alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Waspadai Hipertensi Seusai Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran telah usai, saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, waspadai beberapa penyakit yang mudah menyerang setelah Lebaran. Salah satunya ialah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sering disebut dengan the silent killer karena sering tanpa keluhan.

Dokter spesialis jantung RS Bina Sehat Jember, dr Aditha Satria Maulana SpJP FIHA, menuturkan, perayaan Idul Fitri identik dengan ajang kuliner. Mulai dari kue kering hingga makanan bersantan. Apabila mengonsumsi makanan tersebut tidak terkontrol, justru dapat membawa masalah kesehatan seperti hipertensi yang menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

“Terlalu banyak mengonsumsi makanan Lebaran yang tinggi garam, membuat tekanan darah cenderung meningkat. Begitu pula dengan makanan berkolesterol tinggi, akan meningkatkan risiko penyakit jantung,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Konsumsi garam yang lebih dari 1.500 miligram atau setara 2/3 sendok makan dalam sehari dapat memicu peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung dan pembuluh darah. “Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) di atas 140 mmHg dan/atau tekanan diastole (angka yang kedua) di atas 90 mmHg pada lebih dari satu kali kunjungan,” jelas dokter spesialis jantung yang praktik tiap Senin hingga Jumat itu.

Bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, dr Aditha mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi asupan garam, mengurangi konsumsi kopi, menghindari minuman beralkohol, dan stop merokok. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung Kementerian Kesehatan RI tahun ini, yaitu Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran telah usai, saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, waspadai beberapa penyakit yang mudah menyerang setelah Lebaran. Salah satunya ialah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sering disebut dengan the silent killer karena sering tanpa keluhan.

Dokter spesialis jantung RS Bina Sehat Jember, dr Aditha Satria Maulana SpJP FIHA, menuturkan, perayaan Idul Fitri identik dengan ajang kuliner. Mulai dari kue kering hingga makanan bersantan. Apabila mengonsumsi makanan tersebut tidak terkontrol, justru dapat membawa masalah kesehatan seperti hipertensi yang menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

“Terlalu banyak mengonsumsi makanan Lebaran yang tinggi garam, membuat tekanan darah cenderung meningkat. Begitu pula dengan makanan berkolesterol tinggi, akan meningkatkan risiko penyakit jantung,” katanya.

Konsumsi garam yang lebih dari 1.500 miligram atau setara 2/3 sendok makan dalam sehari dapat memicu peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung dan pembuluh darah. “Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) di atas 140 mmHg dan/atau tekanan diastole (angka yang kedua) di atas 90 mmHg pada lebih dari satu kali kunjungan,” jelas dokter spesialis jantung yang praktik tiap Senin hingga Jumat itu.

Bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, dr Aditha mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi asupan garam, mengurangi konsumsi kopi, menghindari minuman beralkohol, dan stop merokok. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung Kementerian Kesehatan RI tahun ini, yaitu Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran telah usai, saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, waspadai beberapa penyakit yang mudah menyerang setelah Lebaran. Salah satunya ialah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sering disebut dengan the silent killer karena sering tanpa keluhan.

Dokter spesialis jantung RS Bina Sehat Jember, dr Aditha Satria Maulana SpJP FIHA, menuturkan, perayaan Idul Fitri identik dengan ajang kuliner. Mulai dari kue kering hingga makanan bersantan. Apabila mengonsumsi makanan tersebut tidak terkontrol, justru dapat membawa masalah kesehatan seperti hipertensi yang menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

“Terlalu banyak mengonsumsi makanan Lebaran yang tinggi garam, membuat tekanan darah cenderung meningkat. Begitu pula dengan makanan berkolesterol tinggi, akan meningkatkan risiko penyakit jantung,” katanya.

Konsumsi garam yang lebih dari 1.500 miligram atau setara 2/3 sendok makan dalam sehari dapat memicu peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung dan pembuluh darah. “Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) di atas 140 mmHg dan/atau tekanan diastole (angka yang kedua) di atas 90 mmHg pada lebih dari satu kali kunjungan,” jelas dokter spesialis jantung yang praktik tiap Senin hingga Jumat itu.

Bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, dr Aditha mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi asupan garam, mengurangi konsumsi kopi, menghindari minuman beralkohol, dan stop merokok. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung Kementerian Kesehatan RI tahun ini, yaitu Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/