alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Masih Banyak Stigma Negatif di Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

Oleh karenanya, Priwahyu juga menanyakan terkait informasi yang beredar di aplikasi perpesanan instan tentang hasil swab tersebut. Apalagi dia juga mengetahui bahwa stigma masyarakat mengenai pasien terkonfirmasi positif masih belum baik. “Walau Covid-19 tidak seperti dulu lagi, setidaknya orang yang dinyatakan terindikasi positif itu tahu terlebih dahulu sebelum disebarkan ke medsos,” tuturnya.

Pihaknya sempat berusaha menelusuri dari mana sumber pesan tersebut, melalui koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggul, yaitu Polsek Tanggul, koramil, kecamatan dan puskesmas. Namun, masih belum diketahui siapa yang menyebarkan pesan tersebut.

Priwahyu berharap masyarakat lebih bijaksana untuk men-share sebuah informasi juga sharing kebenaran info berita. Sebab, kata dia, yang kasihan adalah warga yang disebutkan positif terindikasi korona mendapatkan stigma negatif di masyarakat dalam beragam bentuk. “Karena belum semua masyarakat bisa memahami, walaupun sebagian masyarakat justru berempati,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Habib Salim menjelaskan, penemuan belasan warga yang positif korona merupakan hasil tracking satgas. Tracking dilakukan terhadap warga yang sempat kontak erat dengan warga yang dinyatakan positif Sebelumnya. “Sebelumnya, dilakukan tracking. Selanjutnya, hasil swab menunjukkan positif,” katanya.

Dengan temuan belasan warga yang positif itu, seluruhnya diwajibkan menjalani isolasi mandiri. Hal ini karena seluruhnya positif, namun masuk kategori orang tanpa gejala. Warga yang menjalani isolasi mandiri itu juga mendapat penanganan medis. Mereka mendapat kontrol secara berkala. Ada pendampingan dan pengawasan. “Mereka harus melakukan isolasi mandiri sampai swab-nya dinyatakan negatif,” tegasnya.

Penanganan terhadap warga yang diketahui positif itu terus dilakukan Pemkab Jember atau Satgas Covid-19. Selain menjadi perhatian khusus, Satgas di tingkat kecamatan dan desa juga turun melakukan pengawasan dan kontrol. “Penanganan terus dilakukan sampai mereka dinyatakan negatif,” jelas Habib

 

 

Jurnalis : Maulana, Nur Hariri, Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Oleh karenanya, Priwahyu juga menanyakan terkait informasi yang beredar di aplikasi perpesanan instan tentang hasil swab tersebut. Apalagi dia juga mengetahui bahwa stigma masyarakat mengenai pasien terkonfirmasi positif masih belum baik. “Walau Covid-19 tidak seperti dulu lagi, setidaknya orang yang dinyatakan terindikasi positif itu tahu terlebih dahulu sebelum disebarkan ke medsos,” tuturnya.

Pihaknya sempat berusaha menelusuri dari mana sumber pesan tersebut, melalui koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggul, yaitu Polsek Tanggul, koramil, kecamatan dan puskesmas. Namun, masih belum diketahui siapa yang menyebarkan pesan tersebut.

Priwahyu berharap masyarakat lebih bijaksana untuk men-share sebuah informasi juga sharing kebenaran info berita. Sebab, kata dia, yang kasihan adalah warga yang disebutkan positif terindikasi korona mendapatkan stigma negatif di masyarakat dalam beragam bentuk. “Karena belum semua masyarakat bisa memahami, walaupun sebagian masyarakat justru berempati,” ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Habib Salim menjelaskan, penemuan belasan warga yang positif korona merupakan hasil tracking satgas. Tracking dilakukan terhadap warga yang sempat kontak erat dengan warga yang dinyatakan positif Sebelumnya. “Sebelumnya, dilakukan tracking. Selanjutnya, hasil swab menunjukkan positif,” katanya.

Dengan temuan belasan warga yang positif itu, seluruhnya diwajibkan menjalani isolasi mandiri. Hal ini karena seluruhnya positif, namun masuk kategori orang tanpa gejala. Warga yang menjalani isolasi mandiri itu juga mendapat penanganan medis. Mereka mendapat kontrol secara berkala. Ada pendampingan dan pengawasan. “Mereka harus melakukan isolasi mandiri sampai swab-nya dinyatakan negatif,” tegasnya.

Penanganan terhadap warga yang diketahui positif itu terus dilakukan Pemkab Jember atau Satgas Covid-19. Selain menjadi perhatian khusus, Satgas di tingkat kecamatan dan desa juga turun melakukan pengawasan dan kontrol. “Penanganan terus dilakukan sampai mereka dinyatakan negatif,” jelas Habib

 

 

Jurnalis : Maulana, Nur Hariri, Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Oleh karenanya, Priwahyu juga menanyakan terkait informasi yang beredar di aplikasi perpesanan instan tentang hasil swab tersebut. Apalagi dia juga mengetahui bahwa stigma masyarakat mengenai pasien terkonfirmasi positif masih belum baik. “Walau Covid-19 tidak seperti dulu lagi, setidaknya orang yang dinyatakan terindikasi positif itu tahu terlebih dahulu sebelum disebarkan ke medsos,” tuturnya.

Pihaknya sempat berusaha menelusuri dari mana sumber pesan tersebut, melalui koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggul, yaitu Polsek Tanggul, koramil, kecamatan dan puskesmas. Namun, masih belum diketahui siapa yang menyebarkan pesan tersebut.

Priwahyu berharap masyarakat lebih bijaksana untuk men-share sebuah informasi juga sharing kebenaran info berita. Sebab, kata dia, yang kasihan adalah warga yang disebutkan positif terindikasi korona mendapatkan stigma negatif di masyarakat dalam beragam bentuk. “Karena belum semua masyarakat bisa memahami, walaupun sebagian masyarakat justru berempati,” ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Habib Salim menjelaskan, penemuan belasan warga yang positif korona merupakan hasil tracking satgas. Tracking dilakukan terhadap warga yang sempat kontak erat dengan warga yang dinyatakan positif Sebelumnya. “Sebelumnya, dilakukan tracking. Selanjutnya, hasil swab menunjukkan positif,” katanya.

Dengan temuan belasan warga yang positif itu, seluruhnya diwajibkan menjalani isolasi mandiri. Hal ini karena seluruhnya positif, namun masuk kategori orang tanpa gejala. Warga yang menjalani isolasi mandiri itu juga mendapat penanganan medis. Mereka mendapat kontrol secara berkala. Ada pendampingan dan pengawasan. “Mereka harus melakukan isolasi mandiri sampai swab-nya dinyatakan negatif,” tegasnya.

Penanganan terhadap warga yang diketahui positif itu terus dilakukan Pemkab Jember atau Satgas Covid-19. Selain menjadi perhatian khusus, Satgas di tingkat kecamatan dan desa juga turun melakukan pengawasan dan kontrol. “Penanganan terus dilakukan sampai mereka dinyatakan negatif,” jelas Habib

 

 

Jurnalis : Maulana, Nur Hariri, Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/