alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Jangan Sepelekan Genangan Air Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Kondisi cuaca di Jember yang tidak menentu akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kondisi ini memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Seperti genangan air selepas hujan, air bah yang membawa berbagai macam kotoran mulai dari sampah hingga bangkai turut mengundang penyakit seperti muntaber.

BACA JUGA : Sampah Berserakan, Rinjani Jadi Jorok

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih mengatakan, masyarakat harus terus memperhatikan kondisi sekitarnya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. “Karena kondisi kebersihan lingkungan sekitar ini perlu diperhatikan. Biasanya selepas hujan itu penyakit gampang menyebar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Patrang, kemarin (13/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, paling rentan terjadi seperti penyakit muntaber. Penyakit jenis ini menyebabkan peradangan usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun parasit lain seperti jamur dan cacing. Selain karena itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh keracunan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau zat kimia. “Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit di saluran pencernaan. Kuman tersebut keluar bersama feses dan dapat mengontaminasi makanan, air, atau benda,” terangnya.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Kondisi cuaca di Jember yang tidak menentu akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kondisi ini memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Seperti genangan air selepas hujan, air bah yang membawa berbagai macam kotoran mulai dari sampah hingga bangkai turut mengundang penyakit seperti muntaber.

BACA JUGA : Sampah Berserakan, Rinjani Jadi Jorok

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih mengatakan, masyarakat harus terus memperhatikan kondisi sekitarnya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. “Karena kondisi kebersihan lingkungan sekitar ini perlu diperhatikan. Biasanya selepas hujan itu penyakit gampang menyebar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Patrang, kemarin (13/5).

Dia mengatakan, paling rentan terjadi seperti penyakit muntaber. Penyakit jenis ini menyebabkan peradangan usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun parasit lain seperti jamur dan cacing. Selain karena itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh keracunan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau zat kimia. “Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit di saluran pencernaan. Kuman tersebut keluar bersama feses dan dapat mengontaminasi makanan, air, atau benda,” terangnya.

PATRANG, Radar Jember – Kondisi cuaca di Jember yang tidak menentu akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kondisi ini memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Seperti genangan air selepas hujan, air bah yang membawa berbagai macam kotoran mulai dari sampah hingga bangkai turut mengundang penyakit seperti muntaber.

BACA JUGA : Sampah Berserakan, Rinjani Jadi Jorok

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih mengatakan, masyarakat harus terus memperhatikan kondisi sekitarnya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. “Karena kondisi kebersihan lingkungan sekitar ini perlu diperhatikan. Biasanya selepas hujan itu penyakit gampang menyebar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Patrang, kemarin (13/5).

Dia mengatakan, paling rentan terjadi seperti penyakit muntaber. Penyakit jenis ini menyebabkan peradangan usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun parasit lain seperti jamur dan cacing. Selain karena itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh keracunan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau zat kimia. “Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit di saluran pencernaan. Kuman tersebut keluar bersama feses dan dapat mengontaminasi makanan, air, atau benda,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/