alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Gelontor Seribu Dosis Vaksin Anti PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOARJO, RADARJEMBER.ID- Upaya pemutusan rantai penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jumat (17/6), sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari kementerian pertanian didistribusikan untuk Jatim.

BACA JUGA: “Tumbal” Dualisme Belum Rampung

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, mengawal dan memantau distribusi penyuntikan vaksin PMK ke hewan ternak. Didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, titik peninjauan Gubernur Khofifah adalah sentra peternakan sapi di Kecamatan Taman Sidoarjo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Khofifah mencatat, dari total vaksin PMK dan diimpor kementerian pertanian sebanyak 3 juta dosis, Jawa Timur mendapat kuota 1,5 juta dosis. Dari jumlah tesebut sebanyak 10.000 dosis telah masuk ke Indonesia dan 1.000 dosis telah masuk di Jawa Timur hari Selasa lalu.

Dijelaskan Khofifah, pemberian vaksin PMK membutuhkan tiga kali vaksinasi. Tahap pertama dilakukan saat ini. Kemudian, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu pemberian vaksin dosis pertama. Tahap ketiga diberikan enam bulan setelah vaksin kedua.

”Vaksin dikirim ke Jatim masih minim berjumlah 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan. Saat ini prioritas untuk sapi perah,” ungkap Khofifah.

Khofifah menegaskan, prioritas vaksinasi diutamakan bagi sapi perah mengingat stok sangat terbatas. Diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Juli atau awal Agustus.

- Advertisement -

SIDOARJO, RADARJEMBER.ID- Upaya pemutusan rantai penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jumat (17/6), sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari kementerian pertanian didistribusikan untuk Jatim.

BACA JUGA: “Tumbal” Dualisme Belum Rampung

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, mengawal dan memantau distribusi penyuntikan vaksin PMK ke hewan ternak. Didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, titik peninjauan Gubernur Khofifah adalah sentra peternakan sapi di Kecamatan Taman Sidoarjo.

Khofifah mencatat, dari total vaksin PMK dan diimpor kementerian pertanian sebanyak 3 juta dosis, Jawa Timur mendapat kuota 1,5 juta dosis. Dari jumlah tesebut sebanyak 10.000 dosis telah masuk ke Indonesia dan 1.000 dosis telah masuk di Jawa Timur hari Selasa lalu.

Dijelaskan Khofifah, pemberian vaksin PMK membutuhkan tiga kali vaksinasi. Tahap pertama dilakukan saat ini. Kemudian, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu pemberian vaksin dosis pertama. Tahap ketiga diberikan enam bulan setelah vaksin kedua.

”Vaksin dikirim ke Jatim masih minim berjumlah 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan. Saat ini prioritas untuk sapi perah,” ungkap Khofifah.

Khofifah menegaskan, prioritas vaksinasi diutamakan bagi sapi perah mengingat stok sangat terbatas. Diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Juli atau awal Agustus.

SIDOARJO, RADARJEMBER.ID- Upaya pemutusan rantai penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jumat (17/6), sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari kementerian pertanian didistribusikan untuk Jatim.

BACA JUGA: “Tumbal” Dualisme Belum Rampung

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, mengawal dan memantau distribusi penyuntikan vaksin PMK ke hewan ternak. Didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, titik peninjauan Gubernur Khofifah adalah sentra peternakan sapi di Kecamatan Taman Sidoarjo.

Khofifah mencatat, dari total vaksin PMK dan diimpor kementerian pertanian sebanyak 3 juta dosis, Jawa Timur mendapat kuota 1,5 juta dosis. Dari jumlah tesebut sebanyak 10.000 dosis telah masuk ke Indonesia dan 1.000 dosis telah masuk di Jawa Timur hari Selasa lalu.

Dijelaskan Khofifah, pemberian vaksin PMK membutuhkan tiga kali vaksinasi. Tahap pertama dilakukan saat ini. Kemudian, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu pemberian vaksin dosis pertama. Tahap ketiga diberikan enam bulan setelah vaksin kedua.

”Vaksin dikirim ke Jatim masih minim berjumlah 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan. Saat ini prioritas untuk sapi perah,” ungkap Khofifah.

Khofifah menegaskan, prioritas vaksinasi diutamakan bagi sapi perah mengingat stok sangat terbatas. Diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Juli atau awal Agustus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/