alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Penyintas Covid-19 Bisa Langsung Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun, kenapa penyintas yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus bersabar? Dokter spesialis yang menangani Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, kadar antibodi yang dimiliki pasien hasil terapi plasma konvalesen sudah tinggi. Dengan demikian, kemungkinan untuk kembali terpapar sangat rendah.

Dokter spesialis paru itu mengungkapkan, karena hal itulah, maka pemberian vaksin kepada penyintas Covid-19 yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus ditunda. “Soalnya, akan menjadi mubazir jika langsung divaksin,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Namun, kenapa penyintas yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus bersabar? Dokter spesialis yang menangani Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, kadar antibodi yang dimiliki pasien hasil terapi plasma konvalesen sudah tinggi. Dengan demikian, kemungkinan untuk kembali terpapar sangat rendah.

Dokter spesialis paru itu mengungkapkan, karena hal itulah, maka pemberian vaksin kepada penyintas Covid-19 yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus ditunda. “Soalnya, akan menjadi mubazir jika langsung divaksin,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Mahrus Sholih

Namun, kenapa penyintas yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus bersabar? Dokter spesialis yang menangani Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, kadar antibodi yang dimiliki pasien hasil terapi plasma konvalesen sudah tinggi. Dengan demikian, kemungkinan untuk kembali terpapar sangat rendah.

Dokter spesialis paru itu mengungkapkan, karena hal itulah, maka pemberian vaksin kepada penyintas Covid-19 yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen harus ditunda. “Soalnya, akan menjadi mubazir jika langsung divaksin,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/