alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Wabah PMK Ancam PAD Pasar Hewan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di sejumlah kawasan di Provinsi Jawa Timur dipastikan bakal mengancam Pendapatan Asli Daerah (PAD) hal ini menjadi kekawatiran tersendiri bagi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek dibuat ketar-ketir.

BACA JUGA : Penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Sapi di Lumajang

Di Kabupaten Trenggalek memiliki tujuh titik perdagangan untuk hewan-hewan terna, ketujuh titik tersebut meliputi Pasar Hewan Kecamatan Trenggalek, Tugu, Panggul, Pule, Kampak, Durenan, dan Gandusari. Sementara di antara tujuh titik tersebut, ada dua pasar hewan yang berisiko terjadi penyebaran PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Palin besar itu di Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan, ketika PMK berkecamuk jelas menganggu PAD pasar hewan.Pendapatan dari pasar hewan dipastikan merosot,” kata Yusuf Widharto, Kabid Perdagangan Yusuf Widharto , Diskomidag Trenggalek..

Ia menambahkan pula kedua titik Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan sudah menjadi jujukan para pedagang dari luar Trenggalek. Apalagi, kedua pasar itu paling tidak terdapat 200 ekor sapi dijual. Tidak menutup kemungkinan, potensi penyebaran virus PMK masuk ke wilayah Trenggalek tetap terbuka, meskipun hal itu tidak diharapkan.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di sejumlah kawasan di Provinsi Jawa Timur dipastikan bakal mengancam Pendapatan Asli Daerah (PAD) hal ini menjadi kekawatiran tersendiri bagi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek dibuat ketar-ketir.

BACA JUGA : Penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Sapi di Lumajang

Di Kabupaten Trenggalek memiliki tujuh titik perdagangan untuk hewan-hewan terna, ketujuh titik tersebut meliputi Pasar Hewan Kecamatan Trenggalek, Tugu, Panggul, Pule, Kampak, Durenan, dan Gandusari. Sementara di antara tujuh titik tersebut, ada dua pasar hewan yang berisiko terjadi penyebaran PMK.

“Palin besar itu di Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan, ketika PMK berkecamuk jelas menganggu PAD pasar hewan.Pendapatan dari pasar hewan dipastikan merosot,” kata Yusuf Widharto, Kabid Perdagangan Yusuf Widharto , Diskomidag Trenggalek..

Ia menambahkan pula kedua titik Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan sudah menjadi jujukan para pedagang dari luar Trenggalek. Apalagi, kedua pasar itu paling tidak terdapat 200 ekor sapi dijual. Tidak menutup kemungkinan, potensi penyebaran virus PMK masuk ke wilayah Trenggalek tetap terbuka, meskipun hal itu tidak diharapkan.

RADARJEMBER.ID – Saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di sejumlah kawasan di Provinsi Jawa Timur dipastikan bakal mengancam Pendapatan Asli Daerah (PAD) hal ini menjadi kekawatiran tersendiri bagi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek dibuat ketar-ketir.

BACA JUGA : Penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Sapi di Lumajang

Di Kabupaten Trenggalek memiliki tujuh titik perdagangan untuk hewan-hewan terna, ketujuh titik tersebut meliputi Pasar Hewan Kecamatan Trenggalek, Tugu, Panggul, Pule, Kampak, Durenan, dan Gandusari. Sementara di antara tujuh titik tersebut, ada dua pasar hewan yang berisiko terjadi penyebaran PMK.

“Palin besar itu di Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan, ketika PMK berkecamuk jelas menganggu PAD pasar hewan.Pendapatan dari pasar hewan dipastikan merosot,” kata Yusuf Widharto, Kabid Perdagangan Yusuf Widharto , Diskomidag Trenggalek..

Ia menambahkan pula kedua titik Pasar Hewan Trenggalek dan Durenan sudah menjadi jujukan para pedagang dari luar Trenggalek. Apalagi, kedua pasar itu paling tidak terdapat 200 ekor sapi dijual. Tidak menutup kemungkinan, potensi penyebaran virus PMK masuk ke wilayah Trenggalek tetap terbuka, meskipun hal itu tidak diharapkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/