alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ternyata Vaksin Jember Belum Sentuh 70 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab kembali tingginya kasus positif Covid-19 adalah capaian vaksinasi yang masih belum mencapai angka standar. Wakil Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menilai bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan belum cukup maksimal.

Angka kekurangan itu tertinggi yaitu terjadi di kalangan masyarakat pinggiran dan golongan lansia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaduan penolakan vaksinasi oleh masyarakat kepada dirinya. “Apalagi yang di daerah pinggiran. Menjelaskan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya taat prokes dan menjaga kekebalan tubuh. Kondisi masyarakat kita perlu pemahaman yang dalam,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lilik Lailiyah pun terus mendorong dan memaksimalkan adanya vaksinasi yang cakupannya lebih luas. Utamanya di daerah pinggiran yang menyasar anak-anak dan lansia. Sebab, 2 golongan ini menjadi target sasaran prioritas vaksinasi. Kedua golongan ini cukup rentan terserang Covid-19. “Selain menjaga prokes, target vaksinasi terus ditingkatkan,” ungkap Lilik Lailiyah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan data Dinas Kesehatan sejak Rabu (16/02), cakupan vaksin dosis 1 pada lansia sudah sampai pada 61,38 persen. Adapun vaksin dosis 2 pada lansia masih mencapai 31,21 persen, atau setara dengan 87.364  lansia yang telah melakukan vaksinasi dosis 2. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis 3 jumlahnya mencapai 4.723 jiwa atau setara dengan 1,69 persen.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab kembali tingginya kasus positif Covid-19 adalah capaian vaksinasi yang masih belum mencapai angka standar. Wakil Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menilai bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan belum cukup maksimal.

Angka kekurangan itu tertinggi yaitu terjadi di kalangan masyarakat pinggiran dan golongan lansia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaduan penolakan vaksinasi oleh masyarakat kepada dirinya. “Apalagi yang di daerah pinggiran. Menjelaskan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya taat prokes dan menjaga kekebalan tubuh. Kondisi masyarakat kita perlu pemahaman yang dalam,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lilik Lailiyah pun terus mendorong dan memaksimalkan adanya vaksinasi yang cakupannya lebih luas. Utamanya di daerah pinggiran yang menyasar anak-anak dan lansia. Sebab, 2 golongan ini menjadi target sasaran prioritas vaksinasi. Kedua golongan ini cukup rentan terserang Covid-19. “Selain menjaga prokes, target vaksinasi terus ditingkatkan,” ungkap Lilik Lailiyah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan sejak Rabu (16/02), cakupan vaksin dosis 1 pada lansia sudah sampai pada 61,38 persen. Adapun vaksin dosis 2 pada lansia masih mencapai 31,21 persen, atau setara dengan 87.364  lansia yang telah melakukan vaksinasi dosis 2. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis 3 jumlahnya mencapai 4.723 jiwa atau setara dengan 1,69 persen.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu penyebab kembali tingginya kasus positif Covid-19 adalah capaian vaksinasi yang masih belum mencapai angka standar. Wakil Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menilai bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan belum cukup maksimal.

Angka kekurangan itu tertinggi yaitu terjadi di kalangan masyarakat pinggiran dan golongan lansia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaduan penolakan vaksinasi oleh masyarakat kepada dirinya. “Apalagi yang di daerah pinggiran. Menjelaskan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya taat prokes dan menjaga kekebalan tubuh. Kondisi masyarakat kita perlu pemahaman yang dalam,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lilik Lailiyah pun terus mendorong dan memaksimalkan adanya vaksinasi yang cakupannya lebih luas. Utamanya di daerah pinggiran yang menyasar anak-anak dan lansia. Sebab, 2 golongan ini menjadi target sasaran prioritas vaksinasi. Kedua golongan ini cukup rentan terserang Covid-19. “Selain menjaga prokes, target vaksinasi terus ditingkatkan,” ungkap Lilik Lailiyah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan sejak Rabu (16/02), cakupan vaksin dosis 1 pada lansia sudah sampai pada 61,38 persen. Adapun vaksin dosis 2 pada lansia masih mencapai 31,21 persen, atau setara dengan 87.364  lansia yang telah melakukan vaksinasi dosis 2. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis 3 jumlahnya mencapai 4.723 jiwa atau setara dengan 1,69 persen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/