alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

MERDEKA! Untuk Petugas Medis Sang Garda Depan Melawan Covid-19

Ketika yang lain menghindar, tiga kelompok orang ini justru masuk ke dalam pusaran pandemi. Ada petugas medis, guru, dan relawan pemulasaraan. Meski tetap ada perasaan ketar-ketir terpapar Covid-19, namun mereka terpanggil dan hadir membantu sesama. Tak berlebihan kiranya jika kami menyebut mereka sebagai pahlawan masa kini. Pahlawan kemanusiaan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Karena itu, dirinya sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah. Termasuk kepada pembantunya. Meski begitu, cobaan tetap menerpa keluarganya. Pandemi gelombang kedua menulari seluruh keluarganya. Itu membuat pikiran seluruh keluarganya tak karuan. Sampai-sampai sesama anggota keluarga sempat saling berpamitan karena takut tidak bisa selamat. “Jadi, saya taat prokes di luar, tapi malah ketularan pembantu,” ungkapnya.

Beruntung, Tuhan masih menyayangi keluarga Dokter Angga. Akhirnya, satu keluarga sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani isoman beberapa hari. Dia pun menegaskan, kini musuh bangsa ini bukan lagi penjajah, tapi virus korona dengan segala ancaman dan efek domino yang menyertainya. Sebab, virus itu telah merusak sendi-sendi kehidupan. Tak hanya kesehatan, tapi juga perekonomian, hubungan sosial, pendidikan, hingga peribadatan. “Bismillah! Mari kita anggap perjuangan melawan Covid-19 ini sebagai jihad fii sabilillah,” tandasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Karena itu, dirinya sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah. Termasuk kepada pembantunya. Meski begitu, cobaan tetap menerpa keluarganya. Pandemi gelombang kedua menulari seluruh keluarganya. Itu membuat pikiran seluruh keluarganya tak karuan. Sampai-sampai sesama anggota keluarga sempat saling berpamitan karena takut tidak bisa selamat. “Jadi, saya taat prokes di luar, tapi malah ketularan pembantu,” ungkapnya.

Beruntung, Tuhan masih menyayangi keluarga Dokter Angga. Akhirnya, satu keluarga sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani isoman beberapa hari. Dia pun menegaskan, kini musuh bangsa ini bukan lagi penjajah, tapi virus korona dengan segala ancaman dan efek domino yang menyertainya. Sebab, virus itu telah merusak sendi-sendi kehidupan. Tak hanya kesehatan, tapi juga perekonomian, hubungan sosial, pendidikan, hingga peribadatan. “Bismillah! Mari kita anggap perjuangan melawan Covid-19 ini sebagai jihad fii sabilillah,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

Karena itu, dirinya sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah. Termasuk kepada pembantunya. Meski begitu, cobaan tetap menerpa keluarganya. Pandemi gelombang kedua menulari seluruh keluarganya. Itu membuat pikiran seluruh keluarganya tak karuan. Sampai-sampai sesama anggota keluarga sempat saling berpamitan karena takut tidak bisa selamat. “Jadi, saya taat prokes di luar, tapi malah ketularan pembantu,” ungkapnya.

Beruntung, Tuhan masih menyayangi keluarga Dokter Angga. Akhirnya, satu keluarga sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani isoman beberapa hari. Dia pun menegaskan, kini musuh bangsa ini bukan lagi penjajah, tapi virus korona dengan segala ancaman dan efek domino yang menyertainya. Sebab, virus itu telah merusak sendi-sendi kehidupan. Tak hanya kesehatan, tapi juga perekonomian, hubungan sosial, pendidikan, hingga peribadatan. “Bismillah! Mari kita anggap perjuangan melawan Covid-19 ini sebagai jihad fii sabilillah,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/