alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Penanganan AKI/AKB Dapat Kucuran Dana Tambahan APBD

“Jember menjadi salah kabupaten yang cukup tinggi kasusnya. Karena itu, perlu sinergi bersama, melibatkan berbagai pihak dalam penanganannya.” DWI HANDARISASI - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Nominal itu diakui lebih dari cukup, bahkan lebih besar dari keseluruhan anggaran total awal RSD dr Soebandi setelah perubahan. Nominal itu juga ditambahkan dari Silpa tahun lalu. “Pengurangan tidak ada. Penambahannya cuma itu saja, untuk penanganan jantung terpadu dan penurunan AKI/AKB,” tambahnya.

Penambahan juga sama diberikan ke RSD Kalisat. Direktur RSD Kalisat dr Nur Cahyohadi mengatakan, penambahan dihasilkan dari beberapa sumber anggaran. Seperti DAU sekitar Rp 990 juta, dan DAK sekitar Rp 6,5 miliar. “Dari sumber anggaran itu, digunakan untuk pengadaan alat kesehatan yang fokusnya untuk penurunan stunting dan AKI/AKB,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Jember Dwi Handarisasi menambahkan, kasus stunting selama ini memerlukan penanganan serius. “Jember menjadi salah kabupaten yang cukup tinggi kasusnya. Karena itu, perlu sinergi bersama, melibatkan berbagai pihak dalam penanganannya,” harapnya. (mau/c2/lin)

- Advertisement -

Nominal itu diakui lebih dari cukup, bahkan lebih besar dari keseluruhan anggaran total awal RSD dr Soebandi setelah perubahan. Nominal itu juga ditambahkan dari Silpa tahun lalu. “Pengurangan tidak ada. Penambahannya cuma itu saja, untuk penanganan jantung terpadu dan penurunan AKI/AKB,” tambahnya.

Penambahan juga sama diberikan ke RSD Kalisat. Direktur RSD Kalisat dr Nur Cahyohadi mengatakan, penambahan dihasilkan dari beberapa sumber anggaran. Seperti DAU sekitar Rp 990 juta, dan DAK sekitar Rp 6,5 miliar. “Dari sumber anggaran itu, digunakan untuk pengadaan alat kesehatan yang fokusnya untuk penurunan stunting dan AKI/AKB,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Jember Dwi Handarisasi menambahkan, kasus stunting selama ini memerlukan penanganan serius. “Jember menjadi salah kabupaten yang cukup tinggi kasusnya. Karena itu, perlu sinergi bersama, melibatkan berbagai pihak dalam penanganannya,” harapnya. (mau/c2/lin)

Nominal itu diakui lebih dari cukup, bahkan lebih besar dari keseluruhan anggaran total awal RSD dr Soebandi setelah perubahan. Nominal itu juga ditambahkan dari Silpa tahun lalu. “Pengurangan tidak ada. Penambahannya cuma itu saja, untuk penanganan jantung terpadu dan penurunan AKI/AKB,” tambahnya.

Penambahan juga sama diberikan ke RSD Kalisat. Direktur RSD Kalisat dr Nur Cahyohadi mengatakan, penambahan dihasilkan dari beberapa sumber anggaran. Seperti DAU sekitar Rp 990 juta, dan DAK sekitar Rp 6,5 miliar. “Dari sumber anggaran itu, digunakan untuk pengadaan alat kesehatan yang fokusnya untuk penurunan stunting dan AKI/AKB,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Jember Dwi Handarisasi menambahkan, kasus stunting selama ini memerlukan penanganan serius. “Jember menjadi salah kabupaten yang cukup tinggi kasusnya. Karena itu, perlu sinergi bersama, melibatkan berbagai pihak dalam penanganannya,” harapnya. (mau/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/