23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Demi Pasien Terlayani, Pendaftaran Tutup Pukul 12.00

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jam pelayanan kesehatan untuk masyarakat perlu diperhatikan oleh pihak rumah sakit ataupun puskesmas di wilayah Jember. Apalagi masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit ataupun puskesmas harus segera ditangani dengan cepat tanpa menunggu keesokan harinya. Pihak rumah sakit ataupun puskesmas seharusnya berupaya untuk mengedepankan pasien yang akan berobat, meskipun sakit yang dideritanya terbilang tidak parah, atau yang sangat parah sekalipun.

BACA JUGA : Kapasitas Terbatas, 43 Apron Bandara Pendukung Disiapkan

Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi dr Hendro Soelistijono menjelaskan, sistem pendaftaran untuk pasien ada dua jenis. Yakni pendaftaran daring dengan menggunakan aplikasi dari RSD dr Soebandi. Namun, pasien juga bisa datang langsung ke loket pendaftaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pukul 07.00 loket pendaftaran sudah dibuka. Namun, dokter memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 karena diperlukan persiapan rekam medis serta data-data lainnya. “Pendaftaran pasien ditutup pukul 12.00 ini bertujuan agar pasien yang dilayani dan sudah mendaftar bisa selesai dalam satu hari dan tidak perlu menunggu keesokan harinya,” katanya.

Dia menambahkan, pasien akan dilayani sampai selesai serta mendapatkan obat. Karena itu, perlu dilakukan pembatasan pendaftaran pasien. Limitasi laboratorium juga sampai tiga jam saja. Jika nantinya ada pasien yang akan mendaftar lebih dari pukul 12.00, pihak RSD akan memberi tahu pasien tersebut bahwa nantinya kemungkinan besar pelayanan pasien tidak optimal dan diharuskan datang keesokan harinya. Hal itu akan membuat kepuasan pasien menjadi menurun. Berbeda dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang buka selama 24 jam dan tidak boleh menolak pasien.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jam pelayanan kesehatan untuk masyarakat perlu diperhatikan oleh pihak rumah sakit ataupun puskesmas di wilayah Jember. Apalagi masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit ataupun puskesmas harus segera ditangani dengan cepat tanpa menunggu keesokan harinya. Pihak rumah sakit ataupun puskesmas seharusnya berupaya untuk mengedepankan pasien yang akan berobat, meskipun sakit yang dideritanya terbilang tidak parah, atau yang sangat parah sekalipun.

BACA JUGA : Kapasitas Terbatas, 43 Apron Bandara Pendukung Disiapkan

Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi dr Hendro Soelistijono menjelaskan, sistem pendaftaran untuk pasien ada dua jenis. Yakni pendaftaran daring dengan menggunakan aplikasi dari RSD dr Soebandi. Namun, pasien juga bisa datang langsung ke loket pendaftaran.

Pukul 07.00 loket pendaftaran sudah dibuka. Namun, dokter memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 karena diperlukan persiapan rekam medis serta data-data lainnya. “Pendaftaran pasien ditutup pukul 12.00 ini bertujuan agar pasien yang dilayani dan sudah mendaftar bisa selesai dalam satu hari dan tidak perlu menunggu keesokan harinya,” katanya.

Dia menambahkan, pasien akan dilayani sampai selesai serta mendapatkan obat. Karena itu, perlu dilakukan pembatasan pendaftaran pasien. Limitasi laboratorium juga sampai tiga jam saja. Jika nantinya ada pasien yang akan mendaftar lebih dari pukul 12.00, pihak RSD akan memberi tahu pasien tersebut bahwa nantinya kemungkinan besar pelayanan pasien tidak optimal dan diharuskan datang keesokan harinya. Hal itu akan membuat kepuasan pasien menjadi menurun. Berbeda dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang buka selama 24 jam dan tidak boleh menolak pasien.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jam pelayanan kesehatan untuk masyarakat perlu diperhatikan oleh pihak rumah sakit ataupun puskesmas di wilayah Jember. Apalagi masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit ataupun puskesmas harus segera ditangani dengan cepat tanpa menunggu keesokan harinya. Pihak rumah sakit ataupun puskesmas seharusnya berupaya untuk mengedepankan pasien yang akan berobat, meskipun sakit yang dideritanya terbilang tidak parah, atau yang sangat parah sekalipun.

BACA JUGA : Kapasitas Terbatas, 43 Apron Bandara Pendukung Disiapkan

Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi dr Hendro Soelistijono menjelaskan, sistem pendaftaran untuk pasien ada dua jenis. Yakni pendaftaran daring dengan menggunakan aplikasi dari RSD dr Soebandi. Namun, pasien juga bisa datang langsung ke loket pendaftaran.

Pukul 07.00 loket pendaftaran sudah dibuka. Namun, dokter memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 karena diperlukan persiapan rekam medis serta data-data lainnya. “Pendaftaran pasien ditutup pukul 12.00 ini bertujuan agar pasien yang dilayani dan sudah mendaftar bisa selesai dalam satu hari dan tidak perlu menunggu keesokan harinya,” katanya.

Dia menambahkan, pasien akan dilayani sampai selesai serta mendapatkan obat. Karena itu, perlu dilakukan pembatasan pendaftaran pasien. Limitasi laboratorium juga sampai tiga jam saja. Jika nantinya ada pasien yang akan mendaftar lebih dari pukul 12.00, pihak RSD akan memberi tahu pasien tersebut bahwa nantinya kemungkinan besar pelayanan pasien tidak optimal dan diharuskan datang keesokan harinya. Hal itu akan membuat kepuasan pasien menjadi menurun. Berbeda dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang buka selama 24 jam dan tidak boleh menolak pasien.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca