Anemia Berkepanjangan Dapat Mempercepat Osteoporosis?

Thinkstock (2)
Oleh Tri Setyowaty SST RD *)

Defisiensi besi adalah penyebab anemia secara umum. Potensi penyebab anemia sebenarnya bermacam-macam seperti karena perdarahan, penyakit, atau pun defisiensi besi pada dietnya. Pada penderita anemia akan terjadi penurunan konsentrasi jumlah dan volume darah dalam tubuh. Hal ini memengaruhi jumlah konsentrasi kalsium dalam plasma darah dan reaksi mineralisasi tulang juga menurun.

IKLAN

Beberapa penelitian menyatakan, faktor lain yang memengaruhi kadar kalsium-plasma adalah rasio kalsium dan pospor dalam makanan. Makanan yang mempunyai rasio kalsium dan pospor tidak baik dapat meningkatkan sekresi hormon paratiroid. yang selanjutnya menyebabkan demineralisasi tulang.

Diperkirakan bahwa hal ini mungkin merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan terjadinya osteoporosis, suatu fenomena yang menurunkan kepadatan dan mineralisasi tulang yang umum terjadi dengan meningkatnya umur, terutama pada wanita menopause. Aspek lain dari asupan makanan yang mengandung tingginya kadar oksalat atau pitat pada makanan akan menghambat penyerapan kalsium pada tubuh, sehingga tidak maksimal. Makanan yang mengandung kadar oksalat yang tinggi seperti bayam, bit, biji-bijian, teh kental, dan lain-lain. Kadar oksalat dalam makanan juga menurunkan ketersediaan magnesium dan besi makanan.

Penelitian lain menjelaskan bahwa sebab potensial pada defisiensi kalsium dan demineralisasi tulang sudah diketahui yaitu vitamin D. Tidak ada kalsium tersedia dapat digunakan dari makanan tingginya tingkat eksresi kalsium dan tingginya rasio kalsium dan pospor dalam diet. Ternyata faktor penghambat penyerapan kalsium juga menghambat penyerapan zat besi.

Ternyata benar bahwa penderita anemia yang berkepanjangan juga berpengaruh pada tingkat penyerapan tubuh terhadap kalsium pada makanan juga menurun. Jadi, usahakan Anda pada usia muda tingkatkan makanan yang tinggi kalsium pasti, juga makanan yang meningkatkan jumlah fe (zat besi) dalam tubuh pula.

Bagaimana Cara Diet yang benar?

Bahan makanan yang mengandung asam pitat tinggi banyak pada biji-bijian (grain), tanin pada the, dan daun-daun sayuran tertentu seperti pada bayam, bit, sawi, kol, kangkung, dan sebagainya. Kenyataannya, pada sayuran yang tinggi zat besi juga mengandung zat pitat atau oksalat tinggi. Anda jangan khawatir! Bagaimana yang benar dalam menyiasati zat pitat tidak terurai secara maksimal pada tubuh?

Pengolahan yang benar bisa menghindari penyerapan zat pitat pada bahan makanan seperti merendam biji-bijian dengan air, blancing (merendam pada air mendidih ±10 menit)  bahan makanan terutama pada sayuran hijau sebelum bahan makanan tersebut diolah.

Tidak ada bahan makanan yang mengandung nilai gizi yang sempurna. Usahakan konsumsi makanan dengan menganekaragamkan bahan makanan baik sumber nabati, hewani, maupun buah dan sayuran setiap harinya. Konsumsilah makanan sumber vitamin C setiap hari terutama pada buah-buahan segar untuk membantu penyerapan zat besi dan kalsium dalam tubuh.

Hindari atau kurangi konsumsi bahan makanan yang menghambat penyerapan zat besi atau kalsium dalam tubuh seperti teh, minuman alkohol, soda, kopi. Sebenarnya penyerapan lebih cepat ke tubuh pada sumber pangan hewani dari pada nabati. Jadi, pastikan Anda makan sayuran dan sumber pangan hewani maupun nabati seimbang, sehingga bisa membantu penyerapan kalsium dan zat besi menjadi maksimal. Ini adalah beberapa contoh resep makanan yang bisa meningkatkan zat besi maupun kalsium tubuh Anda! Antara lain Jus segar bayam, Tumis kangkung teri istimewa.

*) Penulis adalah ahli gizi RSD dr Soebandi Jember

Reporter :

Fotografer :

Editor :