22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Pastikan Ibu Hamil Periksa ke Dokter

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayan kesehatan yang berada di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) maupun membuka praktik sendiri sudah barang tentu memiliki ilmu dalam bidang kesehatan. Oleh sebab itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menganjurkan masyarakat untuk memeriksakan kehamilan hanya kepada dokter atau bidan dan bukan dukun.

Minta Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Diperjelas

Masyarakat Jember terdiri dari berbagai macam kultur. Kebiasaan yang masih melekat pada zaman dahulu terkadang masih dibawa sampai sekarang. Seperti halnya masih mempercayai dukun beranak sebagai tempat memeriksakan kehamilan hingga melakukan persalinan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy mengantisipasi hal tersebut terjadi. Dia menilai, ada banyak masalah kompleks yang kerap dihadapi oleh ibu hamil yang hanya bisa ditangani oleh dokter dengan pemeriksaan secara medis. Begitu juga saat melahirkan. “Jika hamil, wajib periksa ke dokter jangan ke dukun ya ibu-ibu,” ucapnya pada saat menyerahkan surat hak atas tanah PTSL kepada warga Desa Mangaran Kecamatan Ajung, Jumat (13/1) di Balai Desa Mangaran.

Bukan hanya itu, dia juga menegaskan kembali agar ibu hamil menaruh perhatian khusus pada kehamilannya. Dengan melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jabang bayi di dalam perut. “Jika melahirkan ya ke rumah sakit,” tuturnya.

Bupati Hendy menjelaskan hal itu harus dilakukan karena seorang dokter atau bidan sudah menempuh pendidikan sesuai bidangnya. Sehingga, memiliki ilmu dan pengalaman. “Supaya lahiran selamat,” katanya lagi.

Pemkab Jember telah memberikan perhatian kepada ibu hamil. Salah satunya dengan memberikan bantuan gizi makanan tambahan pada ibu hamil melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Tujuannya, untuk membantu sokongan kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Dari situ, diharapkan bayi yang dilahirkan sehat tidak kurang satu apapun, begitu juga dengan sang ibu. (sil/nur)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayan kesehatan yang berada di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) maupun membuka praktik sendiri sudah barang tentu memiliki ilmu dalam bidang kesehatan. Oleh sebab itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menganjurkan masyarakat untuk memeriksakan kehamilan hanya kepada dokter atau bidan dan bukan dukun.

Minta Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Diperjelas

Masyarakat Jember terdiri dari berbagai macam kultur. Kebiasaan yang masih melekat pada zaman dahulu terkadang masih dibawa sampai sekarang. Seperti halnya masih mempercayai dukun beranak sebagai tempat memeriksakan kehamilan hingga melakukan persalinan.

Bupati Hendy mengantisipasi hal tersebut terjadi. Dia menilai, ada banyak masalah kompleks yang kerap dihadapi oleh ibu hamil yang hanya bisa ditangani oleh dokter dengan pemeriksaan secara medis. Begitu juga saat melahirkan. “Jika hamil, wajib periksa ke dokter jangan ke dukun ya ibu-ibu,” ucapnya pada saat menyerahkan surat hak atas tanah PTSL kepada warga Desa Mangaran Kecamatan Ajung, Jumat (13/1) di Balai Desa Mangaran.

Bukan hanya itu, dia juga menegaskan kembali agar ibu hamil menaruh perhatian khusus pada kehamilannya. Dengan melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jabang bayi di dalam perut. “Jika melahirkan ya ke rumah sakit,” tuturnya.

Bupati Hendy menjelaskan hal itu harus dilakukan karena seorang dokter atau bidan sudah menempuh pendidikan sesuai bidangnya. Sehingga, memiliki ilmu dan pengalaman. “Supaya lahiran selamat,” katanya lagi.

Pemkab Jember telah memberikan perhatian kepada ibu hamil. Salah satunya dengan memberikan bantuan gizi makanan tambahan pada ibu hamil melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Tujuannya, untuk membantu sokongan kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Dari situ, diharapkan bayi yang dilahirkan sehat tidak kurang satu apapun, begitu juga dengan sang ibu. (sil/nur)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayan kesehatan yang berada di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) maupun membuka praktik sendiri sudah barang tentu memiliki ilmu dalam bidang kesehatan. Oleh sebab itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menganjurkan masyarakat untuk memeriksakan kehamilan hanya kepada dokter atau bidan dan bukan dukun.

Minta Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Diperjelas

Masyarakat Jember terdiri dari berbagai macam kultur. Kebiasaan yang masih melekat pada zaman dahulu terkadang masih dibawa sampai sekarang. Seperti halnya masih mempercayai dukun beranak sebagai tempat memeriksakan kehamilan hingga melakukan persalinan.

Bupati Hendy mengantisipasi hal tersebut terjadi. Dia menilai, ada banyak masalah kompleks yang kerap dihadapi oleh ibu hamil yang hanya bisa ditangani oleh dokter dengan pemeriksaan secara medis. Begitu juga saat melahirkan. “Jika hamil, wajib periksa ke dokter jangan ke dukun ya ibu-ibu,” ucapnya pada saat menyerahkan surat hak atas tanah PTSL kepada warga Desa Mangaran Kecamatan Ajung, Jumat (13/1) di Balai Desa Mangaran.

Bukan hanya itu, dia juga menegaskan kembali agar ibu hamil menaruh perhatian khusus pada kehamilannya. Dengan melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jabang bayi di dalam perut. “Jika melahirkan ya ke rumah sakit,” tuturnya.

Bupati Hendy menjelaskan hal itu harus dilakukan karena seorang dokter atau bidan sudah menempuh pendidikan sesuai bidangnya. Sehingga, memiliki ilmu dan pengalaman. “Supaya lahiran selamat,” katanya lagi.

Pemkab Jember telah memberikan perhatian kepada ibu hamil. Salah satunya dengan memberikan bantuan gizi makanan tambahan pada ibu hamil melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Tujuannya, untuk membantu sokongan kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Dari situ, diharapkan bayi yang dilahirkan sehat tidak kurang satu apapun, begitu juga dengan sang ibu. (sil/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca