alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bupati Jember : Swab Ini Bukan Untuk Meng-Covid-Kan Seseorang

Ayo Saling Tingkatkan Kepedulian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dalam menekan persebaran mata rantai Covid-19. Salah satunya dengan mengadakan vaksinasi dan swab test gratis di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fayankes). Baik puskesmas, rumah sakit, maupun sejumlah gerai vaksinasi.

Dengan demikian, jika ada masyarakat yang belum divaksin atau mengalami gejala dan ingin memeriksakan diri, bisa mendatangi sejumlah fayankes untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kesadaran masyarakat Jember terkait vaksinasi dan tes swab memang masih rendah. Karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta jajarannya terus melakukan edukasi kepada setiap warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantas, bagaimana dia mengatasi sejumlah warga yang masih enggan di-swab? “Solusinya adalah kita semua yang pernah di-swab supaya memberikan sosialisasi kepada warga tersebut,” papar Hendy, kemarin (11/8) siang.

Dia menegaskan bahwa tanggung jawab itu merupakan tugas semua orang. Jadi, bukan hanya pemerintah. Selain itu, Hendy mengharapkan kepada setiap warga yang pernah di-swab supaya memberikan penegasan bahwa swab ini bukan untuk meng-covid-kan seseorang. “Justru untuk mengetahui kondisi badan kita,” tegasnya. Dengan begitu, seseorang bisa tahu terpapar Covid-19 atau tidak, dan untuk selanjutnya segera mendapatkan penanganan.

Tentu saja, jika tidak mau di-swab, malah berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Belum lagi, gejala yang diakibatkan virus korona itu berbahaya. Misalnya hari pertama masih hangat, padahal sudah terpapar. “Hari kedua mulai panas, hari ketiga makan nggak enak dan masih beraktivitas. Selanjutnya, tiba-tiba sesak, baru dibawa ke puskesmas,” paparnya. Hal tersebut yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Sebab, penanganan yang didapat sudah jauh terlambat.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dalam menekan persebaran mata rantai Covid-19. Salah satunya dengan mengadakan vaksinasi dan swab test gratis di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fayankes). Baik puskesmas, rumah sakit, maupun sejumlah gerai vaksinasi.

Dengan demikian, jika ada masyarakat yang belum divaksin atau mengalami gejala dan ingin memeriksakan diri, bisa mendatangi sejumlah fayankes untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kesadaran masyarakat Jember terkait vaksinasi dan tes swab memang masih rendah. Karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta jajarannya terus melakukan edukasi kepada setiap warga.

Lantas, bagaimana dia mengatasi sejumlah warga yang masih enggan di-swab? “Solusinya adalah kita semua yang pernah di-swab supaya memberikan sosialisasi kepada warga tersebut,” papar Hendy, kemarin (11/8) siang.

Dia menegaskan bahwa tanggung jawab itu merupakan tugas semua orang. Jadi, bukan hanya pemerintah. Selain itu, Hendy mengharapkan kepada setiap warga yang pernah di-swab supaya memberikan penegasan bahwa swab ini bukan untuk meng-covid-kan seseorang. “Justru untuk mengetahui kondisi badan kita,” tegasnya. Dengan begitu, seseorang bisa tahu terpapar Covid-19 atau tidak, dan untuk selanjutnya segera mendapatkan penanganan.

Tentu saja, jika tidak mau di-swab, malah berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Belum lagi, gejala yang diakibatkan virus korona itu berbahaya. Misalnya hari pertama masih hangat, padahal sudah terpapar. “Hari kedua mulai panas, hari ketiga makan nggak enak dan masih beraktivitas. Selanjutnya, tiba-tiba sesak, baru dibawa ke puskesmas,” paparnya. Hal tersebut yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Sebab, penanganan yang didapat sudah jauh terlambat.

JEMBER KIDUL, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dalam menekan persebaran mata rantai Covid-19. Salah satunya dengan mengadakan vaksinasi dan swab test gratis di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fayankes). Baik puskesmas, rumah sakit, maupun sejumlah gerai vaksinasi.

Dengan demikian, jika ada masyarakat yang belum divaksin atau mengalami gejala dan ingin memeriksakan diri, bisa mendatangi sejumlah fayankes untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kesadaran masyarakat Jember terkait vaksinasi dan tes swab memang masih rendah. Karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta jajarannya terus melakukan edukasi kepada setiap warga.

Lantas, bagaimana dia mengatasi sejumlah warga yang masih enggan di-swab? “Solusinya adalah kita semua yang pernah di-swab supaya memberikan sosialisasi kepada warga tersebut,” papar Hendy, kemarin (11/8) siang.

Dia menegaskan bahwa tanggung jawab itu merupakan tugas semua orang. Jadi, bukan hanya pemerintah. Selain itu, Hendy mengharapkan kepada setiap warga yang pernah di-swab supaya memberikan penegasan bahwa swab ini bukan untuk meng-covid-kan seseorang. “Justru untuk mengetahui kondisi badan kita,” tegasnya. Dengan begitu, seseorang bisa tahu terpapar Covid-19 atau tidak, dan untuk selanjutnya segera mendapatkan penanganan.

Tentu saja, jika tidak mau di-swab, malah berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Belum lagi, gejala yang diakibatkan virus korona itu berbahaya. Misalnya hari pertama masih hangat, padahal sudah terpapar. “Hari kedua mulai panas, hari ketiga makan nggak enak dan masih beraktivitas. Selanjutnya, tiba-tiba sesak, baru dibawa ke puskesmas,” paparnya. Hal tersebut yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Sebab, penanganan yang didapat sudah jauh terlambat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/