sementara asma yang tidak terkontrol dan mengalami serangan berat sebelumnya. Itu biasanya yang susah pengobatannya,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)

 

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Penyakit asma bukanlah penyakit yang dapat dianggap remeh. Jika penyakit ini tidak terkontrol, maka penderita dapat kehilangan nyawanya.

BACA JUGA: Kasus Pasien Terpapar Virus Corona di Babel Bertambah Sembilan Orang

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran udara di paru-paru dengan gejala sesak napas, batuk, dan menggigil. Menurut dokter spesialis paru di RS Paru Jember, dr Devi Ambar Sp P, jenis asma itu beragam. Ada yang ringan, berat, hingga mengancam jiwa.

Untuk asma dengan kategori mengancam jiwa memang bisa menyebabkan kematian. Jika tidak cepat ditangani, maka penderita akan mengalami sesak berat, gelisah sekali, dan kesadaran menurun. “Oleh karena itu, perlu segera langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Asma yang demikian karena orang tersebut telah memiliki asma, tapi tidak kontrol rutin. Asma yang tidak terkontrol otomatis jika terjadi serangan akan lebih berat dari sebelumnya. Bahkan sampai mengancam jiwa.

Pertolongan pertama bila terjadi sesak napas, yakni dengan memberikan obat-obatan. “Biasanya penderita asma ini memiliki obat yang dibawa atau di rumah,” terangnya. Kemudian, gunakan uap jika memiliki. Jika pasien mempunyai pengalaman pernah opname, dan pernah serangan asma hebat, serta ketika sudah minum obat tapi tidak membaik, maka segera harus dibawa ke RS.

Pasien yang tidak tertolong hingga meninggal dunia, menurut Devi, biasanya karena penanganannya terlambat. “Karena terlambat penanganan dan sampai RS saturasi oksigennya sudah turun, maka itu sangat mengancam sekali,” ucapnya.

Dia menuturkan, saturasi oksigen adalah oksigen yang dikandung oleh darah. “Kalau ini sudah menurun, sangat bahaya sekali. Sementara asma yang tidak terkontrol dan mengalami serangan berat sebelumnya. Itu biasanya yang susah pengobatannya,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)

 

JEMBER LOR, Radar Jember – Penyakit asma bukanlah penyakit yang dapat dianggap remeh. Jika penyakit ini tidak terkontrol, maka penderita dapat kehilangan nyawanya.

BACA JUGA: Kasus Pasien Terpapar Virus Corona di Babel Bertambah Sembilan Orang

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran udara di paru-paru dengan gejala sesak napas, batuk, dan menggigil. Menurut dokter spesialis paru di RS Paru Jember, dr Devi Ambar Sp P, jenis asma itu beragam. Ada yang ringan, berat, hingga mengancam jiwa.

Untuk asma dengan kategori mengancam jiwa memang bisa menyebabkan kematian. Jika tidak cepat ditangani, maka penderita akan mengalami sesak berat, gelisah sekali, dan kesadaran menurun. “Oleh karena itu, perlu segera langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Asma yang demikian karena orang tersebut telah memiliki asma, tapi tidak kontrol rutin. Asma yang tidak terkontrol otomatis jika terjadi serangan akan lebih berat dari sebelumnya. Bahkan sampai mengancam jiwa.

Pertolongan pertama bila terjadi sesak napas, yakni dengan memberikan obat-obatan. “Biasanya penderita asma ini memiliki obat yang dibawa atau di rumah,” terangnya. Kemudian, gunakan uap jika memiliki. Jika pasien mempunyai pengalaman pernah opname, dan pernah serangan asma hebat, serta ketika sudah minum obat tapi tidak membaik, maka segera harus dibawa ke RS.

Pasien yang tidak tertolong hingga meninggal dunia, menurut Devi, biasanya karena penanganannya terlambat. “Karena terlambat penanganan dan sampai RS saturasi oksigennya sudah turun, maka itu sangat mengancam sekali,” ucapnya.

Dia menuturkan, saturasi oksigen adalah oksigen yang dikandung oleh darah. “Kalau ini sudah menurun, sangat bahaya sekali. Sementara asma yang tidak terkontrol dan mengalami serangan berat sebelumnya. Itu biasanya yang susah pengobatannya,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/