alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

105 Orang Meninggal Akibat Kanker

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jumlah kasus kematian akibat kanker di Kabupaten Jember cukup tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 105 orang meninggal karena kanker selama 2020. Jumlah ini membuat Jember menduduki peringkat ketiga dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember Dyah Kusworini Indriaswati menjelaskan, untuk menekan angka kanker tahun ini, masyarakat Jember harus menerapkan pola hidup sehat dan seimbang. Yakni dengan melakukan cek kesehatan secara rutin, tidak merokok, rutin aktivitas fisik atau olahraga, diet dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.

“Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering.” Dyah Kusworini Indriaswati, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember.

Sementara, untuk para wanita, mereka perlu melakukan deteksi dini dan screening melalui periksa payudara sendiri (sadari). Hal itu bisa dilakukan sebulan sekali pada hari ketujuh sampai ke sepuluh sejak hari pertama haid. “Ada juga tes IVA (inspeksi visual asam asetat, Red). Minimal sekali dalam setahun. Targetnya, para wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seks. Ini untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin,” sarannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, masyarakat diimbau melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa memicu kanker. Misalnya human papilloma virus (HPV) alias penyakit menular seksual. “Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering,” jelasnya.

Agar hidup sehat, masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Harus menghindari pemakaian jarum suntik bersama-sama atau menggunakan narkoba, serta abai terhadap berat badan dan berujung obesitas. Bagi yang sudah mengidap kanker, mereka wajib memeriksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter. Para penderita juga diimbau rajin melakukan pengobatan secara efektif di fasilitas kesehatan terdekat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jumlah kasus kematian akibat kanker di Kabupaten Jember cukup tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 105 orang meninggal karena kanker selama 2020. Jumlah ini membuat Jember menduduki peringkat ketiga dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember Dyah Kusworini Indriaswati menjelaskan, untuk menekan angka kanker tahun ini, masyarakat Jember harus menerapkan pola hidup sehat dan seimbang. Yakni dengan melakukan cek kesehatan secara rutin, tidak merokok, rutin aktivitas fisik atau olahraga, diet dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.

“Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering.” Dyah Kusworini Indriaswati, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember.

Sementara, untuk para wanita, mereka perlu melakukan deteksi dini dan screening melalui periksa payudara sendiri (sadari). Hal itu bisa dilakukan sebulan sekali pada hari ketujuh sampai ke sepuluh sejak hari pertama haid. “Ada juga tes IVA (inspeksi visual asam asetat, Red). Minimal sekali dalam setahun. Targetnya, para wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seks. Ini untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin,” sarannya.

Selain itu, masyarakat diimbau melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa memicu kanker. Misalnya human papilloma virus (HPV) alias penyakit menular seksual. “Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering,” jelasnya.

Agar hidup sehat, masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Harus menghindari pemakaian jarum suntik bersama-sama atau menggunakan narkoba, serta abai terhadap berat badan dan berujung obesitas. Bagi yang sudah mengidap kanker, mereka wajib memeriksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter. Para penderita juga diimbau rajin melakukan pengobatan secara efektif di fasilitas kesehatan terdekat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jumlah kasus kematian akibat kanker di Kabupaten Jember cukup tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, tercatat ada sebanyak 105 orang meninggal karena kanker selama 2020. Jumlah ini membuat Jember menduduki peringkat ketiga dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember Dyah Kusworini Indriaswati menjelaskan, untuk menekan angka kanker tahun ini, masyarakat Jember harus menerapkan pola hidup sehat dan seimbang. Yakni dengan melakukan cek kesehatan secara rutin, tidak merokok, rutin aktivitas fisik atau olahraga, diet dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.

“Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering.” Dyah Kusworini Indriaswati, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jember.

Sementara, untuk para wanita, mereka perlu melakukan deteksi dini dan screening melalui periksa payudara sendiri (sadari). Hal itu bisa dilakukan sebulan sekali pada hari ketujuh sampai ke sepuluh sejak hari pertama haid. “Ada juga tes IVA (inspeksi visual asam asetat, Red). Minimal sekali dalam setahun. Targetnya, para wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seks. Ini untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin,” sarannya.

Selain itu, masyarakat diimbau melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa memicu kanker. Misalnya human papilloma virus (HPV) alias penyakit menular seksual. “Dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, dan mengonsumsi makanan cepat saji dengan intensitas yang sering,” jelasnya.

Agar hidup sehat, masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Harus menghindari pemakaian jarum suntik bersama-sama atau menggunakan narkoba, serta abai terhadap berat badan dan berujung obesitas. Bagi yang sudah mengidap kanker, mereka wajib memeriksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter. Para penderita juga diimbau rajin melakukan pengobatan secara efektif di fasilitas kesehatan terdekat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/