alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Nakes Lansia Segera Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Setelah vaksinasi gelombang dua untuk tenaga kesehatan (nakes) usai, nakes lansia bakal menjadi prioritas. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember dr Faida MMR pada pekan lalu. Lalu, amankah vaksinasi jika diberikan kepada lansia?

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter spesialis paru-paru dr Angga Mardro Raharjo SpP menjelaskan bahwa vaksin tersebut sudah bisa digunakan untuk para lansia atau yang berusia 60 tahun ke atas. “Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sudah menguji kandungan yang terdapat pada vaksin itu dan menyatakan bahwa aman untuk lansia,” ucap dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Meski begitu, dirinya menuturkan bahwa tak semua lansia bisa mendapatkan vaksin. “Mereka juga akan melalui tahap screening lebih dulu,” ungkapnya. Salah satunya, mengecek apakah nakes lansia itu memiliki penyakit penyerta yang tidak terkontrol. Misalnya, sakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika tidak memungkinkan, para nakes itu tidak akan diberi vaksin untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang bisa berakibat pada kesehatan para lansia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Setelah vaksinasi gelombang dua untuk tenaga kesehatan (nakes) usai, nakes lansia bakal menjadi prioritas. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember dr Faida MMR pada pekan lalu. Lalu, amankah vaksinasi jika diberikan kepada lansia?

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter spesialis paru-paru dr Angga Mardro Raharjo SpP menjelaskan bahwa vaksin tersebut sudah bisa digunakan untuk para lansia atau yang berusia 60 tahun ke atas. “Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sudah menguji kandungan yang terdapat pada vaksin itu dan menyatakan bahwa aman untuk lansia,” ucap dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Meski begitu, dirinya menuturkan bahwa tak semua lansia bisa mendapatkan vaksin. “Mereka juga akan melalui tahap screening lebih dulu,” ungkapnya. Salah satunya, mengecek apakah nakes lansia itu memiliki penyakit penyerta yang tidak terkontrol. Misalnya, sakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus.

Jika tidak memungkinkan, para nakes itu tidak akan diberi vaksin untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang bisa berakibat pada kesehatan para lansia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Setelah vaksinasi gelombang dua untuk tenaga kesehatan (nakes) usai, nakes lansia bakal menjadi prioritas. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember dr Faida MMR pada pekan lalu. Lalu, amankah vaksinasi jika diberikan kepada lansia?

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter spesialis paru-paru dr Angga Mardro Raharjo SpP menjelaskan bahwa vaksin tersebut sudah bisa digunakan untuk para lansia atau yang berusia 60 tahun ke atas. “Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sudah menguji kandungan yang terdapat pada vaksin itu dan menyatakan bahwa aman untuk lansia,” ucap dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Meski begitu, dirinya menuturkan bahwa tak semua lansia bisa mendapatkan vaksin. “Mereka juga akan melalui tahap screening lebih dulu,” ungkapnya. Salah satunya, mengecek apakah nakes lansia itu memiliki penyakit penyerta yang tidak terkontrol. Misalnya, sakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus.

Jika tidak memungkinkan, para nakes itu tidak akan diberi vaksin untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang bisa berakibat pada kesehatan para lansia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/