alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kenali Proses Panjang, Cegah Bunuh Diri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tindakan bunuh diri selalu ada faktor yang melatarbelakanginya. Ada proses panjang hingga akhirnya seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidup. Jadi, tidak serta merta tindakan itu dilakukan tanpa adanya sebab. Sejatinya, semua itu bisa dicegah apabila dikenali oleh orang di sekitarnya.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Nuraini Kusumaningtyas, psikolog Klinis P3LM Universitas Muhammadiyah Jember, menjelaskan, pemicu awalnya adalah stres berkepanjangan yang berujung depresi. “Selanjutnya ada keinginan bunuh diri,” tuturnya. Biasanya, sebelum peristiwa benar-benar terjadi, juga diawali dengan percobaan-percobaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Orang-orang seperti ini memiliki ketahanan mental yang lemah. Pribadinya rentan, sehingga kurang bisa merespons suatu problem dengan baik. Ada tekanan atau peristiwa hidup yang terus-menerus menghantui pikirannya.  Ada pula yang memang sudah memiliki gangguan kejiwaan. Selain itu, faktor sosial sangat memengaruhi.

Kondisi ini sudah memasuki tingkat yang paling parah. “Biasanya dia sudah merasa hopeless (putus asa, Red), sendirian, jadi beban, dan merasa tidak berharga,” kata Tyas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tindakan bunuh diri selalu ada faktor yang melatarbelakanginya. Ada proses panjang hingga akhirnya seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidup. Jadi, tidak serta merta tindakan itu dilakukan tanpa adanya sebab. Sejatinya, semua itu bisa dicegah apabila dikenali oleh orang di sekitarnya.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Nuraini Kusumaningtyas, psikolog Klinis P3LM Universitas Muhammadiyah Jember, menjelaskan, pemicu awalnya adalah stres berkepanjangan yang berujung depresi. “Selanjutnya ada keinginan bunuh diri,” tuturnya. Biasanya, sebelum peristiwa benar-benar terjadi, juga diawali dengan percobaan-percobaan.

Orang-orang seperti ini memiliki ketahanan mental yang lemah. Pribadinya rentan, sehingga kurang bisa merespons suatu problem dengan baik. Ada tekanan atau peristiwa hidup yang terus-menerus menghantui pikirannya.  Ada pula yang memang sudah memiliki gangguan kejiwaan. Selain itu, faktor sosial sangat memengaruhi.

Kondisi ini sudah memasuki tingkat yang paling parah. “Biasanya dia sudah merasa hopeless (putus asa, Red), sendirian, jadi beban, dan merasa tidak berharga,” kata Tyas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tindakan bunuh diri selalu ada faktor yang melatarbelakanginya. Ada proses panjang hingga akhirnya seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidup. Jadi, tidak serta merta tindakan itu dilakukan tanpa adanya sebab. Sejatinya, semua itu bisa dicegah apabila dikenali oleh orang di sekitarnya.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Nuraini Kusumaningtyas, psikolog Klinis P3LM Universitas Muhammadiyah Jember, menjelaskan, pemicu awalnya adalah stres berkepanjangan yang berujung depresi. “Selanjutnya ada keinginan bunuh diri,” tuturnya. Biasanya, sebelum peristiwa benar-benar terjadi, juga diawali dengan percobaan-percobaan.

Orang-orang seperti ini memiliki ketahanan mental yang lemah. Pribadinya rentan, sehingga kurang bisa merespons suatu problem dengan baik. Ada tekanan atau peristiwa hidup yang terus-menerus menghantui pikirannya.  Ada pula yang memang sudah memiliki gangguan kejiwaan. Selain itu, faktor sosial sangat memengaruhi.

Kondisi ini sudah memasuki tingkat yang paling parah. “Biasanya dia sudah merasa hopeless (putus asa, Red), sendirian, jadi beban, dan merasa tidak berharga,” kata Tyas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/