alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kesejahteraan Nakes Honorer Terabaikan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOWONO, Radar Jember – Rencana penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2023 mulai menjadi sorotan. Termasuk sejumlah tenaga kesehatan honorer di Jember. Sebab, selama ini mereka kurang diperhatikan kesejahteraannya.

BACA JUGA : Harga Emas Kini Mulai Stabil, Cincin dan Gelang Masih Banyak Diburu

Penghapusan tenaga honorer sebelumnya digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Bila tahun depan kebijakan baru itu direalisasikan, maka tenaga honorer harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Jika rencana ini akan terealisasikan, maka akan banyak tenaga kesehatan yang menganggur,” terang Oktavandita selaku perawat di Puskesmas Sukowono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oktavandita yang baru saja lolos CPNS nakes di Puskesmas Sukowono sebelumnya adalah tenaga nakes honorer. Karena itu, dirinya paham betul apa yang dirasakan nakes honorer. Menurutnya, selama ini tenaga kesehatan (nakes) seperti perawat jauh dari kata sejahtera. Gaji yang didapatkan tidak sebanding dengan keahlian yang diberikan. “Perawat honorer di puskesmas itu digaji per tiga bulan sekali,” tuturnya.

Gaji yang didapatkan tersebut, kata dia, bergantung pada jumlah jasa pelayanan yang telah dilakukan dan bergantung pada wilayahnya. “Masing-masing puskesmas memberikan honor ke tenaga honorer berbeda-beda,” ungkapnya.

- Advertisement -

SUKOWONO, Radar Jember – Rencana penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2023 mulai menjadi sorotan. Termasuk sejumlah tenaga kesehatan honorer di Jember. Sebab, selama ini mereka kurang diperhatikan kesejahteraannya.

BACA JUGA : Harga Emas Kini Mulai Stabil, Cincin dan Gelang Masih Banyak Diburu

Penghapusan tenaga honorer sebelumnya digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Bila tahun depan kebijakan baru itu direalisasikan, maka tenaga honorer harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Jika rencana ini akan terealisasikan, maka akan banyak tenaga kesehatan yang menganggur,” terang Oktavandita selaku perawat di Puskesmas Sukowono.

Oktavandita yang baru saja lolos CPNS nakes di Puskesmas Sukowono sebelumnya adalah tenaga nakes honorer. Karena itu, dirinya paham betul apa yang dirasakan nakes honorer. Menurutnya, selama ini tenaga kesehatan (nakes) seperti perawat jauh dari kata sejahtera. Gaji yang didapatkan tidak sebanding dengan keahlian yang diberikan. “Perawat honorer di puskesmas itu digaji per tiga bulan sekali,” tuturnya.

Gaji yang didapatkan tersebut, kata dia, bergantung pada jumlah jasa pelayanan yang telah dilakukan dan bergantung pada wilayahnya. “Masing-masing puskesmas memberikan honor ke tenaga honorer berbeda-beda,” ungkapnya.

SUKOWONO, Radar Jember – Rencana penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2023 mulai menjadi sorotan. Termasuk sejumlah tenaga kesehatan honorer di Jember. Sebab, selama ini mereka kurang diperhatikan kesejahteraannya.

BACA JUGA : Harga Emas Kini Mulai Stabil, Cincin dan Gelang Masih Banyak Diburu

Penghapusan tenaga honorer sebelumnya digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Bila tahun depan kebijakan baru itu direalisasikan, maka tenaga honorer harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Jika rencana ini akan terealisasikan, maka akan banyak tenaga kesehatan yang menganggur,” terang Oktavandita selaku perawat di Puskesmas Sukowono.

Oktavandita yang baru saja lolos CPNS nakes di Puskesmas Sukowono sebelumnya adalah tenaga nakes honorer. Karena itu, dirinya paham betul apa yang dirasakan nakes honorer. Menurutnya, selama ini tenaga kesehatan (nakes) seperti perawat jauh dari kata sejahtera. Gaji yang didapatkan tidak sebanding dengan keahlian yang diberikan. “Perawat honorer di puskesmas itu digaji per tiga bulan sekali,” tuturnya.

Gaji yang didapatkan tersebut, kata dia, bergantung pada jumlah jasa pelayanan yang telah dilakukan dan bergantung pada wilayahnya. “Masing-masing puskesmas memberikan honor ke tenaga honorer berbeda-beda,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/