alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Makan Malam Berlebihan Picu Lonjakan Gula Darah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Penelitian terbaru mengungkapkan makan di malam hari dapat mengganggu jam tubuh. Seseorang akan mengalami intoleransi glukosa (kadar gula darah). Jika tidak dicegah, intoleransi glukosa  dan dikenal sebagai pradiabetes, dapat dengan cepat berubah menjadi diabetes tipe 2.

BACA JUGA : Resep Sandwich Jamur Gochujang Korea Ala Chef Putri

Makan pada malam hari menjadi salah satu penyebab utama. Intoleransi glukosa adalah tanda peringatan dini bahwa tubuh Anda tidak lagi mampu menyerap gula dari aliran darah ke dalam sel. Jika berkembang menjadi diabetes tipe 2, dapat memicu risiko kondisi serius seperti stroke dan penyakit jantung seperti dilansir dari express.co.uk, Sabtu (17/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa pekerja shift malam yang makan di malam hari menderita intoleransi glukosa. Para peneliti melihat bahwa para pekerja mengalami gangguan jam tubuh atau ritme sirkadian. Ketersediaan makanan, dapat merusak ritme sirkadian pada organ pencernaan.

Dalam studi tersebut, peneliti membagi 19 pekerja shift malam yang sehat menjadi dua kelompok. Satu kelompok makan pada shift malam sementara yang lain makan di siang hari. Peserta  makan pada malam hari mengalami peningkatan kadar glukosa darah, sementara mereka cuma makan di siang hari tidak mengalami perubahan.

Salah satu penulis studi, Frank A.J.L. Scheer, mengatakan makan di malam hari juga mengurangi fungsi sel beta pankreas. Para peneliti mengatakan ini juga berdampak pada pemrosesan gula tubuh. Sehingga kesimpulannya, makan malam dapat memicu penyakit diabetes akibat kadar gula darah melonjak. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Penelitian terbaru mengungkapkan makan di malam hari dapat mengganggu jam tubuh. Seseorang akan mengalami intoleransi glukosa (kadar gula darah). Jika tidak dicegah, intoleransi glukosa  dan dikenal sebagai pradiabetes, dapat dengan cepat berubah menjadi diabetes tipe 2.

BACA JUGA : Resep Sandwich Jamur Gochujang Korea Ala Chef Putri

Makan pada malam hari menjadi salah satu penyebab utama. Intoleransi glukosa adalah tanda peringatan dini bahwa tubuh Anda tidak lagi mampu menyerap gula dari aliran darah ke dalam sel. Jika berkembang menjadi diabetes tipe 2, dapat memicu risiko kondisi serius seperti stroke dan penyakit jantung seperti dilansir dari express.co.uk, Sabtu (17/9).

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa pekerja shift malam yang makan di malam hari menderita intoleransi glukosa. Para peneliti melihat bahwa para pekerja mengalami gangguan jam tubuh atau ritme sirkadian. Ketersediaan makanan, dapat merusak ritme sirkadian pada organ pencernaan.

Dalam studi tersebut, peneliti membagi 19 pekerja shift malam yang sehat menjadi dua kelompok. Satu kelompok makan pada shift malam sementara yang lain makan di siang hari. Peserta  makan pada malam hari mengalami peningkatan kadar glukosa darah, sementara mereka cuma makan di siang hari tidak mengalami perubahan.

Salah satu penulis studi, Frank A.J.L. Scheer, mengatakan makan di malam hari juga mengurangi fungsi sel beta pankreas. Para peneliti mengatakan ini juga berdampak pada pemrosesan gula tubuh. Sehingga kesimpulannya, makan malam dapat memicu penyakit diabetes akibat kadar gula darah melonjak. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

RADARJEMBER.ID – Penelitian terbaru mengungkapkan makan di malam hari dapat mengganggu jam tubuh. Seseorang akan mengalami intoleransi glukosa (kadar gula darah). Jika tidak dicegah, intoleransi glukosa  dan dikenal sebagai pradiabetes, dapat dengan cepat berubah menjadi diabetes tipe 2.

BACA JUGA : Resep Sandwich Jamur Gochujang Korea Ala Chef Putri

Makan pada malam hari menjadi salah satu penyebab utama. Intoleransi glukosa adalah tanda peringatan dini bahwa tubuh Anda tidak lagi mampu menyerap gula dari aliran darah ke dalam sel. Jika berkembang menjadi diabetes tipe 2, dapat memicu risiko kondisi serius seperti stroke dan penyakit jantung seperti dilansir dari express.co.uk, Sabtu (17/9).

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa pekerja shift malam yang makan di malam hari menderita intoleransi glukosa. Para peneliti melihat bahwa para pekerja mengalami gangguan jam tubuh atau ritme sirkadian. Ketersediaan makanan, dapat merusak ritme sirkadian pada organ pencernaan.

Dalam studi tersebut, peneliti membagi 19 pekerja shift malam yang sehat menjadi dua kelompok. Satu kelompok makan pada shift malam sementara yang lain makan di siang hari. Peserta  makan pada malam hari mengalami peningkatan kadar glukosa darah, sementara mereka cuma makan di siang hari tidak mengalami perubahan.

Salah satu penulis studi, Frank A.J.L. Scheer, mengatakan makan di malam hari juga mengurangi fungsi sel beta pankreas. Para peneliti mengatakan ini juga berdampak pada pemrosesan gula tubuh. Sehingga kesimpulannya, makan malam dapat memicu penyakit diabetes akibat kadar gula darah melonjak. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

KTP Digital Mulai Diterapkan di Jember

Gaji PPPK Bondowoso Belum Ditentukan

Gambarkan Nasib Perempuan dalam Lukisan

/