Seminar Ilmiah DPC Patelki Jember, Upgrade Kompetensi ATLM Demi Pengendalian Kesehatan

DPC PATELKI JEMBER FOR RADAR JEMBER KOMPAK BERKOMPETEN: Seluruh pengurus dan anggota DPC Patelki Jember siap mendukung peningkatan kompetensi tenaga teknologi laboratorium medik demi pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

PATRANG – Peran dan tugas tenaga laboratorium sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek krusial dalam peningkatan akses dan mutu kesehatan daerah. Salah satunya dalam pengendalian penyakit menular seperti HIV/AIDS, TB, serta malaria.

LINTANG ANIS BENA KINANTI/RADAR JEMBER
SINERGI BERSAMA PEMERINTAH: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr Siti Nurul Qomariah MKes (kiri) menerima cinderamata dari DPC Patelki Jember yang diwakili oleh Didik Setyo AMAK.
IKLAN

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, dr Siti Nurul Qomariyah MKes ketika membuka gelaran Seminar Ilmiah DPC Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Jember di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, kemarin (15/7). Dengan tajuk Mendukung Indonesia Bebas TB Tahun 2030, seminar ini dihadiri pelaku Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) serta stakeholder lainnya.

Pengendalian penyakit menular termasuk salah satu prioritas Pemkab Jember, dan untuk mencapainya maka dibutuhkan upaya penguatan pelayanan kesehatan. Caranya dengan meningkatkan kompetensi klinis untuk menjamin akses dan mutu pelayanan. Tak terkecuali dengan tenaga medik laboratorium.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 42 Tahun 2015, tenaga ahli teknologi laboratorium medik merupakan salah satu dari jenis tenaga kesehatan. Dengan kualifikasi minimum D3, Nurul menegaskan perlu adanya peningkatan kompetensi sesuai perkembangan iptek dan program pemerintah. “Tenaga kesehatan yang kompeten harus memiliki kompetensi meliputi knowledge, skill, dan attitude,” tegasnya.

Di sisi lain, jumlah ATLM sayangnya masih belum sebanding dengan jumlah fasilitas kesehatan. Di Jember saja, dari 13 RS, 50 puskesmas, 64 klinik, 12 labklin swasta, serta satu labkesda, hanya ada 182 ATLM yang disiagakan.

Padahal, lanjut Nurul, ATLM sangat penting dalam mendukung program pemberantasan TB di Indonesia. Apalagi Jember menempati peringkat kedua penderita TB di Jawa Timur, dan Jatim menempari peringkat dua di tingkat nasional. “Karena itu Patelki yang termasuk dalam penunjang penegakan diagnosa evaluasi pengobatan TB, harus mampu meningkatkan kompetensi ATLM,” lanjutnya.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ketua DPW Patelki Jawa Timur, Suhardi SSi SpD MM. Peningkatan kompetensi anggota profesi, kata dia, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semestinya dilakukan secara berkesinambungan, dengan melakukan perbaikan dan upgrade keilmuan yang terus menerus. “Proses tersebut dapat dilakukan melalui suatu pembelajaran dengan Patelki sebagai penggeraknya, seperti saat ini seminar ilmiah berkesinambungan adalah proses pembelajaran bagi profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar Ilmiah Patelki Jember, Didik Setyo AMAK mengungkapkan, seminar ilmiah ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Patelki di seluruh wilayah kerja. “Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi ATLM, Patelki turut berpartisipasi mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan angka TB,” pungkasnya. (kl/lin/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :