Dinkes Bekerja Sama dengan IDI Kabupaten Lumajang

Sosialisasi Pelayanan Hipertensi ke FKTP

PENDAMPINGAN: Sejumlah peserta ketika mengikuti orientasi pendampingan Poskestren, kemarin.

RADARJEMBER.IDMetabolic syndrome diseases (MSD) atau penyakit metabolik telah menjadi masalah serius. Insidennya semakin meningkat dari tahun ke tahun pada semua golongan usia. Hal inilah yang terus ditangkal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang.

IKLAN

Salah satu penyakit, yaitu cerebrovascular, telah menjadi penyebab kematian terbesar itu menurut data Sample Registration System (SRS), terkait penyebab kematian semua umur di Indonesia. Disebutkan bahwa penyakit stroke menempati urutan pertama. Stroke yang terjadi sebagian besar dipicu dari hipertensi. Sedangkan hipertensi dan komplikasinya sendiri menempati urutan ke-5. Di Lumajang, ada target RPJM 2015–2019.

Lumajang berdasarkan hasil capaian pelayanan di jajaran puskesmas dan hasil survei kesehatan dasar juga telah memiliki data. Data laporan puskesmas sampai Februari 2019, jumlah penderita hipertensi anak di bawah 15 tahun terjadi 20 kasus. Berdasar standar SPM sesuai Permenkes Nomor 4 Tahun 2019, maka setiap penderita hipertensi berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Yakni pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar pada seluruh penderita hipertensi di atas 15 tahun. Sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah di antaranya: pengukuran tekanan darah, edukasi tentang perubahan gaya hidup dan kepatuhan minum obat, melakukan rujukan sesuai kriteria. Sesuai peran dan fungsi FKTP sebagai unit layanan kesehatan terdepan di wilayah, maka semua klinik diharapkan dapat bekerja sama dengan puskesmas dalam memberikan pelayanan screening maupun hipertensi sesuai kewenangan secara optimal.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas petugas kesehatan (dokter) terkait wawasan pengetahuan dan pemahaman tentang upaya pengendalian hipertensi di FKTP. Terjalinnya jejaring pengendalian PTM terutama hipertensi melalui kerja sama dan koordinasi lintas program dan lintas sektor di wilayah. Meningkatkan cakupan dan kualitas layanan di FKTP (puskesmas, klinik, dan dokter praktik swasta). Serta meningkatkan status kesehatan masyarakat terutama penderita hipertensi di Kabupaten Lumajang.

Acara yang digelar di Hotel Prima Lumajang itu dihadiri oleh ratusan peserta. Di antaranya dari pengelola PTM puskesmas sebanyak 25 orang, dokter puskesmas sebanyak 25 orang, dokter klinik sebanyak 23 orang. Serta dari IDI 50 orang. Acara menghadirkan narasumber dr Beny Ghufron SpPD dan dr Asih Retno Wulandhari SpA.

Ketua Panitia, Agus Hari Widodo SKM MKes menjelaskan, kesadaran masyarakat Lumajang sekarang meningkat pesat. Itu seiring gencarnya promosi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit itu menjelaskan, merencanakan tahun ini 4 kali dari setahun. Mei atau Juli diadakan lagi acara ini tujuannya untuk memproteksi diri penyakit tidak menular. “Masyarakat itu bisa mengetahui bahwa menderita hipertensi atau tidak karena hipertensi nanti komplikasi juga cukup tinggi menyebar ke stroke, jantung, apalagi orang obesitas,” jelasnya.

Menurut dia, perlu ada kerutinan cek kesehatan. “Minimal sebulan sekali kontrol,” katanya.

Dia berharap ada peningkatan kapasitas petugas. Paling tidak, petugas bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Yakni pelayanan standar, supaya nantinya otomatis akan lebih baik.

Sejatinya, penyebab penyakit tidak menular (PTM) tersebut tidak lepas dari perilaku masyarakat dan menghindari faktor risiko, kurangi makanan berlemak, kurangi konsumsi garam (maksimal sehari 1 sendok teh).

Lakukan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rekreasi/lakukan olah raga minimal 30 menit per hari, Diet makan makanan yang sehat dan bergizi, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Masyarakat Lumajang sekarang sudah mulai sadar, banyak klub senam untuk menjaga kebugaran.

Ada klub olah raga bersepeda, bahkan pemerintah sudah menyiapkan fasilitas car free day tiap minggu di alun-alun. Masyarakat umum diharapkan memanfaatkan posbindu di desa2/kelurahan untuk periksakan diri secara rutin dan gratis. Di posbindu bisa periksa hipertensi, obesitas, gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Ika Anggraini

Editor : Narto