22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Tuberkulosis dan Stunting Prioritas Masalah Kesehatan di Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

Makassar, RADARJEMBER.ID – Anak-anak yang dikategorikan stunting memiliki risiko lebih tinggi terpapar tuberkulosis atau TBC, demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, dr Nani di Makassar, Sabtu.

Puskesmas Masih Simpan Obat-obatan Kedaluwarsa

 

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jika dibandingkan dengan balita gizi normal, maka balita dengan gizi buruk dan berkategori stunting berisiko lebih tinggi terkena TBC. Demikian juga dengan balita yang menderita TBC, dengan masalah gizi yang kronik dan kekebalan yang rentan, potensi stuntingnya juga besar,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar kedua masalah tersebut dapat terselesaikan.

“Tuberkulosis dan stunting saat ini merupakan prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, pada skrining TBC di Makassar, juga dilakukan skrining stunting,” katanya.

Salah satu strategi dalam menemukan penderita TBC yakni skrining self assesment melalui aplikasi Sobat TB bagi masyarakat, terutama di Lorong Wisata.

Menurut dia, jika mereka yang melalui asesmen tersebut mendapatkan hasil suspek atau terduga TBC akan dihubungkan ke petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat dengan domisilinya.

- Advertisement -

Makassar, RADARJEMBER.ID – Anak-anak yang dikategorikan stunting memiliki risiko lebih tinggi terpapar tuberkulosis atau TBC, demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, dr Nani di Makassar, Sabtu.

Puskesmas Masih Simpan Obat-obatan Kedaluwarsa

 

“Jika dibandingkan dengan balita gizi normal, maka balita dengan gizi buruk dan berkategori stunting berisiko lebih tinggi terkena TBC. Demikian juga dengan balita yang menderita TBC, dengan masalah gizi yang kronik dan kekebalan yang rentan, potensi stuntingnya juga besar,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar kedua masalah tersebut dapat terselesaikan.

“Tuberkulosis dan stunting saat ini merupakan prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, pada skrining TBC di Makassar, juga dilakukan skrining stunting,” katanya.

Salah satu strategi dalam menemukan penderita TBC yakni skrining self assesment melalui aplikasi Sobat TB bagi masyarakat, terutama di Lorong Wisata.

Menurut dia, jika mereka yang melalui asesmen tersebut mendapatkan hasil suspek atau terduga TBC akan dihubungkan ke petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat dengan domisilinya.

Makassar, RADARJEMBER.ID – Anak-anak yang dikategorikan stunting memiliki risiko lebih tinggi terpapar tuberkulosis atau TBC, demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, dr Nani di Makassar, Sabtu.

Puskesmas Masih Simpan Obat-obatan Kedaluwarsa

 

“Jika dibandingkan dengan balita gizi normal, maka balita dengan gizi buruk dan berkategori stunting berisiko lebih tinggi terkena TBC. Demikian juga dengan balita yang menderita TBC, dengan masalah gizi yang kronik dan kekebalan yang rentan, potensi stuntingnya juga besar,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar kedua masalah tersebut dapat terselesaikan.

“Tuberkulosis dan stunting saat ini merupakan prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, pada skrining TBC di Makassar, juga dilakukan skrining stunting,” katanya.

Salah satu strategi dalam menemukan penderita TBC yakni skrining self assesment melalui aplikasi Sobat TB bagi masyarakat, terutama di Lorong Wisata.

Menurut dia, jika mereka yang melalui asesmen tersebut mendapatkan hasil suspek atau terduga TBC akan dihubungkan ke petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat dengan domisilinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca