alexametrics
32 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Tetap Andalkan Swab Antigen

Tunggu Sosialisasi Aplikasi Peduli Lindungi

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Baru beberapa pekan ini di Indonesia mulai diterapkan aplikasi pendeteksi Covid-19, yakni Peduli Lindungi. Aplikasi tersebut dijadikan sebagai media screening yang digunakan oleh beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pintu masuk wisata, dan syarat untuk menumpangi kendaraan umum.

Di Kabupaten Jember, penerapan aplikasi tersebut memang belum optimal. Sebab, masih banyak pertimbangan dan persiapan yang dilakukan. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut masih dikaji ulang untuk diterapkan di Jember. Mengingat, masyarakat Jember belum begitu gencar dalam menggunakan sistem digital.

Sembari melakukan sejumlah persiapan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 tingkat kabupaten hingga RT/RW untuk menyosialisasikan penggunaannya. “Masih kami persiapkan bagaimana sosialisasinya, dan masih dibahas teman-teman gugus Covid-19,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Jumat (10/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, di salah satu tempat umum, yakni Terminal Tawang Alun, penerapan aplikasi tersebut juga masih menunggu anjuran dari Kementerian Perhubungan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Terminal Tawang Alun Pudjiono. “Memang di media massa sudah banyak pemberitaan aplikasi itu dipakai di pintu masuk layanan transportasi umum, namun kami masih belum. Kami menunggu instruksi dari kementerian pusat, menunggu pengumuman lewat e-mail,” ungkapnya.

Meski demikian, saat ini pihaknya mengandalkan surat bebas Covid-19 atau hasil swab antigen sebagai syarat untuk menumpangi kendaraan bus rute jarak jauh. “Kami tetap ada screening menggunakan surat swab antigen dengan keterangan negatif,” imbuhnya.

- Advertisement -

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Baru beberapa pekan ini di Indonesia mulai diterapkan aplikasi pendeteksi Covid-19, yakni Peduli Lindungi. Aplikasi tersebut dijadikan sebagai media screening yang digunakan oleh beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pintu masuk wisata, dan syarat untuk menumpangi kendaraan umum.

Di Kabupaten Jember, penerapan aplikasi tersebut memang belum optimal. Sebab, masih banyak pertimbangan dan persiapan yang dilakukan. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut masih dikaji ulang untuk diterapkan di Jember. Mengingat, masyarakat Jember belum begitu gencar dalam menggunakan sistem digital.

Sembari melakukan sejumlah persiapan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 tingkat kabupaten hingga RT/RW untuk menyosialisasikan penggunaannya. “Masih kami persiapkan bagaimana sosialisasinya, dan masih dibahas teman-teman gugus Covid-19,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Jumat (10/9).

Sementara itu, di salah satu tempat umum, yakni Terminal Tawang Alun, penerapan aplikasi tersebut juga masih menunggu anjuran dari Kementerian Perhubungan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Terminal Tawang Alun Pudjiono. “Memang di media massa sudah banyak pemberitaan aplikasi itu dipakai di pintu masuk layanan transportasi umum, namun kami masih belum. Kami menunggu instruksi dari kementerian pusat, menunggu pengumuman lewat e-mail,” ungkapnya.

Meski demikian, saat ini pihaknya mengandalkan surat bebas Covid-19 atau hasil swab antigen sebagai syarat untuk menumpangi kendaraan bus rute jarak jauh. “Kami tetap ada screening menggunakan surat swab antigen dengan keterangan negatif,” imbuhnya.

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Baru beberapa pekan ini di Indonesia mulai diterapkan aplikasi pendeteksi Covid-19, yakni Peduli Lindungi. Aplikasi tersebut dijadikan sebagai media screening yang digunakan oleh beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pintu masuk wisata, dan syarat untuk menumpangi kendaraan umum.

Di Kabupaten Jember, penerapan aplikasi tersebut memang belum optimal. Sebab, masih banyak pertimbangan dan persiapan yang dilakukan. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut masih dikaji ulang untuk diterapkan di Jember. Mengingat, masyarakat Jember belum begitu gencar dalam menggunakan sistem digital.

Sembari melakukan sejumlah persiapan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 tingkat kabupaten hingga RT/RW untuk menyosialisasikan penggunaannya. “Masih kami persiapkan bagaimana sosialisasinya, dan masih dibahas teman-teman gugus Covid-19,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Jumat (10/9).

Sementara itu, di salah satu tempat umum, yakni Terminal Tawang Alun, penerapan aplikasi tersebut juga masih menunggu anjuran dari Kementerian Perhubungan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Terminal Tawang Alun Pudjiono. “Memang di media massa sudah banyak pemberitaan aplikasi itu dipakai di pintu masuk layanan transportasi umum, namun kami masih belum. Kami menunggu instruksi dari kementerian pusat, menunggu pengumuman lewat e-mail,” ungkapnya.

Meski demikian, saat ini pihaknya mengandalkan surat bebas Covid-19 atau hasil swab antigen sebagai syarat untuk menumpangi kendaraan bus rute jarak jauh. “Kami tetap ada screening menggunakan surat swab antigen dengan keterangan negatif,” imbuhnya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca