alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tahun Ini Targetkan Kasus Stunting Turun Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Jember menargetkan kasus stunting turun menjadi 10 persen pada 2022. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember melaporkan bahwa stunting di Jember telah mengalami penurunan sejak 2019. Berdasarkan hasil operasi timbang, angka kasus stunting turun dari 13,73 persen menjadi 11,74 persen pada 2021.

Baca Juga : Gara-Gara Mesin Hidup saat Isi Bensin, Toko di Bondowoso Ludes Terbakar 

Terdapat 34 desa lokus stunting yang ditetapkan. Desa-desa di Jember ini dalam data Dinkes memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan. Tinggi bayi baru lahir yang kurang dari 48 cm harus diwaspadai. Karena ini menjadi satu faktor yang perlu dicurigai. Dari situ, ibu harus melakukan intervensi dengan pemenuhan ASI eksklusif serta menjaga kualitasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seorang anak dinyatakan stunting jika memenuhi indikator tinggi badan di bawah garis standar. Pada 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang harus ditangani dengan baik. Sebab, jika seorang anak terindikasi stunting, tidak dapat dilakukan pemulihan.

Dinkes sedang gencar melakukan promosi preventif untuk pencegahan dan penanganan stunting kepada masyarakat. Sebab, sangat disayangkan jika anak mengalaminya. “Kecerdasannya menurun 10 sampai 20 persen,” kata Dwi Handarisasi, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jember, Kamis (14/4).

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Jember menargetkan kasus stunting turun menjadi 10 persen pada 2022. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember melaporkan bahwa stunting di Jember telah mengalami penurunan sejak 2019. Berdasarkan hasil operasi timbang, angka kasus stunting turun dari 13,73 persen menjadi 11,74 persen pada 2021.

Baca Juga : Gara-Gara Mesin Hidup saat Isi Bensin, Toko di Bondowoso Ludes Terbakar 

Terdapat 34 desa lokus stunting yang ditetapkan. Desa-desa di Jember ini dalam data Dinkes memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan. Tinggi bayi baru lahir yang kurang dari 48 cm harus diwaspadai. Karena ini menjadi satu faktor yang perlu dicurigai. Dari situ, ibu harus melakukan intervensi dengan pemenuhan ASI eksklusif serta menjaga kualitasnya.

Seorang anak dinyatakan stunting jika memenuhi indikator tinggi badan di bawah garis standar. Pada 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang harus ditangani dengan baik. Sebab, jika seorang anak terindikasi stunting, tidak dapat dilakukan pemulihan.

Dinkes sedang gencar melakukan promosi preventif untuk pencegahan dan penanganan stunting kepada masyarakat. Sebab, sangat disayangkan jika anak mengalaminya. “Kecerdasannya menurun 10 sampai 20 persen,” kata Dwi Handarisasi, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jember, Kamis (14/4).

PATRANG, Radar Jember – Jember menargetkan kasus stunting turun menjadi 10 persen pada 2022. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember melaporkan bahwa stunting di Jember telah mengalami penurunan sejak 2019. Berdasarkan hasil operasi timbang, angka kasus stunting turun dari 13,73 persen menjadi 11,74 persen pada 2021.

Baca Juga : Gara-Gara Mesin Hidup saat Isi Bensin, Toko di Bondowoso Ludes Terbakar 

Terdapat 34 desa lokus stunting yang ditetapkan. Desa-desa di Jember ini dalam data Dinkes memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan. Tinggi bayi baru lahir yang kurang dari 48 cm harus diwaspadai. Karena ini menjadi satu faktor yang perlu dicurigai. Dari situ, ibu harus melakukan intervensi dengan pemenuhan ASI eksklusif serta menjaga kualitasnya.

Seorang anak dinyatakan stunting jika memenuhi indikator tinggi badan di bawah garis standar. Pada 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang harus ditangani dengan baik. Sebab, jika seorang anak terindikasi stunting, tidak dapat dilakukan pemulihan.

Dinkes sedang gencar melakukan promosi preventif untuk pencegahan dan penanganan stunting kepada masyarakat. Sebab, sangat disayangkan jika anak mengalaminya. “Kecerdasannya menurun 10 sampai 20 persen,” kata Dwi Handarisasi, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jember, Kamis (14/4).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/