alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Postif GeNose, Penumpang Batal Berangkat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah disosialisasikan dan diterapkan di sejumlah stasiun di kota-kota besar, kini giliran Stasiun Jember yang mewajibkan calon penumpang kereta api untuk menjalani pemeriksaan GeNose. Pelayanan pemeriksaan indikasi Covid-19 untuk para penumpang yang hendak menggunakan jasa perjalanan kereta itu relatif lebih murah. Hanya dikenakan tarif senilai Rp 20 ribu.

Sejak awal diterapkan pada Jumat (12/3), jumlah calon penumpang yang positif terbilang masih sedikit. Dalam satu hari pada Minggu (14/3) hingga pukul 14.00, terdapat satu penumpang yang dinyatakan positif. Sebelumnya, di hari pertama pemberlakuan GeNose di staisun yakni Jumat (12/3), terdapat tiga calon penumpang yang gagal berangkat karena dinyatakan positif.

Khoirus, perwakilan paramedis yang bertugas pada Minggu (14/3) kemarin menuturkan, penumpang yang dinyatakan positif terpaksa harus membatalkan perjalanan. Selanjutnya, yang bersangkutan diharuskan melakukan pemeriksaan swab. “Kalau hasilnya kembali positif, calon penumpang yang gagal wajib melakukan karantina sesuai dengan prosedur. Kalau hasil swab negatif, penumpang harus istirahat dulu,” sambung Mohammad Sofyan, petugas administrasi untuk layanan GeNose.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain layanan GeNose, layanan rapid antigen di stasiun Jember ramai dibidik masyarakat untuk digunakan sebagai syarat perjalanan laut dan udara. Berdasar keterangan Sofyan, layanan rapid antigen tidak pernah sepi kedatangan calon pelanggan yang hendak berangkat.

Umumnya, para calon penumpang yang menggunakan layanan rapid antigen akan menggunakan data hasil tesnya untuk keperluan bepergian ke luar Jember. Misalnya, pemberangakatan perjalanan menuju Bali yang ditempuh dari Pelabuhan Ketapang. “GeNose kan khusus untuk penumpang kereta api. Kalau rapid antigen bisa digunakan untuk penyeberangan pelabuhan dan bandara,” tutur Sofyan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah disosialisasikan dan diterapkan di sejumlah stasiun di kota-kota besar, kini giliran Stasiun Jember yang mewajibkan calon penumpang kereta api untuk menjalani pemeriksaan GeNose. Pelayanan pemeriksaan indikasi Covid-19 untuk para penumpang yang hendak menggunakan jasa perjalanan kereta itu relatif lebih murah. Hanya dikenakan tarif senilai Rp 20 ribu.

Sejak awal diterapkan pada Jumat (12/3), jumlah calon penumpang yang positif terbilang masih sedikit. Dalam satu hari pada Minggu (14/3) hingga pukul 14.00, terdapat satu penumpang yang dinyatakan positif. Sebelumnya, di hari pertama pemberlakuan GeNose di staisun yakni Jumat (12/3), terdapat tiga calon penumpang yang gagal berangkat karena dinyatakan positif.

Khoirus, perwakilan paramedis yang bertugas pada Minggu (14/3) kemarin menuturkan, penumpang yang dinyatakan positif terpaksa harus membatalkan perjalanan. Selanjutnya, yang bersangkutan diharuskan melakukan pemeriksaan swab. “Kalau hasilnya kembali positif, calon penumpang yang gagal wajib melakukan karantina sesuai dengan prosedur. Kalau hasil swab negatif, penumpang harus istirahat dulu,” sambung Mohammad Sofyan, petugas administrasi untuk layanan GeNose.

Selain layanan GeNose, layanan rapid antigen di stasiun Jember ramai dibidik masyarakat untuk digunakan sebagai syarat perjalanan laut dan udara. Berdasar keterangan Sofyan, layanan rapid antigen tidak pernah sepi kedatangan calon pelanggan yang hendak berangkat.

Umumnya, para calon penumpang yang menggunakan layanan rapid antigen akan menggunakan data hasil tesnya untuk keperluan bepergian ke luar Jember. Misalnya, pemberangakatan perjalanan menuju Bali yang ditempuh dari Pelabuhan Ketapang. “GeNose kan khusus untuk penumpang kereta api. Kalau rapid antigen bisa digunakan untuk penyeberangan pelabuhan dan bandara,” tutur Sofyan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah disosialisasikan dan diterapkan di sejumlah stasiun di kota-kota besar, kini giliran Stasiun Jember yang mewajibkan calon penumpang kereta api untuk menjalani pemeriksaan GeNose. Pelayanan pemeriksaan indikasi Covid-19 untuk para penumpang yang hendak menggunakan jasa perjalanan kereta itu relatif lebih murah. Hanya dikenakan tarif senilai Rp 20 ribu.

Sejak awal diterapkan pada Jumat (12/3), jumlah calon penumpang yang positif terbilang masih sedikit. Dalam satu hari pada Minggu (14/3) hingga pukul 14.00, terdapat satu penumpang yang dinyatakan positif. Sebelumnya, di hari pertama pemberlakuan GeNose di staisun yakni Jumat (12/3), terdapat tiga calon penumpang yang gagal berangkat karena dinyatakan positif.

Khoirus, perwakilan paramedis yang bertugas pada Minggu (14/3) kemarin menuturkan, penumpang yang dinyatakan positif terpaksa harus membatalkan perjalanan. Selanjutnya, yang bersangkutan diharuskan melakukan pemeriksaan swab. “Kalau hasilnya kembali positif, calon penumpang yang gagal wajib melakukan karantina sesuai dengan prosedur. Kalau hasil swab negatif, penumpang harus istirahat dulu,” sambung Mohammad Sofyan, petugas administrasi untuk layanan GeNose.

Selain layanan GeNose, layanan rapid antigen di stasiun Jember ramai dibidik masyarakat untuk digunakan sebagai syarat perjalanan laut dan udara. Berdasar keterangan Sofyan, layanan rapid antigen tidak pernah sepi kedatangan calon pelanggan yang hendak berangkat.

Umumnya, para calon penumpang yang menggunakan layanan rapid antigen akan menggunakan data hasil tesnya untuk keperluan bepergian ke luar Jember. Misalnya, pemberangakatan perjalanan menuju Bali yang ditempuh dari Pelabuhan Ketapang. “GeNose kan khusus untuk penumpang kereta api. Kalau rapid antigen bisa digunakan untuk penyeberangan pelabuhan dan bandara,” tutur Sofyan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/