alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Varian Virus Baru Intai Pemudik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati perayaan Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, memantik antusiasme perantau untuk mudik. Bahkan, ada yang sampai nekat dengan menumpang kendaraan pengangkut, hingga menerobos pos penyekatan polisi demi sampai ke kampung halaman. Padahal, ada varian virus korona baru yang mengancam mereka, yang juga berpotensi menulari keluarga di desa.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jawa Timur, ada satu kasus warga yang terpapar Covid-19 varian baru di Mojokerto. Hal tersebut dijelaskan Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/5). Menurutnya, varian tersebut berasal dari pekerja migran asal Mojokerto yang baru pulang dari India. Karena itu, larangan mudik perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, Hendy menegaskan, salah satu tujuan pelarangan itu adalah untuk mencegah munculnya klaster baru dari varian virus anyar tersebut.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo, dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD Soebandi, membenarkan hal tersebut. Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dia menjelaskan, terdapat tiga jenis varian virus korona paling menular yang lolos dan telah masuk ke Indonesia. Yakni varian B117, B1351, dan varian B1617.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, varian B117 tersebut berasal dari Inggris dan ada 13 kasus yang tersebar di Indonesia. Sedangkan varian B1351 berasal dari Afrika Selatan dan terdapat satu kasus di Bali. “Kalau varian B1617 berasal dari India, ada dua kasus di Jakarta,” ungkapnya.

Menurut dokter spesialis paru tersebut, varian B117 mampu meningkatkan risiko kematian jika dibandingkan dengan varian lain. Namun, belum terbukti mampu memengaruhi kemanjuran vaksin Covid-19. “Sedangkan varian B1351 mampu menurunkan efikasi (tingkat kemanjuran, Red) vaksin dan meningkatkan risiko keparahan penyakit,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati perayaan Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, memantik antusiasme perantau untuk mudik. Bahkan, ada yang sampai nekat dengan menumpang kendaraan pengangkut, hingga menerobos pos penyekatan polisi demi sampai ke kampung halaman. Padahal, ada varian virus korona baru yang mengancam mereka, yang juga berpotensi menulari keluarga di desa.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jawa Timur, ada satu kasus warga yang terpapar Covid-19 varian baru di Mojokerto. Hal tersebut dijelaskan Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/5). Menurutnya, varian tersebut berasal dari pekerja migran asal Mojokerto yang baru pulang dari India. Karena itu, larangan mudik perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, Hendy menegaskan, salah satu tujuan pelarangan itu adalah untuk mencegah munculnya klaster baru dari varian virus anyar tersebut.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo, dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD Soebandi, membenarkan hal tersebut. Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dia menjelaskan, terdapat tiga jenis varian virus korona paling menular yang lolos dan telah masuk ke Indonesia. Yakni varian B117, B1351, dan varian B1617.

Menurut dia, varian B117 tersebut berasal dari Inggris dan ada 13 kasus yang tersebar di Indonesia. Sedangkan varian B1351 berasal dari Afrika Selatan dan terdapat satu kasus di Bali. “Kalau varian B1617 berasal dari India, ada dua kasus di Jakarta,” ungkapnya.

Menurut dokter spesialis paru tersebut, varian B117 mampu meningkatkan risiko kematian jika dibandingkan dengan varian lain. Namun, belum terbukti mampu memengaruhi kemanjuran vaksin Covid-19. “Sedangkan varian B1351 mampu menurunkan efikasi (tingkat kemanjuran, Red) vaksin dan meningkatkan risiko keparahan penyakit,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati perayaan Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, memantik antusiasme perantau untuk mudik. Bahkan, ada yang sampai nekat dengan menumpang kendaraan pengangkut, hingga menerobos pos penyekatan polisi demi sampai ke kampung halaman. Padahal, ada varian virus korona baru yang mengancam mereka, yang juga berpotensi menulari keluarga di desa.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jawa Timur, ada satu kasus warga yang terpapar Covid-19 varian baru di Mojokerto. Hal tersebut dijelaskan Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/5). Menurutnya, varian tersebut berasal dari pekerja migran asal Mojokerto yang baru pulang dari India. Karena itu, larangan mudik perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, Hendy menegaskan, salah satu tujuan pelarangan itu adalah untuk mencegah munculnya klaster baru dari varian virus anyar tersebut.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo, dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD Soebandi, membenarkan hal tersebut. Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dia menjelaskan, terdapat tiga jenis varian virus korona paling menular yang lolos dan telah masuk ke Indonesia. Yakni varian B117, B1351, dan varian B1617.

Menurut dia, varian B117 tersebut berasal dari Inggris dan ada 13 kasus yang tersebar di Indonesia. Sedangkan varian B1351 berasal dari Afrika Selatan dan terdapat satu kasus di Bali. “Kalau varian B1617 berasal dari India, ada dua kasus di Jakarta,” ungkapnya.

Menurut dokter spesialis paru tersebut, varian B117 mampu meningkatkan risiko kematian jika dibandingkan dengan varian lain. Namun, belum terbukti mampu memengaruhi kemanjuran vaksin Covid-19. “Sedangkan varian B1351 mampu menurunkan efikasi (tingkat kemanjuran, Red) vaksin dan meningkatkan risiko keparahan penyakit,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/