Pasien Heran, Kenapa Banyak Tentara Berkeliaran di Rumah Sakit

Humas RSD dr Soebandi Jember for Radar Jember TELADANI SEMANGAT PEJUANG: Selama sepekan, seluruh dokter, perawat, dan karyawan RSD dr Soebandi melayani pasien dan pengunjung dengan mengenakan pakaian serta kostum bernuansa perjuangan.

RADARJEMBER.ID- Ada yang berbeda ketika pasien memasuki lobi pendaftaran di RSD dr Soebandi. Sebuah photo booth dengan gambar pejuang 45 serta bendera merah putih terpasang tepat di samping meja resepsionis. Aksesori bernuansa merah putih juga terpasang di setiap sudut ruangan, termasuk di ruangan periksa masing-masing poli.

IKLAN

Tak hanya itu, pasien juga dilayani oleh ‘tentara’ dan ‘pejuang kemerdekaan’. Jika biasanya petugas kesehatan mengenakan pakaian serba putih, kali ini mereka memakai kostum tentara atau pejuang kemerdekaan bernuansa cokelat. Ada pula yang mengenakan kebaya merah putih, bahkan seragam Pramuka. Sangat kontras dengan kesehariannya yang selalu memakai seragam PNS atau jas putih.

Pemandangan ini terlihat di lingkungan RSD dr Soebandi. Selama sepekan hingga 17 Agustus mendatang, seluruh karyawan serta dokter dan petugas kesehatan lainnya mengobarkan semangat kemerdekaan dengan cara melayani pengunjung dan pasien menggunakan kostum ala kemerdekaan RI.

Tidak hanya di bagian depan, di masing-masing poli pun seluruh personelnya juga menggunakan pakaian bernuansa perjuangan. Baik yang bernuansa loreng tentara, seragam cokelat, hingga pakaian dengan warna merah putih. “Dalam rangka menyambut peringatan HUT kemerdekaan Indonesia, semua personel rumah sakit terlibat di dalamnya,” ujar Kabag Humas RSD dr Soebandi dr Justina Evy.

Sementara di Poli Kulit dan Kelamin, seluruh personelnya mengenakan pakaian serba cokelat lengkap dengan topi dan pin bendera yang disematkan di atasnya. Pemandangan yang sama juga terlihat di Poli Gigi dan Mulut. Tanpa rasa canggung dengan busana tersebut, seluruh dokter tetap optimal melayani perawatan pasien.

Hal ini, kata dia, merupakan imbauan yang disampaikan oleh direktur rumah sakit. Selama seminggu rumah sakit tersebut menerapkan tema perjuangan dalam seluruh proses pelayanannya. Untuk persiapannya, diserahkan kepada masing-masing divisi. Tidak ada patokan khusus tentang pemakaian kostum. “Pokoknya model perjuangan,” selorohnya.

Setiap hari masing-masing divisi menampilkan tema yang berbeda. Di Poli Psikiatri misalnya, pada hari pertama seluruh personelnya mengenakan kebaya bernuansa merah. Kemudian, hari kedua kostum loreng ala tentara angkatan darat, lalu besoknya bernuansa putih.

“Tidak hanya karyawannya saja yang heboh, tapi yang DM (dokter muda) justru lebih totalitas. Mereka pakai riasan bendera merah putih. Merahnya pakai lipstik, putihnya pakai eye shadow putih dipakaikan di pipinya,” ujar dr Evy sembari tertawa.

dr Evy menuturkan, persiapan kostumnya diserahkan kepada masing-masing divisi. Tidak ada keharusan mutlak. Untuk memeriahkan suasana, penggunaan kostum ini akan dilombakan secara internal. “Kita menggelar banyak lomba seperti kostum, karaoke, paduan suara, lomba bakiak, balap karung, tarik tambang, dan lain sebagainya untuk karyawan internal. Sedangkan untuk eksternal ada lomba mural di dinding RS dan lomba menulis artikel tentang RSD dr Soebandi,” paparnya.

Dalam hal koordinasi kostum, bagi dr Evy tidak ada kesulitan yang berarti. Yang penting menyesuaikan dengan tema yang ditentukan setiap harinya. “Kalau ada yang punya ya dipakai, ada yang beli, ada yang nyewa, terserah disesuaikan masing-masing,” lanjutnya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama berlangsung dalam rangka peringatan HUT kemerdekaan RI. Namun, untuk beberapa agenda khusus, RSD dr Soebandi selalu melakukan pelayanan dengan tema serupa. “Misalnya waktu Hari Kartini, selama satu hari semua karyawan mengenakan kebaya,” ujarnya.

Tanggapan yang diterima dari pasien dan pengunjung sangat beragam. Mayoritas menyatakan apresiasi sekaligus keterkejutan. Sebab, ini dinilai cukup menghibur. “Malah ada yang komentar, kenapa hari ini kok banyak sekali tentara yang berkeliaran di RSD dr Soebandi,” akunya sembari tertawa.

Pengambilan tema tersebut bukan tanpa alasan. Bagi dr Evy, ada prinsip yang harus dipegang oleh seluruh karyawan, yaitu mereka harus tetap berjuang untuk menjalani hidup. “Selama perjalanan hidup kan kita memang isinya berjuang,” lanjutnya.

Pada prinsipnya, Indonesia sudah pernah berjuang ketika merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, dan perjuangan tersebut memperoleh hasil yang sangat memuaskan. Tekad inilah yang menjadi modal pelayanan penuh semangat bagi semua personel di RSD dr Soebandi. “Semangatnya supaya kita bisa melayani pasien dengan totalitas, sehingga pasien bisa cepat sembuh dan kita bisa mendapatkan kebanggaan serta kelegaan,” pungkasnya.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :