alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Program Dashat Diharap Tekan Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Masalah stunting tetap menjadi PR bagi pemerintah di Indonesia, termasuk Jember. Pasalnya, pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan stunting masih kurang. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi berupaya melakukan percepatan penurunan kasus stunting.

BACA JUGA : Lebih Ramai Libur Waisak Ketimbang Lebaran

Urusan pematangan strategi penurunan stunting ini digelar di Aula Bina Kencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemarin (17/5). Pada kesempatan itu juga hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu langkah BKKBN dalam upaya penurunan kasus stunting yakni melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif. Yaitu berupa pemberian makanan yang berasal dari bahan pangan lokal dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Unihidayati memaparkan pentingnya program Dashat sebagai langkah penting untuk diperhatikan. Bahkan, Dashat sebagai cikal bakal kesejahteraan ekonomi.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Masalah stunting tetap menjadi PR bagi pemerintah di Indonesia, termasuk Jember. Pasalnya, pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan stunting masih kurang. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi berupaya melakukan percepatan penurunan kasus stunting.

BACA JUGA : Lebih Ramai Libur Waisak Ketimbang Lebaran

Urusan pematangan strategi penurunan stunting ini digelar di Aula Bina Kencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemarin (17/5). Pada kesempatan itu juga hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Salah satu langkah BKKBN dalam upaya penurunan kasus stunting yakni melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif. Yaitu berupa pemberian makanan yang berasal dari bahan pangan lokal dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Unihidayati memaparkan pentingnya program Dashat sebagai langkah penting untuk diperhatikan. Bahkan, Dashat sebagai cikal bakal kesejahteraan ekonomi.

SUMBERSARI, Radar Jember – Masalah stunting tetap menjadi PR bagi pemerintah di Indonesia, termasuk Jember. Pasalnya, pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan stunting masih kurang. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi berupaya melakukan percepatan penurunan kasus stunting.

BACA JUGA : Lebih Ramai Libur Waisak Ketimbang Lebaran

Urusan pematangan strategi penurunan stunting ini digelar di Aula Bina Kencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemarin (17/5). Pada kesempatan itu juga hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Salah satu langkah BKKBN dalam upaya penurunan kasus stunting yakni melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif. Yaitu berupa pemberian makanan yang berasal dari bahan pangan lokal dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Unihidayati memaparkan pentingnya program Dashat sebagai langkah penting untuk diperhatikan. Bahkan, Dashat sebagai cikal bakal kesejahteraan ekonomi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/