Pasien Bibir Sumbing Jalani Screening

RSBS FOR RADAR JEMBER Screening Bibir Sumbing: Salah satu pasien bibir sumbing saat menjalani screening di RSBS yang dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Siti Nurul Qomariyah MKes.

RADARJEMBER.ID- Bibir sumbing, salah satu dari sembilan kasus dari Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis bagi Duafa, Senin (13/8) kemarin kembali dilakukan screening (pemeriksaan awal). Usai screening, sebanyak 10 pasien tersebut akan dijadwalkan operasi di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember pada Sabtu (18/8) mendatang.

IKLAN

Kabid Pembiayaan Kesehatan dr Nunung Indriastutik sekaligus yang memeriksa para pasien bibir sumbing mengatakan, mayoritas pasiennya adalah bayi. Oleh karena itu, pasien bibir sumbing yang akan dioperasi diharuskan dalam kondisi yang sehat. Setidaknya anak tersebut berusia 10 minggu dan memiliki berat badan lebih dari 10 pon atau lebih dari 5 kg, serta hemoglobinnya juga harus lebih dari 10 gr%.

“Setelah di-screening orang tua sebaiknya menjaga kondisi kesehatan pasien. Mulai dari asupan makanannya dan istirahat yang cukup. Agar nanti saat hari H operasi, pasien dalam keadaan yang prima,” jelasnya.

Dalam proses screening itu, hadir pula dr Siti Nurul Qomariyah MKes, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember. Pihaknya sangat mengapresiasi adanya sinergi aksi kemanusiaan operasi gratis bagi duafa. Dengan begitu, RSBS juga berpartisipasi dalam membantu masyarakat miskin.

“Untuk pelaksanaan operasi gratis ini, kami siap memantau apabila ada pasien yang berat badannya masih kurang karena malnutrisi serta mendukung dalam perizinan kegiatan serta dokter yang nantinya akan mengoperasi,” tuturnya.

Sementara itu, Siska, orang tua dari pasien Gibran, 7 bulan, menceritakan jika suaminya hampir pingsan saat mengetahui putra sulungnya terlahir dalam kondisi tidak normal pada bagian bibirnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia dan suami berusaha untuk mengikhlaskan serta menerima keadaan putranya.

Cerita serupa pun dialami oleh Siti Nurmuamalah, orang tua dari Alfan, 8 bulan. Dijelaskan suaminya sempat kaget hingga berujung pada amarah. Akan tetapi, emosinya pun segera mereda setelah diberi wejangan oleh orang tuanya. “Saking nggak menyangkanya, Mas, jadi marah-marah. Tapi setelah itu langsung dikasih penjelasan dari mertua,” ungkap warga Kecamatan Ambulu itu.

Lain halnya dengan Misnati, 38. Dalam periode operasi bibir sumbing kali ini, ia adalah satu-satunya pasien dewasa. Kondisinya yang tidak sempurna itu membuat warga Kecamatan Bangsalsari itu dijauhi oleh saudara-saudaranya sendiri. “Tidak apa-apa saya dijauhi, yang penting saya masih diberikan kehidupan dan kesehatan. Alhamdulillah sama Allah malah dikasih rezeki operasi gratis,” katanya.

Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :