alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bantu Pasien TB sampai Tuntas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah pasien tuberkulosis (TB) di Jember cukup tinggi. Bahkan, Jember menjadi kabupaten kedua se-Jawa Timur yang memiliki jumlah pasien terbanyak. Penderita penyakit TB itu tidak hanya pada kalangan lansia, tapi juga menyerang remaja usia 15 tahun.

Melihat kondisi ini, sejumlah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej) melakukan aksi sosial untuk membantu para pasien TB tersebut. “Ini adalah bentuk keprihatinan kami dengan tingginya pasien TB di Jember. Banyak pasien yang akses pemenuhan kesehatannya terhenti,” kata Hasianida, salah satu relawan.

Namun, perkumpulan relawan yang dibentuk pada 10 November 2020 ini, belum memiliki banyak anggota. Hingga saat ini, anggotanya tidak lebih dari 30 orang. Mereka ada yang menjadi donatur, dan sebagian lainnya melakukan pendataan pada pasien TB.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, untuk jumlah pasien yang telah ditangani kini mencapai 15 pasien. Mereka terdiri atas dua golongan. Yaitu pasien TB asih dan pasien TB asuh. Pasien TB asih merupakan pasien yang didampingi pembiayaan perawatannya. Pembiayaannya hanya 75 persen. Tidak penuh. Pertimbangannya adalah kemampuan ekonomi dan usia pasien.

Sementara itu, pasien TB asuh merupakan pasien yang mendapat pengawalan penuh pengobatannya. Mulai dari perawatan di rumah, pemenuhan obat, hingga perawatan intensif di rumah sakit jika diperlukan. Dari 15 pasien, hanya dua pasien yang dinyatakan sebagai pasien TB asuh. “Prinsipnya, donatur A akan membantu pasien A sampai sembuh,” kata Hasianida.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah pasien tuberkulosis (TB) di Jember cukup tinggi. Bahkan, Jember menjadi kabupaten kedua se-Jawa Timur yang memiliki jumlah pasien terbanyak. Penderita penyakit TB itu tidak hanya pada kalangan lansia, tapi juga menyerang remaja usia 15 tahun.

Melihat kondisi ini, sejumlah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej) melakukan aksi sosial untuk membantu para pasien TB tersebut. “Ini adalah bentuk keprihatinan kami dengan tingginya pasien TB di Jember. Banyak pasien yang akses pemenuhan kesehatannya terhenti,” kata Hasianida, salah satu relawan.

Namun, perkumpulan relawan yang dibentuk pada 10 November 2020 ini, belum memiliki banyak anggota. Hingga saat ini, anggotanya tidak lebih dari 30 orang. Mereka ada yang menjadi donatur, dan sebagian lainnya melakukan pendataan pada pasien TB.

Sementara, untuk jumlah pasien yang telah ditangani kini mencapai 15 pasien. Mereka terdiri atas dua golongan. Yaitu pasien TB asih dan pasien TB asuh. Pasien TB asih merupakan pasien yang didampingi pembiayaan perawatannya. Pembiayaannya hanya 75 persen. Tidak penuh. Pertimbangannya adalah kemampuan ekonomi dan usia pasien.

Sementara itu, pasien TB asuh merupakan pasien yang mendapat pengawalan penuh pengobatannya. Mulai dari perawatan di rumah, pemenuhan obat, hingga perawatan intensif di rumah sakit jika diperlukan. Dari 15 pasien, hanya dua pasien yang dinyatakan sebagai pasien TB asuh. “Prinsipnya, donatur A akan membantu pasien A sampai sembuh,” kata Hasianida.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah pasien tuberkulosis (TB) di Jember cukup tinggi. Bahkan, Jember menjadi kabupaten kedua se-Jawa Timur yang memiliki jumlah pasien terbanyak. Penderita penyakit TB itu tidak hanya pada kalangan lansia, tapi juga menyerang remaja usia 15 tahun.

Melihat kondisi ini, sejumlah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej) melakukan aksi sosial untuk membantu para pasien TB tersebut. “Ini adalah bentuk keprihatinan kami dengan tingginya pasien TB di Jember. Banyak pasien yang akses pemenuhan kesehatannya terhenti,” kata Hasianida, salah satu relawan.

Namun, perkumpulan relawan yang dibentuk pada 10 November 2020 ini, belum memiliki banyak anggota. Hingga saat ini, anggotanya tidak lebih dari 30 orang. Mereka ada yang menjadi donatur, dan sebagian lainnya melakukan pendataan pada pasien TB.

Sementara, untuk jumlah pasien yang telah ditangani kini mencapai 15 pasien. Mereka terdiri atas dua golongan. Yaitu pasien TB asih dan pasien TB asuh. Pasien TB asih merupakan pasien yang didampingi pembiayaan perawatannya. Pembiayaannya hanya 75 persen. Tidak penuh. Pertimbangannya adalah kemampuan ekonomi dan usia pasien.

Sementara itu, pasien TB asuh merupakan pasien yang mendapat pengawalan penuh pengobatannya. Mulai dari perawatan di rumah, pemenuhan obat, hingga perawatan intensif di rumah sakit jika diperlukan. Dari 15 pasien, hanya dua pasien yang dinyatakan sebagai pasien TB asuh. “Prinsipnya, donatur A akan membantu pasien A sampai sembuh,” kata Hasianida.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/