alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Pasien Meluber hingga Luar Gedung

RSD Soebandi Siapkan Ambulans sebagai Tempat Perawatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Jember terus meningkat. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemkab Jember, dalam sehari saja ada 200 pasien baru yang terkonfirmasi positif korona pada 11 Juli kemarin. Akibatnya, pasien Covid-19 pada rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Jember kian bertambah, sampai ruang perawatan penuh. Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi salah satunya.

Kondisi ini membuat rasio bed occupation rate (BOR) ruang isolasi untuk pasien Covid-19 penuh. Akibatnya, sebagian pasien Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah daerah itu harus dirawat di luar gedung dengan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan.. “Untuk kapasitasnya dari yang tersedia sudah terisi lebih dari 95 persen,” ungkap Hendro Soelistijono, Direktur RSUD dr Soebandi, kemarin (12/7).

Menurut Hendro, penanganan pasien yang dilakukan di atas kendaraan darurat tersebut merupakan perintah Bupati Jember Hendy Siswanto, dan sesuai dengan kebijakan disaster plan atau prosedur penanggulangan bencana. “Kami diperintahkan oleh bupati untuk tidak menolak pasien dan harus melayani pasien. Makanya, sambil menunggu, (pasien menempati, Red) ambulans sebagai transit saja. Sambil melihat kekosongan ruangan,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain di ambulans, sebagian pasien Covid-19 di RSD Soebandi juga dirawat di tenda lapangan yang telah disediakan. Karena itu, ketika ada pasien yang sembuh atau keluar dari ruangan, maka akan digantikan oleh pasien yang dirawat di tenda ataupun ambulans itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Jember terus meningkat. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemkab Jember, dalam sehari saja ada 200 pasien baru yang terkonfirmasi positif korona pada 11 Juli kemarin. Akibatnya, pasien Covid-19 pada rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Jember kian bertambah, sampai ruang perawatan penuh. Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi salah satunya.

Kondisi ini membuat rasio bed occupation rate (BOR) ruang isolasi untuk pasien Covid-19 penuh. Akibatnya, sebagian pasien Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah daerah itu harus dirawat di luar gedung dengan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan.. “Untuk kapasitasnya dari yang tersedia sudah terisi lebih dari 95 persen,” ungkap Hendro Soelistijono, Direktur RSUD dr Soebandi, kemarin (12/7).

Menurut Hendro, penanganan pasien yang dilakukan di atas kendaraan darurat tersebut merupakan perintah Bupati Jember Hendy Siswanto, dan sesuai dengan kebijakan disaster plan atau prosedur penanggulangan bencana. “Kami diperintahkan oleh bupati untuk tidak menolak pasien dan harus melayani pasien. Makanya, sambil menunggu, (pasien menempati, Red) ambulans sebagai transit saja. Sambil melihat kekosongan ruangan,” jelasnya.

Selain di ambulans, sebagian pasien Covid-19 di RSD Soebandi juga dirawat di tenda lapangan yang telah disediakan. Karena itu, ketika ada pasien yang sembuh atau keluar dari ruangan, maka akan digantikan oleh pasien yang dirawat di tenda ataupun ambulans itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Jember terus meningkat. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemkab Jember, dalam sehari saja ada 200 pasien baru yang terkonfirmasi positif korona pada 11 Juli kemarin. Akibatnya, pasien Covid-19 pada rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Jember kian bertambah, sampai ruang perawatan penuh. Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi salah satunya.

Kondisi ini membuat rasio bed occupation rate (BOR) ruang isolasi untuk pasien Covid-19 penuh. Akibatnya, sebagian pasien Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah daerah itu harus dirawat di luar gedung dengan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan.. “Untuk kapasitasnya dari yang tersedia sudah terisi lebih dari 95 persen,” ungkap Hendro Soelistijono, Direktur RSUD dr Soebandi, kemarin (12/7).

Menurut Hendro, penanganan pasien yang dilakukan di atas kendaraan darurat tersebut merupakan perintah Bupati Jember Hendy Siswanto, dan sesuai dengan kebijakan disaster plan atau prosedur penanggulangan bencana. “Kami diperintahkan oleh bupati untuk tidak menolak pasien dan harus melayani pasien. Makanya, sambil menunggu, (pasien menempati, Red) ambulans sebagai transit saja. Sambil melihat kekosongan ruangan,” jelasnya.

Selain di ambulans, sebagian pasien Covid-19 di RSD Soebandi juga dirawat di tenda lapangan yang telah disediakan. Karena itu, ketika ada pasien yang sembuh atau keluar dari ruangan, maka akan digantikan oleh pasien yang dirawat di tenda ataupun ambulans itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/