alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pelabuhan Tanjung Perak Perketat Keluar Masuk Ternak

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Selama ini Pelabuhan Tanjung Perak dikenal sebagai pintu masuk dan keluar ternak dari atau ke Jatim. Sejak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar, pengawasan ternak yang diangkut kapal laut diperketat. Ada pemeriksaan secara intensif untuk setiap sapi yang singgah di pelabuhan.

BACA JUGA : Ratusan Kamar Hotel dan Homestay Dipesan Atlet dan Ofisial

Upaya memperkuat pengawasan dilakukan sesuai instruksi Badan Karantina Pertanian (Barantan). Ada petunjuk khusus yang sudah disebar ke perwakilan kantor karantina pertanian di berbagai wilayah. Yakni, Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Barantan Bambang menginstruksi unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian di seluruh wilayah Indonesia agar meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak. Itu dilakukan untuk mencegah persebaran PMK ke seluruh wilayah Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

’’Langkah pencegahan pertama adalah tidak memberikan sertifikasi pada pengeluaran dan transit media pembawa virus PMK. Misalnya, sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ruminansia lainnya, hewan rentan lain, serta daging, kulit mentah, produk susu, semen, dan embrio dari hewan-hewan tersebut,” kata Bambang.

Dia meminta seluruh petugas kantor karantina pertanian untuk mewaspadai ternak dari daerah terjangkit. Contohnya, sapi di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Menurut Bambang, kondisi sapi dari daerah terjangkit penyakit harus mendapat pengawasan ketat.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Selama ini Pelabuhan Tanjung Perak dikenal sebagai pintu masuk dan keluar ternak dari atau ke Jatim. Sejak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar, pengawasan ternak yang diangkut kapal laut diperketat. Ada pemeriksaan secara intensif untuk setiap sapi yang singgah di pelabuhan.

BACA JUGA : Ratusan Kamar Hotel dan Homestay Dipesan Atlet dan Ofisial

Upaya memperkuat pengawasan dilakukan sesuai instruksi Badan Karantina Pertanian (Barantan). Ada petunjuk khusus yang sudah disebar ke perwakilan kantor karantina pertanian di berbagai wilayah. Yakni, Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Barantan Bambang menginstruksi unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian di seluruh wilayah Indonesia agar meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak. Itu dilakukan untuk mencegah persebaran PMK ke seluruh wilayah Indonesia.

’’Langkah pencegahan pertama adalah tidak memberikan sertifikasi pada pengeluaran dan transit media pembawa virus PMK. Misalnya, sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ruminansia lainnya, hewan rentan lain, serta daging, kulit mentah, produk susu, semen, dan embrio dari hewan-hewan tersebut,” kata Bambang.

Dia meminta seluruh petugas kantor karantina pertanian untuk mewaspadai ternak dari daerah terjangkit. Contohnya, sapi di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Menurut Bambang, kondisi sapi dari daerah terjangkit penyakit harus mendapat pengawasan ketat.

RADARJEMBER.ID – Selama ini Pelabuhan Tanjung Perak dikenal sebagai pintu masuk dan keluar ternak dari atau ke Jatim. Sejak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar, pengawasan ternak yang diangkut kapal laut diperketat. Ada pemeriksaan secara intensif untuk setiap sapi yang singgah di pelabuhan.

BACA JUGA : Ratusan Kamar Hotel dan Homestay Dipesan Atlet dan Ofisial

Upaya memperkuat pengawasan dilakukan sesuai instruksi Badan Karantina Pertanian (Barantan). Ada petunjuk khusus yang sudah disebar ke perwakilan kantor karantina pertanian di berbagai wilayah. Yakni, Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Barantan Bambang menginstruksi unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian di seluruh wilayah Indonesia agar meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak. Itu dilakukan untuk mencegah persebaran PMK ke seluruh wilayah Indonesia.

’’Langkah pencegahan pertama adalah tidak memberikan sertifikasi pada pengeluaran dan transit media pembawa virus PMK. Misalnya, sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ruminansia lainnya, hewan rentan lain, serta daging, kulit mentah, produk susu, semen, dan embrio dari hewan-hewan tersebut,” kata Bambang.

Dia meminta seluruh petugas kantor karantina pertanian untuk mewaspadai ternak dari daerah terjangkit. Contohnya, sapi di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Menurut Bambang, kondisi sapi dari daerah terjangkit penyakit harus mendapat pengawasan ketat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/