alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jangan Takut Donor Darah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (15/6), perangai dua orang gadis tampak berseri-seri saat memasuki lorong menuju ruang donor darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Menuju salah satu bilik kaca tempat formulir pendaftaran, mereka mengisi identitas diri dan berbagai kemungkinan kesehatan yang mereka alami. Selanjutnya, keduanya memasuki ruangan dan mulai diperiksa oleh dua orang petugas.

Terpisah, Ahmad Muis tampak duduk santai di halaman kantor PMI. Sembari menikmati penganan yang didapat setelah mendonorkan darah, dia sesekali memegangi kapas yang digunakan oleh petugas PMI untuk menutup bekas jarum donor. “Alhamdulillah, saya baru selesai donor darah,” ungkap warga asal Kecamatan Balung itu.

Pria yang telah mendonorkan darahnya secara rutin selama dua bulan sekali itu menyatakan bahwa aktivitas itu sudah dia lakukan sejak 2014. “Kalau sudah rutin, telat sekali saja badan jadi nggak enak, aneh rasanya,” lanjutnya. Sebab, dia merasa bugar setelah mendonorkan darahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi, lanjutnya, darah itu digunakan untuk membantu orang lain. “Jadi, ada kepuasan tersendiri,” paparnya.

Lalu, sebenarnya apa saja manfaat dari mendonorkan darah? Kepala UDD PMI Kabupaten Jember dr Dudung Ari Rusli menerangkan bahwa donor darah itu merupakan obat yang bagus. Baik saat mengambil sel darah merah, plasma konvalesen, atau hanya trombositnya.

Bahkan, hingga saat ini, dia menambahkan bahwa industri farmasi belum mampu membuat tiruannya. Karena itu, donor darah menjadi kegiatan yang belum tergantikan.

dr Dudung mengungkapkan, seorang pendonor yang rutin akan mendapatkan pemeriksaan fisik sederhana. Di antaranya tekanan darah, berat badan, dan kadar hemoglobin. Artinya, bisa digunakan untuk pengecekan kesehatan gratis sebelum mendonorkan darah.

Selain itu, akan ada pengecekan darah alias screening virus seperti hepatitis A/B. “Kalau negatif, berarti dia sehat,” ungkapnya.

Dari pengambilan darah sebanyak 350 cc, ada sirkulasi baru karena darah dikeluarkan. Hal ini akan membuat tubuh merangsang dan memproduksi sel darah baru yang lebih bagus dan segar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (15/6), perangai dua orang gadis tampak berseri-seri saat memasuki lorong menuju ruang donor darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Menuju salah satu bilik kaca tempat formulir pendaftaran, mereka mengisi identitas diri dan berbagai kemungkinan kesehatan yang mereka alami. Selanjutnya, keduanya memasuki ruangan dan mulai diperiksa oleh dua orang petugas.

Terpisah, Ahmad Muis tampak duduk santai di halaman kantor PMI. Sembari menikmati penganan yang didapat setelah mendonorkan darah, dia sesekali memegangi kapas yang digunakan oleh petugas PMI untuk menutup bekas jarum donor. “Alhamdulillah, saya baru selesai donor darah,” ungkap warga asal Kecamatan Balung itu.

Pria yang telah mendonorkan darahnya secara rutin selama dua bulan sekali itu menyatakan bahwa aktivitas itu sudah dia lakukan sejak 2014. “Kalau sudah rutin, telat sekali saja badan jadi nggak enak, aneh rasanya,” lanjutnya. Sebab, dia merasa bugar setelah mendonorkan darahnya.

Apalagi, lanjutnya, darah itu digunakan untuk membantu orang lain. “Jadi, ada kepuasan tersendiri,” paparnya.

Lalu, sebenarnya apa saja manfaat dari mendonorkan darah? Kepala UDD PMI Kabupaten Jember dr Dudung Ari Rusli menerangkan bahwa donor darah itu merupakan obat yang bagus. Baik saat mengambil sel darah merah, plasma konvalesen, atau hanya trombositnya.

Bahkan, hingga saat ini, dia menambahkan bahwa industri farmasi belum mampu membuat tiruannya. Karena itu, donor darah menjadi kegiatan yang belum tergantikan.

dr Dudung mengungkapkan, seorang pendonor yang rutin akan mendapatkan pemeriksaan fisik sederhana. Di antaranya tekanan darah, berat badan, dan kadar hemoglobin. Artinya, bisa digunakan untuk pengecekan kesehatan gratis sebelum mendonorkan darah.

Selain itu, akan ada pengecekan darah alias screening virus seperti hepatitis A/B. “Kalau negatif, berarti dia sehat,” ungkapnya.

Dari pengambilan darah sebanyak 350 cc, ada sirkulasi baru karena darah dikeluarkan. Hal ini akan membuat tubuh merangsang dan memproduksi sel darah baru yang lebih bagus dan segar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (15/6), perangai dua orang gadis tampak berseri-seri saat memasuki lorong menuju ruang donor darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Menuju salah satu bilik kaca tempat formulir pendaftaran, mereka mengisi identitas diri dan berbagai kemungkinan kesehatan yang mereka alami. Selanjutnya, keduanya memasuki ruangan dan mulai diperiksa oleh dua orang petugas.

Terpisah, Ahmad Muis tampak duduk santai di halaman kantor PMI. Sembari menikmati penganan yang didapat setelah mendonorkan darah, dia sesekali memegangi kapas yang digunakan oleh petugas PMI untuk menutup bekas jarum donor. “Alhamdulillah, saya baru selesai donor darah,” ungkap warga asal Kecamatan Balung itu.

Pria yang telah mendonorkan darahnya secara rutin selama dua bulan sekali itu menyatakan bahwa aktivitas itu sudah dia lakukan sejak 2014. “Kalau sudah rutin, telat sekali saja badan jadi nggak enak, aneh rasanya,” lanjutnya. Sebab, dia merasa bugar setelah mendonorkan darahnya.

Apalagi, lanjutnya, darah itu digunakan untuk membantu orang lain. “Jadi, ada kepuasan tersendiri,” paparnya.

Lalu, sebenarnya apa saja manfaat dari mendonorkan darah? Kepala UDD PMI Kabupaten Jember dr Dudung Ari Rusli menerangkan bahwa donor darah itu merupakan obat yang bagus. Baik saat mengambil sel darah merah, plasma konvalesen, atau hanya trombositnya.

Bahkan, hingga saat ini, dia menambahkan bahwa industri farmasi belum mampu membuat tiruannya. Karena itu, donor darah menjadi kegiatan yang belum tergantikan.

dr Dudung mengungkapkan, seorang pendonor yang rutin akan mendapatkan pemeriksaan fisik sederhana. Di antaranya tekanan darah, berat badan, dan kadar hemoglobin. Artinya, bisa digunakan untuk pengecekan kesehatan gratis sebelum mendonorkan darah.

Selain itu, akan ada pengecekan darah alias screening virus seperti hepatitis A/B. “Kalau negatif, berarti dia sehat,” ungkapnya.

Dari pengambilan darah sebanyak 350 cc, ada sirkulasi baru karena darah dikeluarkan. Hal ini akan membuat tubuh merangsang dan memproduksi sel darah baru yang lebih bagus dan segar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/